Arini, "Aku ingin Setia Sampai Mati"



Aku tertipu kediamanmu
Yang kuanggap semuanya baik-baik saja
ku tak mengerti di belakangku
Kau tinggalkan cinta hanya kepadaku

Sebait reff lagu el kasih, membuat ingatan Doni melayang kembali ke 5 tahun yang lalu. Tentang persahabatannya dengan Arini dan Dina.
Kampus UNS begitu asri, rimbunnya pepohonan dan letaknya di pinggir bengawan Solo menambah syahdunya suasana. Walau mahasiswa baru, apalagi pendatang dari Banjarnegara ujung barat Jawa Tengah yang jarang pergi ke kota dan hanya berkutat dg pertanIan jamurnya, tidak membuatnya asing dengan suasana kampus dan kota solo. Ia langsung masuk ke jajaran cowok yang sudah familIar dg kampus serta jujugan mahasiswa baru lainnya yang kesulitan dg Solo,terutama cewek-cewek keren di jurusannya, tak terkecuali “Dina”si cantik . Asal tahu ajal, Doni ini ndeso, Cool, pinter, cakep, tapi tidak gengsi untuk mengakui ke-ndesoannya.
Waktu berlalu begitu cepat, tanpa terasa Doni kini sudah menginjak semester 8. Satu langkah lagi Skripsi dan lulus. Dan selama itu pula Ia bersahabat dengan si “Smart” Arini. Dan sudah 2 tahun ini Doni memutuskan bertunangan dengan Dina. Doni, Dina, Arini tiga serangkai yang klop, saling mendukung, membantu dan menerima kekurangan masing-masing.
Waktu berjalan, diakhir perjalanan Dina memutuskan pertunangannya. Ia tidak pernah menjawab setIap di tanya alasannya. Tapi mereka tetap bersahabat, salut.
Tepat 4 tahun mereka bertiga pun lulus. Wisuda bersama, bancakan bersama, di pinggir syahdunya Bengawan Solo.
Dua bulan setelah kelulusan.
Dina kembali ke bandung..bekerja di sebuah Bank Pemerintah. Doni membaktikan hidup dan ilmunya di Kampung halamannya. Arini pun kembali ke indahnya Grojogan Sewu-Tawangmangu.

Dua tahun kemudian
Doni, Dina, Arini berjanji menghabiskan liburan bersama menikmati indahnya Grojogan Sewu-Tawangmangu. Doni datang, Ia masih sendiri. Dina? Ia juga datang sendiri, hanya Arini yang datang berdua, dengan mamanya.
Tiga sahabat sejati berkumpul kembali. Kegembiraan mengulang masa indah terpancar dari wajah-wajah mereka, apalagi Arini. Seminggu mereka habiskan waktu bersama. Mama Arini terlihat senang sekali melihat kegembiraan tiga sahabat itu, walau pernah ada luka diantara mereka dg putusnya tali pertunangan Dina dan Doni. Tiba waktu berpisah. Arini nampak sangat sedih, bagaimana tidak..kedua sahabatnya akan meninggalkannya. Buat Arini, lebih baik Ia yang pergi daripada harus di tinggal pergi.
Doni dan Dina sepakat menunda kepulangan mereka untuk mengetahui dan mendengarkan kesedihan Arini. Mereka duduk bertiga menikmati sore di Tawangmangu. Arini hanya diam tidak bercerita apa-apa. Ia hanya mengeluarkan sebuah amplop. Doni dan Dina berebut untuk membaca isinya, tapi, krekk..wush…amplop itu robek dan terbang tertiup angin.
Arini tertawa penuh kemenangan.. dg gembira Ia berkata” sorry guys, I just still missing u, I don’t wanna let you go. But, now I can let you go, Dina take care your hubby and you Doni get the girl that you love she’s waiting for you.
“Hey i’m not married yet, Rin” kata Dina.
Mereka berpelukan, salam perpisahan. Hanya Doni yang terdiam. Pikirannya berkecamuk, ada apa dengan Arini?? Mereka pun berpisah. Satu jam Dina dan Doni DIam dalam perjalanan. Mereka larut dalam pikiran masing-masing.
BB Dina bernyanyi :
“halo...”
“Ya, betul.”
Setelah itu hanya teriakan Dina”putar arah pak, kembali ke Tawangmangu.”
“ada apa Din?” Tanya Doni
“Arini , Don!”
“Arini? Kenapa."
Tapi Dina tidak menjawab, Ia malah menyuruh si Driver untuk melaju lebih kencang lagi.
Doni semakin bingung, karena Dina menangis sepanjang perjalanan.`
Finally, sampai juga mereka, kembali ke Tawangmangu. Tapi suasana telah berubah, padahal Doni dan Dina hanya menin.gglakannya selama dua jam.
“Arinii………” teriakan Dina memecah suasana.
Dina langsung berlari, Ia tubruk jenazah yang telah di selimuti kain putih, dengan bercak darah.
Doni, bengong, lemas dan tidak bisa berkata-kata, ketika Ia buka kain yang menutupi jenazah tersebutt. Arini telah berpulang, seperti yang Ia katakan ketika amplop itu robek dan terbang.
”Aku ingin terbang bersama angin”. Keinginannya terpenuhi, terbang bersama angin.
Ketiga sahabat itu menyatu, hanya kain putih yang memisahkan mereka. Orang-orang hanya diam terharu melihat kejadian itu. Airmata mereka mengalir tanpa terasa. Baru seminggu kemarin mereka bertemu, baru 2 jam yang lalu mereka berpisah.Tapi, waktu sesingkat itulah yang memisahkan segalanya.
“Apa yang terjadi Rin, apa yang terjadi, mengapa kau pergi begitu cepat ? " lirih Dina berkata-kata.
Doni sudah tdk punya kekuatan lagi, satu penyesalannya adalah Ia belum sempat mengutarakan isi hatinya. Kenyataan persahabatan mereka dan pertunangannya dg Dina membuat Doni harus menahan rasa yang sesungguhnya, demi persahabatan mereka. Kini, tak ada lagi kesempatan airmatanya terus mengalir tak terbendung
Dina n Doni lost Control, akhirnya mereka bisa menguasai diri.
“Masuklah nak, mama Arini sudah menunggu." Seseorang berkata kepada mereka.
Merekapun masuk menemui mama Arini. Perempuan tua itu tampak sembab di matanya. .
”Ibu hanya bisa mengatakan satu hal, “Arini mengalami pendarahan hebat, menurut dokter itu yang menyebabkannya pergi.” Hanya itu yang bisa ibu katakan, selebihnya tertulis semua disini. Di tanganya tergenggam sebuah Traveler Data.
“ Doni, Dina, Arini menitipkan ini untuk kalian, Bacalah.” Kata mama Arini pelan, sambil memberikan Traveler Data tersebut dan sebuah amplop, hampir tanpa suara.
Perlahan, Doni dan Dina membukanya, tulisan tangan Arini.
Doni, Dina sahabatku. Aku tulis ini, entahlah buat apa, aku pikir jika suatu saat aku tidak bertemu kalian, tidak sempat cerita. Bukalah dalam file Arini, persahabatan.dan perjuangan.
Mereka ingin sekali segera membuka dan membaca File itu, Tapi, jenazah Arini akan segera di kebumikan, di sisi makam ayahnya. Sesuai keinginan Arini, Ia tidak ingin ada upacara dengan sambutan dari siapapun, Ia hanya ingin kedua sahabatnya yang memberikan sambutan terakhir.
Assalaamualakium warahmatullahiwabarakatuh.
Kami Doni dan Dina, atas nama Almarhumah Arini , menyampaikan permohonan maaf atas semua kekhilafan dan kesalahan almarhumah semasa hidup. Smoga almarhumah diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, DIampuni segala dosanya dan dilapangkan kuburnya.
Jika DIantara bapak, ibu, saudara sekalian ada hutang piutang dengan almarhumah mohon segera diselesaikan dengan keluarga almarhum.
Terima kasih, Wassalaamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh.

Jenazah Arinipun diberangkatkan untuk dikebumikan. Shalawat mengiringi kepergiannya. Doni dan Dina menahan sekuat mungkin agar airmata mereka tidak jatuh. Pemakaman itu tidak membutuhkan waktu lama, semua berjalan lancar. Sebenarnya kedua sahabat itu masih ingin tinggal lebih lama, tapi waktu cuti Dina telah habis, Ia pun sudah membolos 2 hari. Dengan kesedihan yang mendalam kedua sahabat itupun pulang, meningalkan Arini, yang telah pergi mendahului.
Dalam mobil mereka membuka file Arini, persahabatan.dan perjuangan. Mereka harus sabar beberapa saat sampai file itu terbuka dengan penuh rasa penasaran.
Akhirnya, terpampampang tulisan Arini :
Setelah kita lulus dan memutuskan untuk mengambil jalan masing-masing, aku di terima di sebuah perusahaan Garmen, berkenalan dengan orang asing, konsultan di perusahaan tersebut. Satu tahun kami kenal, Dia memutuskan untuk melamarku. Sesuai dg keinginan keluarga Dia tidak keberatan untuk menganut islam. Dia pun rajin belajar aqidah islam, pengetahuannya tentang islam melebihiku yang notabene islam sejak dalam kandungan mamaku, hehehe ironis ya. Dia banyak berguru ke Ponpes Assalam-Kartasura.
Empat bulan yang lalu Dia harus kembali ke negaranya, mendadak ibunya meninggal, akibat jantung Koroner yang beliau derita.
DIa sangat menyayangi ibu yang telah berjuang membesarkannya seorang diri Setelah kematian ayahnya saat Ia berumur 5 tahun. Ibunya tidak pernah menikah lagi. Lucunya, Dia juga ingin aku seperti Ibunya setia sampai mati, ahh becanda kali.
Empat bulan itu komunikasi kami lancar. kami membicarakan peresmian dan resepsi pernikahan yang akan kami langsungkan bulan depan.
Untuk kalian ketahui kami sudah menikah secara agama sebulan sebelum kepulangannya, dan aku telah hamil.
Maafkan aku sobat, aku tidak memberitahu kalian semua ini.
Tapi, berita mengejutkan dan menyedihkan datang 3 minggu yang lalu, Dia meninggal sama seperti ibunya akibat sakit jantung yang Ia derita. Satu hal yang sangat aku sesali, aku telah memberitahukan tentang kehamilanku yang tidak mungkin aku pertahankan lagi, bayi dalam rahimku tidak berkembang. Dan, apakah berita itu yang membuatnya meninggal?? Sebenarnya Aku tidak mau membuatnya bertambah beban, tapi Ia bapak dari bayiku. Apa tindakanku salah atau benar, semua telah terjadi.
Sobat, Aku harus kehilangan dua orang sekaligus dalam hidupku. Hiks…hiks…sedihnya.
Dua hari yang lalu aku menjalani operasi untuk mengeluarkan janin dalam rahimku. Alhamdulillah semua berjalan lancar, harusnya aku masih di rumah sakit saat ini, tapi aku sangat senang dengan kedatangan kalIan dan aku harus menyambutnya. Kalian, hiburan terindah yang aku punya saat ini.
Entah kenapa aku menulis ini. Nanti kalo sempet aku akan cerita langsung aja deh. Tapi, kalo kalian baca ini aja, artinya kita tidak akan bertemu lagi. Ahhhhh…senangnya, bentar lagi kalian datang.
Sobat, aku kangenn, kayak apa ya kalian??? Apa masih Doni yang ketakutan sama ulat itu ya?? hehehehehe, sori Don.
Dina, kamu juga masih hobi nakutin orang pake tikus putih piaraanmu????
Ahhh..bentar lagi kalian datang.
Satu lagi pesanku, Oh, menikahlah kalIan. Hihihi, lagunya Java Jive tuch, inget khan???
Dina, aku tahu alasanmu memutuskan pertunangan kalian.
Sudahlah Din, waktu itu aku hanya merasa kalian sisihkan, kalian cuekin.
Aku tidak mungkin menjadi penghianat, kita sahabat.
Menikah ya.
Doni, udah, ajak Dina menikah, aku tahu hatimu hanya untuknya.
Janji ya.
Eh, aku ingin keinginan suamiku terpenuhi setia sampai mati.
Doain ya.

Wassalam - Arini.

Mata Doni dan Dina berair tanpa henti, Arini masih mengingat mereka dengan detail. Disaat-saat terakhirnya. Seminggu itu Dia tahan rasa sakit, hanya untuk bersama dua sahabatnya, yang ternyata Dia inginkan untuk kembali bersatu lagi dan menikah.
Kini Doni dan Dina tahu, kenapa ada bercak darah di kafan yang menutupi jenazahnya.
Dan Ia memenuhi keinginan suaminya Setia Sampai Mati.
Keduanya sampai di kota Solo, harusnya Doni turun di terminal Tirtonadi untuk melanjutkan perjalanan ke Banjarnegara. Tapi, Ia ingin melaksanakan wasiat Arini. Doni pun meneruskan ke Bandara Adi Sumarmo menyertai Dina pulang ke Bandung, untuk melamarnya kembali dan menikah.

Elgi, 31 jan 2010
Dedicated to : all of my best Friend
Thanks for our friendship

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan tanggapan, pertanyaan di sini, kami akan segera meresponnya.

Recent

PROFIL FINANCIAL PLANNER - ILA ABDULRAHMAN

ILA ABDULRAHMAN, S.Pt., RIFA, RFC Siti Ruhailah Abdulrahman, S.Pt., RPP, RFA,   RIFA, RFC atau yang dikenal dengan Ila Abdulrahman, ad...

Baca Juga