KETIKA CLBK DIANDRA KEMBALI

KETIKA CLBK DIANDRA KEMBALI

Pagi buta, perasaan ga enak banget. It’s like there something wrong. But,i don,t know what is it. Sudennly my sister calling me, n asking me to come to Jakarta. sHe’s ready gotta a ticket for me, Fly to Jakarta, return. Great.!!!!

Pagi itu ku laju bandara Adi Soemarmo. Jadwal Lion jam 09.15. ok,I’ll be there on time..enough for cek in, and finishing translate.
Alhamdulillah, akhirnya, Adi soemarmo. Ku lihat layar schedule penerbangan, haaa,Batavia terlambat. Pantas,tadi ketika melintas kok Batavia air masih ada, padahal kan seharusnya jadwal jam setengah tujuh an.
Itenary sudah di tangan. Karena mepetnya waktu,aku mau langsung cek in..ga sempet ngobrol banyak dengan misua yang mengantar aku ke Adi Soemarmo, hanya cipika-cipiki.

Ku buka tasku,masya Allah gak bawa dompet. Take it easy La, gumamku aku cek kantong tas, alhamdulillah, pasport ada pengganti KTP, kantong jean lumayan Rp 150.000,-akibat dadakan semua ketinggalan, tapi cukuplah untuk bayar airpot tax bolak-balik. Toh nanti ponakan tersayangku Yeni Nur A, ready to picking me up. So,150 ribu? Ga masalah.

Cek in done,ke ruang tunggu aja ahhh,sambil buka laptop.
Ku sempatkan bertanya pada petugas bandara, how about Batavia on round?
They say,"on schedule mom."


ok,ga perlu khawatir berarti. Di ruang tunggu hati deg-degan, jangan-jangan nanti Batavia gak jadi terbang seperti sekarang ini. Padahal tiket pulangku dikasih Batavia ama ponakan tersayang (weks). Ahhh,bismillah.
Haa,what? Ruang tunggu penuh. Yaa, terpaksa deh nunggu di luar. Hmm, ada temannya Sepasang suami istri kayaknya. Ku ambil duduk di sebelah beliau-beliau, sambil buka laptop, dan mendengar obrolan mereka , tanpa sengaja tentunya.

Ahh, ga konsen jadinya. Ini siapa seh,suami istri, atau bukan ya?? Kok tadi si ibu bilang anakku bla..bla…terus si bapak cerita juga anakku, bla..bla…bla…owh,temen lama yang lagi reunion rupanya. Wah akrab kali mereka sambil pegangan tangan dan tidur di pangkuan si bapak ketika tawa meledak.

Anganku langsung melayang, ingat cerita temen sebangku di pesawat beberapa waktu yang lalu “Diandra”. Begini mungkin yang dialaminya, ketika bercanda dengan Mas B. CLBK nya (cinta lama belum kelar).

Dia terbang ke suatu kota. Untuk suatu urusan sekalian menuntaskan rasa penasaran terhadap mantan kekasih hatinya, yang sudah lama di carinya, dengan tetap bertahan menjalani kehidupan ini . Yang ia tahu sang mantan mas “B”, sudah menikah dan bahagia. Dia hanya ingin tahu, ketemu sekali lagi sebelum memutuskan hidupnya. Dalam pesawat dag dig dug, aduhseperti apa ya sekarang?

Begitu turun pesawat ia sangat nervous, aduh…gimana ya…akhirnya…ia tidak langsung menuju kedatangan, tapi ngendon di kamar mandi, mencoba menetralisir jiwanya yang sangat gundah gulana. Berkaca dan memastikan semua baik-baik saja.
Semua penumpang ternyata sudah keluar ke kedatangan. Tinggal kami berdua.

Ayo D, selamat menuntaskan penasaran ya….sapaku…

oh ya…sambil mengedipkan sebelah matanya. Thanks ya.

Matanya beredar..mencari seseorang yang sudah lama dia rindukan. Owh…itu dia…tatapan itu..masih seperti dulu, seperti tatapan puluhan tahun yang lalu. Tatapan penuh…..cinta.

Mata mereka beradu…saling senyum..dan berjabat tangan.. begitu canggung. Padahal..dalam setiap obrolan mereka di YM begitu akrab, tapi ketika bertemu langsung…semua berbeda…canggung. Yang di rancang benaknya..sudah di bayangkan, ketika bertemu kembali…ingin sekali ia memeluknya
Tapi..ternyata…kecanggungan diantara mereka berdua menghalangi semuanya.

Hei…pa kabar? Kamu masih seperti yang dulu D…Diandra yang dulu..tak ada yang berubah.
Masa sih Mas (dengan tersipu malu).

Kita ngobrol di Kafe bandara aja.

Ok…tapi aku ga punya banyak waktu mas, mungkin hanya sekitar 30menit satu jam an, aku sudah di tunggu.

Gapapa..buatku 15 menit juga sudah cukup. Aku sudah cukup bahagia bertemu denganmu kembali.

Setelah sekian tahun kita berpisah..dan hanya mengobrol lewat YM. Kini..aku bisa melihatmu langsung.

Tidak banyak yang terucap saat itu. Diandra menyerahkan sebuah bingkisan yang telah ia janjikan sekedar sebagai oleh-oleh. Mereka pun saling berjabat tangan dan berpamitan. Berattt rasa hati…ingin menoleh dan memastikan mas B masih menunggunya,,hingga lepas dari pandangan

.Diandra melaju melanjutkan perjalanan. Pikirannya melayang..entah kemana. Senyumnya mengembang. Ia tidak berubah…Ia masih yang dulu, yang mencintai aku. Aku tahu tatapan itu..dan hanya aku yang tahu tatapan itu. Ahh…andaikan ia masih sendiri…

Hp Diandra bernyanyi…

Halo..

Waalaikumsalam

Oh iya…lupa… faktor” U” sih…..Umur…hehehehehe….ya udah besok ya, pas aku pulang mas.

Ahh..dasarr…akibat terlalu gembira mas, sampai lupa, kalo aku harus menitipkan sesuatu untuk temenku.ya..sudahlah..besok aja…lumayannn..sekalian bisa ketemu lagi.

Malam itu D ga bisa tidur sama sekali. Hingga jam berdentang 3 kali ia masih tahu. 4 kali…5 kali…hingga subuhpun menjelang, matanya tak terpejam sama sekali. Lamunannya mengembara…memenuhi langit-langit kamar yang ia tempati.

Wah…kalo begini..bisa hancur presentasi besok. Aku mesti tidur, gumamnya. Sekuat tenaga ia mencoba tidur. Dan ia terbangun pukul 08.30. ahh…lumayannnn. Fresh. (kalo aku…ga bakalan fresh Di…Biasa rudit 6 jam, hehehehe).

Bergegas D mandi, dressing, n.. ready for presentation. Jam 14.15 selesai.

Pesawat jam 18.00. gapapa lah..aku ke bandara sekarang. Sooner is better than later. Sekalian bisa ketemuan agak lama.

Jam 4 an D sudah di bandara. Cek in dulu lah..biar nanti gampang. Dari kejauhan Dian bisa melihat Mas B,, Dian menghampirinya. Mereka melanjutkan obrolan kemarin. Tak lupa dian menitipkan sesuatu untuk di berikan ke temennya.

Entahlah apa yang mereka bicarakan. D merasa waktu begitu cepat berlalu.
Yaa…sudah setengah enam

Mas…aku boarding ya…doain..selamat sampai tujuan…cuaca begini aku sangat takut. Hujan sangat lebat mengguyur.

Pasti..D..aku pasti mendoakanmu, seperti yang selalu kulakukan selama ini. Bahkan ketika kau tidurpun, doaku selalu menyertaimu. Aku sangat bahagia dapat bertemu lagi dengan mu D. hati-hati ya. Aku ingin kita bisa bertemu kembali. Aku akan mengunjungimu.

Mereka berpamitan, berpelukan.

Ya allah…seperti mimpi saja.. aku bahagia sekali ya allah. Tapi…ia suami orang…
D pergi dengan isak dan sesak di dadanya. Tak berani ia menoleh…takut airmatanya terlihat dan menetes.

Ketika sudah di dalam…ia lambaikan tangan..see you mas. Ada batu besar menghimpit dadanya. Ia segerakan langkah kakinya. Sepanjang say goobye ia lanjut obrolandi telpon sambil menunggu pesawat take off. Menyenangkan sekali mendengar cerita obrolan mereka. Aku sampe larut mendengarnya.

Dua jam penerbangan berasa begitu lamaa. Ia ingin segera landing dan melanjutkan obrolan nya dengan Mas B . Saat itu otaknya blank..tidak bisa berpikir apapun, yang ada hanya kebingungan dan bahagia. D masih mencintainya…begitu juga dengannya, D sangat tahu itu…tapi…ia milik orang. Perang batin yang sangat hebat menderanya. Akhirnya hatinya menyerah. Jalani saja apa adanya.

Tiba di bandara D harus melanjutkan perjalanan lagi..untung mobil jemputan sudah menunggunya. Sepanjang perjalanan D masih ngobrol dengan Mas B..berawal dengan ungkapan senang..hingga tiba-tiba D menangis..tanpa suara, tapi,,,airmata begitu deras mengalir.

Aku tersinggung mas…kau tidak punya perasaan. Ratusan kilo aku lalui hanya untuk bisa bertemu denganmu. Tapi apa yang kudapat, hinaan..hanya hinaan. D sangat marah…entahlah dia lupa sebabnya, yang jelas candaan yang akhirnya menelorkan kalimat…kelas bintang lima harga kaki lima…..

Mas B ternyata juga marah dan kesal…kalo aku ga cinta kamu, ga sayang kamu, nagapain aku bela-belain bolos kerja 2 hari ini. Lagian..siapa yang mulai candaan tadi…ya allah…masa hanya sampai di sini. Kita baru saja bertemu D.

emang membolos kerja dua hari bisa membuktikan sesuatu mas...tidak...kalo iya berarti pencarianku, penantianku selama puluhan tahun harusnya bisa membuktikan lebih.

Ya sudahlah mas…aku bukan siapa-siapa..kembalilah kepada keluargamu, keluarga yang jauh mencintaimu. Kita kembali ke kesepakatan awal kita ( menurut cerita D, mereka telah membuat suatu kesepakatan, namun D tidak menceritakannya padaku).

Maafkan aku mas, memang tadi aku yang memulai. Aku hanya kesal tanpa sebab. Aku mencintaimu mas, tap engkau milik orang. Dulu aku mengatakan jadian sama temenmu hanya untuk menolakmu, mas. Karena aku merasa tidak sempurna, bukan karena tidak mencintaimu. Tiga kali aku mencarimu…meyakinkan hatiku, ketika aku akan menikah. Tapi..aku tidak pernah menenmukanmu. Kamu bagai hilang di telan bumi. Dan selama itu pula aku jalani kehidupan dengan pencarianku kepadamu mas. Wajar kan kalau sekarang aku sangat kesal dan menyesal.

Aku ngerti D, aku yang bodoh, aku menyerah untuk mendapatkanmu. Karena ku pikir kau tidak mencintaiku.setelah aku tahu semuanya…akupun menyesal. Tapi apa daya kita. Seperti yang kamu bilang…kita harus menjadi orang yang bertanggungjawab terhadap keputusan yang kita ambil. Kita harus bertanggungjawab dengan keluarga kita sekaranhg. Itulah yang terbaik yang kita miliki D.

Iya mas…maafkan aku ya…

Sama-sama D, perlu kamu tahu..bukan kamu saja yang menangis, merana, menderita dan tersiksa, aku juga D..dadaku sesak, seperti di himpit batu besar yang tak mampu ku singkirkan.

Sudah ya mas…maafkan aku. Aku sudah mau sampai. Kita sambung besok lagi. Kita harus sama-sama pulang.
Assalamualaikum

Waalaikumsalam

Tangis D makin meledak. Penyesalan yang amat dalam merundungnya. Tapi apa gunanya…inilah jalan yang Allah berikan. Ia hanya berharap, akhir cerita hidupnya akan bahagia. Kuatkan aku ya Allah.

Tak terasa lumayan lama juga anganku melayang pada kisah D.

Ketika panggilan penumpang pesawat Lion Air untuk masuk ruang tunggu. Dan tanpa aku sadar…Lion Air Delay…hampir 30menit . Ya Allah….kemana aku tadi, sampai pesawat delay aja aku ga tahu.
D…D…semua ini karena kamu.

Aku masuk ruang tunggu, tak lama boarding. Angankupun melayang…apa ya…yang terjadi dengan D sekarang. Mumpung masih boarding… coba aku telpon.

Hai..D pakabar? Haa…..geblek…emang dasar jodoh. Dunia sempitttt…ya udah…kamu pindah sini ya..aku biasaaa kursi promo 27C.

Ternyata…we are at the same Plane. D datang dari Surabaya kemarin. Dan sekarang lanjut ke Jakarta. Monthly meeting.

Kami berdua langsung ngakak. Langsung aku tembak dia, meeting neeh, D? atau…..

Meeting….. penasaran aja sehhh.

Iya neh..D, gimana Mas B, baik kan?

Baiklah La, kami masih get connect, kadang ketemu kalo ada waktu. Tapi udah tak ceritain kan…beliau sibuk dengan pekerjaannya. But..that’s enough for me. Aduh La…aku makin cinta, perasaanku ga karuan. Ketika rindu melanda yang ada hanya sesak tanpa bisa berbuat apa-apa. Menderita dan merananya diriku. Apa yang harus kulakukan la.

Kalo sudah begitu aku hanya bersenandung…

aku ada yang memiliki,
engkau ada yang memiliki,
walau kita masih saling meyayangi…
kau disana aku disini satu rasa dalam hati,
namun hanya kau yang kusayangi….mungkinkah terjadi…

hufh…..rasanya ingin teriak….haaaaaaa……..

Mas…mas…kalo saja aku menemukanmu waktu itu…pasti tidak begini ceritanya……bla…bla…..panjang lebar D menumpahkan isi hatinya.
Beruntung sekali La, aku ketemu kamu lagi, aku bisa mengeluarkan semua uneg-uneg ku, tanpa beban. Karena kamu tidak mengenal lingkungan kami berdua.

Eit….jangan salah…bisa saja..ternyata temenku juga temenmu..ingat dunia sangat sempit…selebar 2 jari kita untuk menekan keypad.

D…temanku mengatakan..ada 3 jenis orang dalam hidup ini :
Pertama, orang yang membiarkan mimpinya berlalu
Kedua, orang yang berjuang untuk meraih mimpi itu, dan
Ketiga, orang yang menunggu mimpinya itu sepanjang sisa hidupnya.
Kamu mau jadi yang mana, semua kamu yang menentukan, kalo aku jadi kamu, aku akan memperjuangkan mimpiku (kompor.com).

Aku itu orang yang senang sekali melihat kejadian seperti ini. Mantan-mantan saling ketemu lagi..dan saling mengetahui saling baik-baik saja. Kamu tahu D, banyak temenku yang minta tolong sama aku, untuk mencari tahu kabar terakhir dari sahabat, mantan gebetan atau bahkan mantan pacar, yang sudah lama terpisah. Dan..aku senang melakukannya. Aku senang karena tali silaturahmi diantara mereka akan terjalin kembali, itu yang aku pikir. Tapi…aku tidak pernah berpikir kalo ada yang kejadian seperti dirimu..CLBK..Cinta Lama Belum Kelar…Bersemi Kembali. Baru kali ini aku berpikir…dan satu yang aku syukuri, untungnya bukan aku yang menyambungkan tali silaturahmi kalian. ( ya iyalah….kenal aja baru, hehehehehe).

Lanjutkan mimpimu D. karena berdasarkan ceritamu, itu mungkin terjadi. Perjuangkan..menangkan.

Benarkah La?

Tanyakan hatimu, apa yang kamu mau. Satu yang mesti kamu pikirkan…setiap keputusan yang kamu ambil akan ada yang dikorbankan. Ambilah keputusan dengan korban minimal. Dan….kalo kamu bertanya padaku masalah cinta..aku tidak tahu, yang ada adalah masalah tanggung jawab. Seperti yang kamu bilang juga…Kita harus bertanggung jawab dengan keputusan yang telah kita ambil. Itu baru gentle…meski hatimu akan menderita seumur hidup, itu adalah konsekuensi logis.

D diam… sepertinya..pikirannya melayang mencari ruang pembenaran atas hubungan yang ia jalin dengan Mas B. Aku mencintainya La…aku mencintainya…Ia serpihan Hatiku yang hilang, yang kini kutemukan. Apa harus aku biarkan ia hilang lagi. Berkali-kali…D menggumam mengatakan itu.

Kutepuk pundaknya…ikuti kata hatimu say…kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Bisa jadi memang seperti inilah jalan hidupmu. Jadikan ini semangat untuk memwujudkan semua mimpi-mimpi yang tertunda. Dunia di tanganmu..ok.

OK…mbak yu..makasih ya…kemarin aku mau curhat online ga enak. Takut kamu sibuk, kata D.

Halahhhh….kamu kan tahu..curhat yang bisa jadi bahan tulisan kan punya jalur khusus. Pake ga enak segala. Santai aja D. you know that.

Hehehehe..iya..aku legaa sekarang.

Legaa..? tuch tissue, di plastikin nanti pramugarinya kasian mungutin tissue penuh dengan ingus tangisanmu.

Haaa…segini banyak ? ahh pasti kamu ikutan mewek ini sehhhh…

Weks…udah yukk..mau landing neh. Aku janjian ama ponakanku, kamu di jemput siapa,? Kalo ga..bareng aku aja.

Ada yang jemput kok…dari kantor. Eh..La..kamu balik kapan? Pengen bareng lagi..biar bisa curhat.

Ntar sore Jeng…tapi..otakku sudah penuh hari ini…jadi kayaknya gak ada curhat deh ntar sore….hahahahaha…becanda D. Ntar kita sepakatan aja kalo memang jadwalmu juga sore ini.

Iya deh….ibu konsultan…

Tak Jitak tau rasa D….paling takut kalo mau landing D…apalagi kabut tebal begini….biasanya naik turun. Bismillah….

Sama La…ini tanganku udah dingin. Bismillahirahmanirrahim…….gumam D

Alhamdulillah..meski awan tebal sempat menghambat, pesawat landing juga…mual yang tadi menyerang kini sudah pergi. Hufh……

Aku nyalakan HP ku..(aku termasuk penumpang yang bandel, ga mau nunggu sampai terminal untuk menyalakan HP). Aku telepon ponakan, sudah landing.

Aku dan D berpisah di bandara, sepakat untuk pulang bareng nanti sore.

Semoga kisah mu menjadi inspirasi dan pelajaran buat orang yang membacanya D.

Orang kalo lagi jatuh cinta, di Tanya sedikit juga akan cerita panjang lebar…ingin menunjukkan perasaannya.menunjukkan kepada dunia..aku jatuh cintaa…cuman terhalang status aja, D hanya bisa bercerita kepada orang tertentu, seperti aku, salah satunya. Makanya cukup aku keluarkan kata kunci Mas B, D akan cerita panjang lebar. Benar khan……

SEBANGKU LAGI DENGAN DIANDRA

Akhirnya sore itu aku dan D kembali dalam satu pesawat. Sebenarnya, aku sudah tidak moody sama sekali untuk menjadi tempat sampah kali ini. Tapi…tanggungjawab moral karena sudah mnyanggupi dan apa salahnya mendengar kisah hidup oranglain, barangkali ada sesuatu yang bisa di ambil .

Belum juga duduk, D langsung menubrukku..Laaaa…..…….

Sik…sik….Ayo lungguh sik, kamu mau duduk dekat jendela, nanti baru lanjut cerita, ok?

Boleh La, biar bisa liat bintang di luar.

Pesawatpun akhirnya take off. Aku berusaha memejamkan mata, menghapus kepenatan seharian bersama ponakanku. Mengabaikan suara D yang terus bersenandung .

La…lancar urusanmu? Ayo dong…pengen cerita neh…

“Ahhh, lagi ga mood denger cerita..”

Please…La…ya? Maksa nehh..

Ihhh dasarrr ya..ga tahu diri, mau buang sampah aja..maksa. Alhamdulillah D, kamu sendiri, gimana presentasi hari ini?

“Ya..namanya juga anak buah, di marahi bos sudah biasa lah. Yang kurang inilah..kurang itulah..cabang mu nasabahnya pada larilah. Emang lomba marathon apa. Bos…bos… ntar kalo jadi bos…jangan begitu La…Hargai sekecil apapun prestasi anak buah…paling tidak hargai usahanya.”

“Siappp….lagian aku bukan bos…D…I’m the bos for my self. Mau bangun jam berapa, tidur jam berapa, ga ada yang nungguin aku…jadi…ga deh kalo suruh jadi bos…jauh..jauh deh.”

“E..nasib orang siapa tahu , La…”

“Amiin…kamu tuh yang mestinya jadi bos naik ke pusat, jangan mau ngumpet di Surabaya terus. Biar urusan nasib lancar. Btw..ini yang mau kamu ceritakan…yaaahhhh lebayyyyyy benerrr.. kirain apaan, pake maksa pula. Males ahh. Apalagi senandung sengau itu…polusi..”

Bukan La…Mas B, sudah Sendiri. Dia sudah berpisah dengan istrinya. Ist…

Stop…..ulang lagi…Mas B sudah sendiri..cerai, maksudmu?

Yup…exactly…tepat..benarrrrr.

Ssstttt…ga usah teriak dong. Senang…sih senang tapi, jangan berlebihan, ntar yang keluar umpatan lagi ( D punya kebiasaan buruk, jika hatinya terlalu sedih, atau terlalu senang, tanpa sadar..bahasa suroboyonya keluar , alias umpatan).

Sekarang…kuasai diri…take a deep breath…than…ok..cerita sekarang. (ternyata..dalam hati aku ikut gembira sekali).

Mas B sudah berpisah dengan istrinya sekitar 3 bulan yang lalu. Istrinya yang minta berpisah, beliau merasa sudah maksimal berusaha untuk menyamakan visi, misi dan segalanya dalam Rumah Tangga mereka yang sudah kacau balau sejak 3 tahun terakhir. Dan istrinya telah menemukan pengganti, Mantan penggemarnya waktu SMA.

Yessss…..teriakku…akhirnya…...terus?

D bertutur, Sejujurnya selama ini ia selalu get connect sama Mas B by chating ya meski hanya sekedar apa kabar, tidak pernah membahas yang lain. Mereka sama-sama tahu, status D yang single parents adalah rentan jika dekat dengan Mas B yang sedang tidak harmonis. Jangan sampai D masuk menjadi intruder dalam kehidupan mereka. Ia tidak mau.

Ya..begitulah D, kultur kita itu memandang rendah alias underestimate terhadap status single parents alias janda . Jangankan dekat dengan yang lagi bermasalah, dekat dengan yang normal aja yang kita kenal baik dan kita berkawan dengan yang perempuannya aja juga di curigai. Kalo mau aman dari segi social views..going abroad atau minim kata temenku yang juga single parents you can go to Bali, Indonesia but with international lifestyle.

Tapi, ternyata kedua insan yang masih sama-sama saling punya rasa itu tak bisa membendung laju riak dalam hati mereka. Secara diam-diam mereka sering melakukan pertemuan ketika sedang ada tugas kantor, entah di kampus perusahaan D yang di Bogor atau di kantor cabang Mas B di jogja. Hal tersebut berjalan sudah hampir 1 tahun.

Menurut D, dia berusaha untuk tidak memaksa Mas B membuat komitmen diantara mereka, D perempuan, ia tahu betul rasanya jika di hianati. Seperti yang telah dilakukan oleh suaminya, ketika mereka hidup terpisah kota.

Namun tanpa sepengetahuan D ternyata sudah 3 tahun pula keluarga Mas B bermasalah. Berawal dari sibuknya Mas B dalam pekerjaan, perbedaan kultur dengan istrinya dan kurangnya komunikasi dan pengertian diantara mereka, berpuncak pada pencarian kebahagiaan masing di luar rumah meski hanya sekedar hanging out, yang sampai pulang larut. Sebenarnya ada satu hal krusial dari semua diatas, sehingga membuat Mas B tak punya rasa sama sekali terhadap istrinya, namun D tidak berani menceritakan.

Akhirnya setelah proses mediasi yang berjalan cukup lama, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri rumah tangga mereka secara baik-baik. Sesuai hukum kompilasi, ketiga anak mereka akan ikut bersama ibunya, karena semua masih berusia di bawah 12 tahun. Mas B tetap memberikan tunjangan untuk anak-anak dan tunjangan kepada mantan istrinya.

Sebagai perempuan D merasakan sakit yang amat menjalar dalam hatinya ketika membayangkan menjadi istri Mas B. Ia membayangkan dirinya dulu ketika ia memutuskan harus meninggalkan suaminya yang telah hidup bersama dengan perempuan lain dan memiliki keturunan bersama wanita itu. Bedanya istri Mas B sudah mendapatkan pengganti, mantan gebetannya semasa SMA Ia memupus pikirannya, bukan aku yang menjadi penyebab semua ini. Aku tidak ada diantara mereka.

“Mas B, mengajakku menikah La, Ia bersedia menerima anakku, aku bingung La, aku harus kembali dengannya atau tidak. Aku mencintainya, tapi aku juga membayangkan sakit hati istri Mas B, seandainya ia tahu kami sudah berhubungan sekian lama.”

D,aku pikir kisah keluarga Mas B adalah sama-sama CLBK, baik Mas B dengan kamu ataupun istri Mas B dengan calon suaminya yang sekarang. Tidak ada yang salah dengan hal ini. Akan tetapi jika kondisi keluarga Mas B sebenarnya tidak seperti yang kamu ceritakan, misal ternyata selama ini hanya ada riak kecil dalam Rumah Tangga mereka yang sebenarnya bisa di perbaiki, menjadi parah akibat kehadiranmu.

Tapi La…

D..tunggu, jangan menyela pendapatku, aku harus memandang objektif tidak memihak kamu ataupun istri Mas B, kita abaikan juga kehadiran mantan gebetan istrinya Mas B, kita anggap itu hanya karangan Mas B agar semakin dekat dengan kamu, atau kita abaikan kehadirannya.

Kehadiranmu membuat Mas B tidak semangat lagi bahkan tidak ada kemauan sama sekali untuk memperbaiki rumah tangganya, Ia seperti juga yang kamu rasakan, menemukan kembali serpihan hatinya yang hilang. Akhirnya Mas B lebih bersemangat untuk mengejarmu daripada memperbaiki rumah tangganya yang memang bermasalah.

Seperti yang kamu ceritakan D, Mas B bisa bertahan dalam keadaan Rumah tangganya yang seperti itu selama hampir lebih dari 2 tahun, seandainya tidak ada dirimu Mas B juga masih akan bertahan dan memperjuangkannya. Mau di akui atau tidak, Mas B juga menikah dengan cinta, andaikata tidak, gak mungkin lahir 3 orang anak dari rahim istrinya. Meski banyak yang mengatakan..Laki-laki tidak perlu cinta untuk bisa punya anak, aku rasa itu imposible, pasti meski sedikit ada rasa cinta Mas B kepada istrinya.
.
Sekarang pikirkan kembali, andaikan kamu ingin mengarungi hidupmu yang pernah gagal ini dengan Mas B, apa kamu siap? Itu yang harus kamu renungkan.

Aku mencintainya La, aku sayang dia dan yang terpenting dari semua itu, aku merasa nyaman di dekatnya. I can tell anything about my self, my day without fell scared.

Menurutku kamu harus mencari informasi yang sebenar-benarnya tentang keadaan rumah tangga Mas B. jangan dari versi Mas B, tapi cari tahu lewat orang lain yang benar-benar mengetahui nya dan netral. Bisa temannya, saudaranya atau orang yang mereka percaya.

Setelah itu kamu baru bisa memutuskan, apa langkahmu selanjutnya? Menjadi pahlawan dengan berusaha menyatukan kembali keluarga Mas B, meninggalkannya agar mereka rukun kembali dengan menghilangnya kamu atau meneruskan langkahmu bersama Mas B.

D..bagian yang paling tidak aku suka adalah bagian ini. Dimana orang-orang seperti kalian berada pada titik yang diharuskan memilih, dan itu masa yang sulit dan menguras tenaga dan fikiran. Orang dalam posisiku hanya bisa memberi saran, tidak bisa membantu untuk memutuskan. Dan setiap keputusan yang nantinya kamu ambil harus kamu ketahui benar resikonya, serta jalan keluar terhadap resiko yang sudah kamu antisipasi itu.

Menurutku seperti itu D, sekarang tenangkan pikiranmu, agar kamu bisa berfikir jernih. Satu hal lagi, semoga hal ini tidak memberikan efek negative terhadap performa pekerjaanmu. Yang aku tahu orang-orang dengan abnormally love story in their life have very good carrier in their job. They become very success in job, but not in love story. Karena mereka mengalihkan energinya, dari pada pusing dengan urusan rumah tangga, urusan cinta ,mereka menyalurkan dengan bekerja, menjadi workaholic.

Haa..iya La? Aku juga merasa seperti itu. Semangat kerja yang tinggi, males untuk aktivitas yang wasting atime. Dan aku akui, setahun terakhir ini hasil kerjaku luar biasa, dan dalam meeting kemarin aku promote ke kantor pusat. Padahal sebelumnya aku tidak pernah sesemangat ini dalam bekerja.Daripada aku pusing mikirin hubunganku dengan Mas B mending aku fokus ke pekerjaan. Begitu kali ya La.

Kamu yang lebih tahu D, bukan aku. Kalau aku hanya mengambil kesimpulan dari beberapa kasus yang pernah terjadi. Intinya menurutku dalam setiap kejadian selalu ada dua sisi yang menyertai, sisi baik dan sisi buruk.

Nah…selamat berpikir dan berjuang non. Jangan lupa share ya apapun keputusanmu. I’m really courious what happen next between you and Mas B.

Iya La, pastilah, kamu yang tahu cerita ini secara utuh, no body else. I’ll let you know. Thanks ya..

Tampak D menarik nafas panjang, berusaha menarik nafas panjang dan menghembuskannya, sepertinya ia ingin membuang semua keraguan dan meyakinkan hatinya terhadap Mas B. Dan apa yang harus dilakukannya. To be a hero, or take this chance to life with him?

Tanpa terasa pilot mengumumkan bahwa kami akan segera landing. Berarti masih ada waktu sekitar 10 menit lagi kami di pesawat.

Aku tidak berani menjudge apapun terhadap hubungan D dan Mas B. hati nuraniku jujur mengatakan, mereka bertemu disaat yang salah. Namun perasaan mencintai tidak bisa di larang, itu adalah naluri alamiah, sunatullah, yang salah adalah jika kita meneruskan perasaan itu ketika semuanya sebenarnya tidak mungkin, karena perbedaan prinsip(agama) atau karena status masing-masing yang sudah tidak memungkinkan .

Aku tidak mengatakan itu secara langsung ke D, aku kirim ke inboks di Facebooknya. Menurutku itu akan lebih mengena daripada sekedar obrolan yang mungkin akan ia lupakan begitu selesai aku ucapkan.

Ku lirik D, ia masih menerawang, tak tentu arah. Sesekali ia melihat keluar jendela, namun lebih sering ku dengar helaan nafas panjangnya.

Ku tepuk punggung tangannya.
“D, santai ya…istikharah jalan terbaik. Semua jawaban ada di sana.” You’ll find out the answer, dalam keheningan malam, di saat sebagian besar dari kita lelap oleh buaian mimpi.

Iya La, makasih banyak ya. I hope we will meet again.

I hope so, kita sudah landing D. Aku di jemput misua, kamu?

Ada orang kantor Solo sudah siap, kalo suamimu ga jadi jemput, biar aku antar, sekalian biar aku kenalan dengan anak-anakmu.

Gini aja, nanti kamu selesai acara kantor kamu kontak aku. Kita ketemuan, mau langsung kerumah boleh, atau ketemuan dimana juga boleh. Piye?

Good idea La. Besok aku acara selesai sekitar jam 3an. Aku lanjut Surabaya by train 4 o clock at noon next tomorrow. Aku silaturahmi ke rumahmu aja ya?

Siip… I’ll be waiting for your coming. But..sstttt don’t tell about your story in front off my hubby. He dislike about this thing.

Ok, we down now.

Batavia landing just on schedule sore itu. Akhirnya kami berpisah, aku di jemput misua dan D dengan jemputan kantornya. Arah tujuan kami pun sama, pusat kota solo. D menginap di Novotel, dan aku belok kanan menuju Solo Baru- Solo Raya.

Aku membayangkan semalaman D bakalan insomnia lagi, memikirkan hubungannya dengan mas B. Selamat tidur D, selamat terjaga sepanjang malam. See you tomorrow….gumamku


Kunjungan Diandra….sebulan kemudian…..
Senja sudah beranjak, redup sinarnya, ketika D datang kerumahku. Aku sudah menunggunya sejak jam 15.00, tapi ternyata D membatalkannya dan mengatkan akan datang sekitar pukul 17.00.

Muka kusut, tampak lelah, dan langkah gontai…itu yang ku lihat ketika D melangkahkan kaki menuju rumahku.D sudah melihatku menyambutnya, ada senyum keterpaksaan di sana.

“Assalaamualaikum”.

“Waalaikumsalam, D..akhirnya sampai juga kamu di gubukku, setelah sekian lama kita berteman dalam alam maya..kini menjadi alam nyata.

“Makasih La, aku sangat lelah hari ini. Meeting yang melelahkan.

“Eh, mana anak-anakmu, kulihat di Fb lucu-lucu La?”

“Tadi ada, tapi ini lagi main, paling sebentar lagi juga sudah pulang, kalo suamiku belum pulang, malam biasanya. Ayo D di minum, seadanya lho, aku ga pandai masak.”

D nampak lelah, aku membiarkannya istirahat menikmati terpaan angin di teras rumahku. Hujan rintik turun menyertai, sepertinya mendinginkan hati D yang sedang panas. Mata D masih terlihat menerawang jauh…entah apalagi kali ini yang ingin di pikirkannya.Hampir 10 menit ku biarkan D berlayar dalam lamunannya, sambil ku tinggal ia menyiapkan seragam anak-anak sekolah besok.

“La,” ku dengar D memanggilku.

“Ya D, ada apa? Wanna tell me something, n release your pain? Aku melihat gurat penuh bingung dan harapan dalam wajah D.

“Mas B sudah resmi bercerai, tadi dia mengirimkan email surat ketetapan pengadilan. Dan mengajakku menikah. Aku bingung, aku terima atau gak ya………

“Kalo memang itu benar, terima D, toh kamu sudah lama hidup menyendiri, anakmu juga butuh seorang ayah yang nyata, bukan ayah yang hanya ada dalam status di raport saja. Itu menurutku.

Masalahnya kamu juga harus siap menjadi seorang ibu tiri, buat ketiga anak mas B, begitu juga mas B, harus siap menjadi ayah buat anakmu. Kira-kira hal yang paling simple itu kalian sudah sepakati belum?

Kalo hatimu sudah mantap..yakin dan istikharahmu memang mengarah ke mas B, berarti mas B lah jodohmu D. Ambil dan jalani kehidupanmu lagi..jadilah bahagia.

Kamu tahu sunah rasul…barang siapa yang ingin bahagia, maka menikahlah….jadi sudah hukum alam, sunatullah kalo menikah itu menjadi bahagia, dan jika tidak menikah maka tidak akan tercapai kebahagiaan itu, meski mereka bilang aku bahagia kok tanpa menikah..itu bohong..ada satu ruang dalam hati mereka yang kosong dan hampa. Kamu juga pasti lebih tahu tentang ini.

Menikahlah D, menjadilah bahagia…

Tiba-tiba D berdiri

“Terima kasih La…terimakasih atas nasehatmu, yang memantapkan keputusan ku. Aku harus mengejar Mas B, dia akan flight ke jerman besok pagi. Aku harus mengejarnya..meski mungkin menurutmu itu sangat tabu.” Binar mata D terlihat jelas, binar penuh harapan dan kebahagiaan.

“ Do it say..kejar keinginanmu, raih takdirmu, kalaupun kamu tidak mengejarnya, ku rasa mas B yang akan mengejarmu. Selamat berjuang ya…semoga berhasil.”
D beranjak, memelukku erat, membisikkan kata terimakasih dan doakan aku dengan penuh linangan airmata. Aku menganngguk dan hanya bisa mengatakan, yang tabah ya…


Satu Bulan kemudian………


Pesta yang begitu meriah, meski di kemas dengan sederhana dan suasana pedesaan yang asri. Setelah tadi pagi berlangsung akad nikah yang begitu khidmat dan syahdu di masjid agung. Dan hanya di hadiri oleh keluarga terdekat. Tamu yang datang tampak sangat menikmati. Beberapa ucapan selamat dan buket bunga tertata rapi di pintu masuk.


Selamat menempuh hidup baru
M.Aldian Bintang dg Diandra Nurpradyana Putri…


Rata-rata seperti itulah tulisan di bunga itu.
Hanya satu yang tampak berbeda, di pintu masuk dalam terdapat sebuah tulisan atau tepatnya puisi yang di bingkai begitu besar, sehingga setiap tamu bisa membacanya ketika melewatinya.



Cintaku tlah bersambut…..


Perasaan ini tiba tiba menyelimuti hatiku
Yang belum pernah tersinggahi
senang… bisa melihat dia tersenyum
Bahagia…dengan tatapan sendunya
Ceria……… bersama candanya

tapi…. mengapa jua
Jantungku terus berdegup
Hatiku terus bergejolak
berperang antara keberanian dan ketakutan
keberanian yang diselimuti rasa ketakutan
takut harapan yang takkan tergapai
takut cinta yang takkan bersambut

Apakah ini yang namanya cinta…??
Begitu kuatkah cinta merubah kehidupanku..??
belaian kasurpun tidak membuatku lelap
menu terenak tidak membuatku merasa nikmat
karena gejolak hati yang tak menentu


dan……
di saat aku bisa melepaskan keberanian itu
harapan memang tak tergapai
cinta memang tak bersambut


Namun…..
Senyumannya tetap membuatku senang
Tatapannya masih bisa membuatku bahagia
Candanya masih bisa membuatku tertawa
Dan melupakan kegalauan hati


Asa dan usaha masih ada dalam diriku……
karena aku tahu …
cinta itu ada dalam dirinya
tapi kenapa begitu sulit mendapatkannya..?

ahhh….
Mungkinkah ia tidak ingin terbelenggu
Belenggu yang akan membatasi dari apapun

Aku menyerah
Harapanku tinggal harapan
Berlian itu tiada akan mungkin kugapai
Aku hanya bisa melihat dari lembah yang jauhhh
Tanpa usaha untuk menggapainya

bertahun sudah berlalu…
banyak cinta berganti…
Banyak rasa mengisi hari
beragam kehidupan kulalui
Namun relung hatiku tak pernah terisi

akhirnya…..
kutemukan kembali senyumnya yang dulu
kutemukan kembali tatapannya yang sendu
kutemukan kembali candanya yang ceria

Bahagia itu telah kembali
Cintaku telah bersambut…..

Untuk D…terimakasih sayang


Aku tersenyum bahagia, sebahagia D dan Mas B. aku bahagia untuk mereka dan untuk diriku sendiri. Semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rohmah..amiin.



elgi77, 12 juli 2010
1.21

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan tanggapan, pertanyaan di sini, kami akan segera meresponnya.

Recent

PROFIL FINANCIAL PLANNER - ILA ABDULRAHMAN

ILA ABDULRAHMAN, S.Pt., RIFA, RFC Siti Ruhailah Abdulrahman, S.Pt., RPP, RFA,   RIFA, RFC atau yang dikenal dengan Ila Abdulrahman, ad...

Baca Juga