THE TRUE STORY OF JAYUSMAR

THE TRUE STORY OF JAYUSMAR (post graduated of Bogor Agricultural University 2000

THE TRUE STORY OF JAYUSMAR

Hari senin, 01 februari 2010 kemarin, aku menelpon Jayusmar pemilik NRP D02495018. Aku ingin mendengar kabarnya, keadaannya,karena berdasarkan kabar yg kuterima dia mengalami kecelakaan yang membuatnya harus berbaring selama 4 tahun.

Berikut adalah rangkuman percakapan kami.

Jay menceritakan………

Pagi itu tanggal 23 nopember 2005, ia berangkat kerja seperti biasa, menaiki motor (..Jay menyebutnya ‘’kereta”)

menuju tempat kerjanya.

Entah apa yang terjadi… Jay terbangun di Rumah Sakit, bingung tidak mengenali dirinya dan lingkungannya, AMNESIA…. Jay mendapati paha kiri dan bahu kanannya terbungkus Gipsum, di tambah lagi lutut kirinya retak.

Dan… Empat bulan kemudian dia baru bisa mengingat kejadian pagi itu, ia kecelakaan. Kejadiannya bagaimana… Jay menjelaskan dengan bahasa melayu yang kurang aku mengerti.

Delapan belas (18) bulan ia menjalani perawatan., oleh dokter, Jay di rujuk ke RS ORTOPEDHI (RC Ortopedhi) di Solo. Kebetulan Jay mempunyai paman yang bekerja di Solo. Berdasarkan konsultasi yang dilakukan pamannya, Jay harus di bawa ke Solo untuk mengetahui kondisi terbaru, sehingga bisa diambil tindakan yang tepat.

Jarak Pakanbaru-Solo yang cukup jauh, membuat keluarga Jay memilih minta rujukan ke Malaka.


Rujukan pertama yang ia tuju adalah RS Mahkota Medical Center.

Di RS tersebut, Jay di rawat oleh seorang dokter dari Cina, dr Lim Chui oo. Hasil pemeriksaan membuahkan keputusan bahwa paha kiri Jay yang telah membusuk harus di amputasi. He’s Falling Down…he’s family support him to find second opinion, because Jay does’nt want loose his leg.


Rujukan kedua RS Pantai Ayer Keroh.

Finally.. Jay go to second hospital at malaka called RS Pantai Ayer keroh. In the hospital he is handled by dr Davenkumar Lexminaraya, a dr from India. Paha Jay yang membusuk di cuci dengan menggunakan garam murni, bayangkan perih yang harus ia rasakan.

“Huhf…sakit sekali La.” ga sanggup rasanya walau sekedar untuk membayangkan.

Dr Davenkumar memutuskan untuk sampling bakteri yang terdapat dalam paha yang terus mengeluarkan cairan kebiruan itu. Dr Davenkumar ingin memastikan jenis bakteri yang bersarang adalah seperti hasil analisa dari Departemen Kesehatan Propinsi Riau, yaitu Staphylococcus aerius sp. Ternyata uji laboratorium menunjukan hasil yang sama, yaitu Staphylococcus aerius sp.

Berdasarkan karakteristiknya, bakteri jenis ini bukanlah bakteri ganas, akan tetapi ia jenis bakteri yang sangat bandel, sulit untuk di bunuh.

Dari hasil pemeriksaan..dr Davenkumarkumar memberikan hasil diagnose bahwa paha Jay harus diamputasi, sebelum menjalar. Tulang paha telah infeksi, menyebabkan syaraf juga infeksi, sehingga syaraf juga sudah tidak bisa di pakai lagi.

Stress tahap 2..berlangsung, Jay bersikukuh tidak mau. Ia bilang, ‘’ aku punya kaki Cuma sepasang…aku ga mau kehilangan bahkan salah satunya, pasti ada jalan lain.


Pengobatan Ala Cimande

Dalam kondisi putus asa, kebetulan saudara Jay yang tinggal di Sumatera Utara, memberikan informasi, bahwa di medan ada sangkal putung, tempat pengobatan tulang patah seperti yang ada di Cimande, Bogor. Secercah harapan muncul, Jay mulai semangat.

Tiba di medan ia diperiksa oleh si bapak tukang pijat itu. Bapak itu meminta Jay untuk menggerakkan jari kaki kanannya..oo..bergerak.

“oke dik, bisa..bapak Insya Allah sanggup”.Jay senang sekali.

Dalam perawatan itu kaki Jay dipijat tiap hari, dan ia harus minum jamu, pagi…siang..sore…


3 bulan kemudian(21 bulan sejak kecelakaan)………

Cairan yang keluar dari paha bukan lagi cairan biru berbau busuk.. yang membuat orang disekitarnya mau muntah, tapi seperti cairan berbau daging, seperti darah sapi kurban.


6 bulan kemudian (24bulan/2 tahun sejak kecelakaan)……

Jay yang selama ini menggunakan penyangga, dan kaki menggantung, sudah mulai bisa menapakkan kaki, walau masih tetap dg kedua tongkatnya.


9 bulan kemudian(27 bulan sejak kecelakaan)……

Pen yang tertanam dalam paha mulai menimbulkan rasa sakit. Walu Jay berusaha menyembunyikan sakitnya, si tukang pijit tetap mengetahuinya. Beliau berkata, “ dik, pen itu harus diambil tapi tanpa rontgen dan tanpa bius, karena kedua hal tersebut bertentangan dg system pengobatan bapak.

Tapi, hal tersebut ternyata bertentangan dengan ilmu kedokteran. Jay memaksa ..akhirnya..dikeluarkanlah pen itu tanpa rotgendan tanpa bius ‘’…ihhhhh…sakitnya..la..’’kata Jay.


11 bulan kemudian ( 29 bulan sejak kecelakaan)…….

Jay sudah bisa mengganti tongkat panjangnya dengan tongkat pendek, seperti yang kebanyakan di pake bapak-bapak. Hanya tinggal lutut aja yang belum.


At present…01 Februari 2010

Lutut yg retak belum bisa ditekuk hingga saat ini. Hal itu diakibatkan selama 18 bulan lutut itu lurus, sehingga otot-otot kaku. Untuk bisa di tekuk kembali memerlukan waktu yang lama.

Jadi selama 4 tahun lebih.. Jay tidak bisa menekuk lututnya, ia berkeluh…” bayangin La, gimana aku kalo ke kamar mandi ( bab.com), Sholatpun aku duduk di kursi dengan kaki lurus”. Sabar ya Jay…


Tragedi menjelang pernikahan

Kecelakaan itu terjadi sebulan sebelum hari pernikahannya….merinding aku…Karena kondisi Jay yang seperti itu, dari Amnesia hingga patah tulang dan busuk, keluarga memutuskan mengembalikan calon mempelai wanita ke orang tuanya…hiks..sedihnya Jay…( Ku tulis ini, di iringi lagu “Kehilangan” by Firman).

Berat..tapi Jay tidak mau menggantungkan sang calon mempelai dg keadaannya, dengan besar hati ia berkata,

“ aku bebaskan kau dari ikatan ini” (Huuuu….nangis.com) …oalaaa..Jay..kok ya Kayak Novel Ketika Cinta Bertasbih aja…Sabar ya…

Kabar baiknya, berdasarkan informasi yang di dengar Jay, ternyata sampai sekarang gadis itu belum menikah.

“Masih ada harapan Jay, kalo jodoh pasti kamu menikah dengan dia, Yakin aja, kalo itu memang yang kamu inginkan”.

Di akhir pembicaraan Jay mengatakan:

“ Di setiap kejadian pasti ada hikmahnya, aku di suruh instrospeksi, La”.

“Jay.. boleh kisah ini aku tulis, biar teman-teman mengetahui dan paling tidak ikut berharap dan mendoakan untuk kesembuhanmu”.

“boleh, La…Salam ya untuk temen-temen, terima kasih untuk dukungan dan perhatiannya”.

Insya Allah, Makasih ya Jay, Semangat, kami semua mendukungmu, jangan khawatir tentang pekerjaan, Rezeki mah tidak kemana, kemarin reuni temen-temen juga membicarakanmu, jika kamu sudah siap, Riza…siap ( iya khan Za???? Aduhh..sorry neh…di catut lagi namanya..hehehehehe…).

Okey..Jay…get well soon ya… Assalaamualaikum.

Itulah cerita tentang teman.. saudara kita Jayusmar……

Kabar terbaru (maret 2010) Alhamdulillah, ia sudah bisa lagimengendari keretanya ( motor), meski…masih belum bisa jongkok

Mungkin..Kita tidak bisa membantu apa-apa, tapi paling tidak kita bisa berempati dengan musibah yang ia alami, menggugah nurani kita untuk sekedar mendoakan, dan mensyukuri…. Semua keadaan yang kita miliki.



“ Keadaan kita adalah yang terbaik yang Diberikan oleh Allah”


Selesai……


Elgi 04 februari 2010

Kisah ini ditulis berdasarkan cerita Jayusmar

Tanggal 01 Februari 2010.

Mohon maaf jika da kekeliruan informasi yang ila sampaikan.

Semoga..ada informasi yang bermanfaat di dalamnya….

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan tanggapan, pertanyaan di sini, kami akan segera meresponnya.

Recent

PROFIL FINANCIAL PLANNER - ILA ABDULRAHMAN

ILA ABDULRAHMAN, S.Pt., RIFA, RFC Siti Ruhailah Abdulrahman, S.Pt., RPP, RFA,   RIFA, RFC atau yang dikenal dengan Ila Abdulrahman, ad...

Baca Juga