5 jenis manusia

Copas pernyataan Dr. Ibrahim Elfiky (Maestro Motivator Muslim Dunia) dalam buku Best Sellernya "Terapi Berpikir Positif" ada 5 jenis manusia di dunia ini.

1. Orang yang tidak tahu apa yang di inginkan. Hidup bagaikan daun yang di tiup angin dan bergerak kearah yang tidak menentu.

2. Orang yang tahu apa yang di inginkan, tapi tidak melakukan apapun untuk menggapainya.Pengetahuan lengkap yang dimilki tentang tujuan hidupnya, tidak menunutunnya untuk mengambil langkah positif apapun untuk mewujudkannya.

3. Orang yang tahu apa yang di inginkan dan punya tujuan yang jelas, tapi tidak percaya pada kemampuannya. orang semacam ini tahu yang di inginkan, kapan menginginkan dan bagaimana mendapatkannya, tapi tidak yakin bisa mendapatkannya. rasa percaya dirinya sangat lemah.

4. Orang yang tahu pasti yang diinginkan, tapi terpengaruh oleh hal-hal negatif di luar. Mengetahui apa yang diinginkan, punya tujuan yang jelas dan langkah yang konkret, tapi kepribadiannya sangat lemah, dan gampang di pengaruhi orang lain, sehingga mudah mengubah langkah yang sudah dirumuskan untuk menggapai mimpinya.

5.Orang yang tahu apa yang di inginkan dan berusaha keras untuk menggapainya sampai berhasil. "Apa yang kita pikirkan dan lakukan, akan kembali kepada kita."

ayo menjadi orang yang nomer 5....bismillah....

7 fakta tentang ''Spider'' Laba-Laba

Ternyata laba-laba mempunyai 7 tatanan hidup yg tidak ada salahnya untuk kita ketahui.

Berikut adalah ke 7 hal tersebut :

1. Laba-laba Hidup secara Individualis, manusia makhluk sosial

2. Jumlah betina lebih banyak dari jantan..hmmm..kayaknya sama neh...dg populasi manusia sekarang

3. Anak laba-laba, setelah dewasa memangsa induknya, walahh ''si malin kundang'' anak durhaka

4. Laba-laba betina gemar bersolek ketika membutuhkan kawin, dan setelah hasratnya terpenuhi sang jantan di campakkannya, kebalikan ya, dg manusia kebanyakan perempuan yang dicampakkan, habis manis sampah..dibuang

5. Laba-laba jantan dan betina hidup sendiri-sendiri.

6. Laba-laba hidup kanibal, memangsa sesama laba-laba

7. Laba-laba hidup nomaden, tergantung sumber makanan, dengan memebuat rumah sebagai jebakan.

Ada satu fakta tentang rumah laba-laba dlm QS 29, alankabut :41 ;........dan sesungguhnya rumah yang paling lemah itu adalah rumah laba-laba, jika mereka mengetahui.

Sehingga janganlah kita mempunyai rumah seperti rumah laba-laba, tapi...milikilah sifat seperti lebah,
1. bergotong royong ketika membangunnya
2. Jalinan cinta antar lebah sangat kuat
3.Lebah jenis hewan yang terbuka dan mau berkomunikasi

Seorang ahli mengatakan, benang laba-laba lebih kuat dari benang buatan manusia, lalu dimana letak kelemahannya??? Kelemahannya ada dalam konstruksi.

Hmmmm...teman-temanku yg expert dalam hal ini pasti mengetahuinya.

Jadi.... Find The Spirit of life from our sweet Home.
Lg060210
Tulisan ini berdasarkan ceramah ta'lim rutin yang disampaikan oleh ; ustdzah Siti dzakiyatun Ni'mah, SE (kepala departemen perempuan, PKS kab. Sukoharjo) tgl 1 mei 2009.

From Zero be A Hero

three days and 14 years ago


he is alone

she is alone

he is nothing

she is nothing too


dalam kekhusyukan dan ke syahduan

ikrar suci itu berkumandang

menghalalkan semua yang semula haram

rona bahagia dan titik airmata menyertai

peluk cium dan ucapan selamat menghampiri



seolah

semua baru kemarin

meski sudah 14 tahun berlalu

dua malaikat menceriakan hidup mereka

Thea....Nadine....


dulu kalian bukan siapa-siapa

kini semua telah berbeda

kalian punya segalanya

saling menyayangi dan lebih mencintai

saling percaya dan lebih menghargai

lebih peduli dan selalu bersyukur



happy anniversary sobat

semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan rohmah

dan bidadari itu menjadi qurrota a'yun buat kalian

from Zero be a hero.........


lily, selamat ultah pernikahan yang ke 14 ya...
maaf terlambat...

Kotabarapraba

Jam menunjukkan pukul 23.45 WIB, ketika aku terbangun dari tidurku yang cepat malam ini. Pesan itu begitu nyata.

Aku sedang membereskan laptop di ruang tengah , ketika kudengar deru mobil berhenti di halaman rumah.

Seorang berseragam Militer masuk ke rumah tanpa mengetuk pintu, seolah ini adalah rumah yang biasa ia tinggali. Aku agak terkejut, tapi setelah mengamati seragamnya langsung otakku mengkomando untuk bisa menguasai diri.

“Selamat malam , Bu. Kami ada tugas Negara yang harus kami kendalikan dari sini. Untuk itu Kami mengambil alih Rumah ibu. Silahkan, ibu boleh pergi atau tetap tinggal di rumah ini. Kami minta ibu menemui pejabat yang berwenang untuk mendapatkan surat keterangan pengambilalihan ini.”

Biar aku perempuan bodoh yang hanya suka menulis, otakku ku latih atas kepekaan semacam ini. Otak besarku berbisik, there is something wrong n dangerous. Oleh karena itu aku tidak menanyakan surat pengantar yang seharusnya di serahkan kepadaku sebagai tuan rumah, bukan aku yang harus mencarinya sendiri atas permintaan orang tersebut. Aku merasakan ini lebih dari sebuah Intimidasi, dan nyawaku menjadi bayarannya kalo aku banyak bertanya. Aku segera fokus. “Hmm berguna juga buku Terapi Berpikir Positif nya DR Ibrahim Elfiky yang masih ada di depanku ini ku baca.”

Suamiku yang sedang berada di kamar mendengarkan percakapan kami dengan seksama. Ia keluar, hal yang seharusnya tidak ia lakukan.

Komandan itu berbicara kepada anak buahnya dengan berbisik, yang masih cukup tajam untuk telingaku. Ku dengar sebuah kalimat pendek namun singkat,”screening rumah ini, dan mulai set up.” Semakin aku merasakan hawa bahaya yang amat.

Aku tidak berfikir untuk bertanya. Yang kulakukan adalah melanjutkan packing laptop dan kertas-kertas tulisanku sebelum mereka mendahului dan membuangnya sebagai sampah. Komandan itu terus membicarakan dan mengintimidasiku untuk mendapatkan surat keterangan pengambilalihan rumahku. Aku merasa surat itu bukan tujuannya, tapi ia ingin pejabat yang berwenang mengetahui keberadaan mereka di tempat ini, di rumah ini.

Aku berkemas, kukenakan Sweater merah untuk menghalau dingin yang menyerang malam ini. Aku tidak bertanya apa-apa. Bukan takut, tapi lebih kepada kerhati-hatian dan mengharap mereka menganggapku bodoh, karena dengan begitu aku merasa jiwaku aman. Aku hanya menyerahkan kertas dan pena, untuk di tulis tentang surat pengantar tersebut. Entahlah apa yang dia tulis, satu halaman bolak-balik selembar kertas itupun penuh, dan di akhiri dengan tanda tangan.

Komandan itu menyerahkan kertas itu kepadaku, untuk aku serahkan kepada pejabat yang berwenang di Asrama MIliter Yang aku tempati ini. Aku langsung memasukkannya ke dalam kantong belakang sebelah kanan jeansku, tanpa aku membacanya. Dari mimik muka orang-orang ini membuatku ingin segera pergi meninggalkan rumah ini, toh bisa ku baca nanti.

Aku berjalan keluar di pintu tengah , seorang jendral mengahalangi langkahku dengan tongkatnya. Wajah nya begitu familiar, tinggi,berkopiah, berkacamata hitam dengan stelan seragam khasnya. Tidak mungkin ini pak karno, tidak mungkin.” Itu yang terlintas di benakku.

Beliau menghadangkan tongkatnya untuk menghalangi langkahku. “ Sebentar dik, Kamu tahu KOTABARAPRABA?”

“Aduh pak, saya gak tahu itu apa.” Aku yakinkan dengan mimik bodohku.

“ya sudah.” Orang yang kuyakini sebagai jendral Soekarno itu menarik tongkatnya dan mempersilahkan aku pergi. Ia melepasku dengan senyuman yang sangat misterius, senyuman kemenangan, dan senyuman yang seolah-olah berbicara” bagus, dia tidak tahu, ini perempuan bodoh.”Dari senyuman itu aku tahu, aman bagiku berlaku sebagai orang bodoh.

Aku segera melintasi Ruang tamu untuk segera keluar dari rumah yang dalam sesaat berubah menjadi markas militer ini. Ruang tamu sudah penuh dengan militer. Kapan ya mereka datang. Kenapa aku hanya mendengar deru satu mobil. Mungkin saking konsentrasinya aku tadi dengan pembicaraan si komandan, akhirnya konsentrasiku tidak bisa mendengar deru-deru mobil lain yang berdatangan. Ternyata 5 mobil sudah parkir di halaman rumput rumah yang hijau ini.

Aku dan suami terpana untuk beberapa saat. Badanku menjadi gemetar, gigiku gemeletuk menggigil. Aku kedinginan. Tiba-tiba rasa takut menjalar dalam pikiranku yang direspon tubuhku dengan menggigil kedinginan. Suamiku segera meraih tanganku dan berusaha menghangatkannya. Aku berusaha menguasai pikiranku, aku baik-baik saja dan membayangkan hawa yang hangat, tubuhku merespon, gemeletuk gigiku akhirnya pergi.

Rasanya aku ingin pergi meninggalkan ASMIL ini, tanpa perlu mengantar surat tersebut ke Rumah Dinas Komandan. Tapi aku melihat senyuman penuh ancaman yang seolah-olah berkata, pergilah tidak usah kembali, tapi ingat seluruh keluargamu akan mati. Langsung terlintas bayangan wajah bapak dan mak yang sedang sumringah melihat hasil panennya yang selalu dihargai murah. Aku tidak mau senyum itu hilang akibat kecerobohanku nanti.

Aku terus bertanya-tanya, apa itu KOTABARAPRABA? Pertanyaan itu terus bercokol sepanjang perjalanan menuju rumah Dinas Komandan ASMIL Panularan yang aku susuri dalam gelap malam.

Recent

PROFIL FINANCIAL PLANNER - ILA ABDULRAHMAN

ILA ABDULRAHMAN, S.Pt., RIFA, RFC Siti Ruhailah Abdulrahman, S.Pt., RPP, RFA,   RIFA, RFC atau yang dikenal dengan Ila Abdulrahman, ad...

Baca Juga