If...Aku Mencintaimu (Trilogi 1)

Pagi itu terasa hembusan angin menyentuh kulitku, dingin tak bisa ku bendung begitu saja menyebar keseluruh tubuh. If andai kau rasa apa yg kurasa saat ini ingin seutuhnya kumiliki dirimu kulepaskan semua yg tergenggam dan ku peluk hangatnya cinta kasihmu. Berharap dan terus berharap.

Masih terngiang ucapanmu

Ketika "kaki" sdh tak kuat berdiri,"BERLUTUTLAH",
Ketika ""tangan" sdh tak kuat menggenggam, "LIPATLAH",
Ketika "kepala" sdh tak kuat ditegakkan, "MENUNDUKLAH",
Ketika "hati" sdh tak kuat menahan, "MENANGISLAH",
Ketika "hidup" sdh tak mampu utk dihadapi, "BERDOALAH"
Dan apa saja yang kamu minta dalam DOA dgn penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya AMIINNN...."

If tau nggak kamu, setiap hari ku menangis dan setiap hari juga aku berdoa dan berharap terkadang aku merasa sudah tak kuat lagi berdoa, If aku kangen kamu.

Aduuuuuh, setiap ku lewati lobi botanical squre itu selalu aku teringat saat kita berdua menunggu taksi. Walau sedikit kata terucap tapi tatapan mata antara kita banyak bercerita. Betapa kita terasa menyatu, senyummu, candamu, dan ku mengerti sekarang kita menyatu dalam cinta, aku menangis tanpa air mata. Ku mengerti sekarang, ku akui kamulah cintaku.

"Kak tolong jaga ya hati kita."
"Iya If, tanpa kau pintapun yang terpatri di hati ini akan ku jaga hingga akhir waktu"
"Janji, jika kk udah bosen ma If, bilang aja ya."
"Ihhh kok gitu ngomongnya, sih perlu berbulan bulan kk mempersiapkan hati ini "
"Kenapa kakak, pantes waktu di fb di sapa ngak bales. Hmmmmm."
"Hahaha karena kamu kekasih terbaik ku If.”
”Kk ngak mau kehilangan kamu untuk ke dua kalinya."

Ku coba untuk melawan hati
Tapi hampa terasa disini tanpamu
Bagiku semua sangat berarti
Kuingin kau disini tepiskan sepiku bersamamu
Hingga akhir waktu....


Mengalun lembut dari tape mobilku. Hmmm semakin menambah suasana merindu.
Hari itu tanggal 15 hari sabtu kami sepakat bertemu di sebuah toko buku. Maklum If paling suka baca aku paling suka nulis jadi satu pemikiran ketemuan ya di gramedia.
Gemuruh di dada, getaran di hati dan perasaan campur aduk. Hmmm ini kali namannya grogi harus di mantapkan hati apapun yg terjadi.

Bimbang dalam hati menarik kakiku hingga sulit untuk berjalan.

"Benarkah dia masih ingat aku?”
“Benarkah dia menyayangi aku ataukah hanya sebuah fatamorgana saja?" Hati kecilku bertanya, harus di buktikan, ya udah harus ketemu dulu Hmmm batin ini memantapkan langkahku.

Kulihat kanan kiri gramedia pagi ini sepi sekali, hanya beberapa orang yang lagi asik membolak balik buku. Di ujung, ku lihat ada seorang yang lagi serius memperhatikan para pengunjung. Huuu itu sih satpam, xixixixi.

Ku setengah tak sabar, ku telpon If sambil mata menyapu seluruh ruangan detil ku perhatikan sepertinya dia belum datang tapi ah.

"Halo". Terdengar sapaan dari seberang. Eh aku kaget campur bahagia.
"Hai.... If dimana?"
"Aku di gramedia kak."
"Di sebelah mana ?"
"Di bagian bacaan anak. Udah nyampe ya?"
"Iya." Disudut pandangan ku lihat sesosok wanita. Sekilas ku teringat waktu kemping di gunung bunder sosok inilah yang sangat ingin ku lindungi ku sayangi ingin rasanya membahagiakannya entahlah. Perasaan itu timbul dengan sendirinya keluar dari hati itu saja.

Aku yakin itu If, yang lagi asik memilih milih buku sejenak aku perhatikan sosoknya yg membelakangiku, ku biarkan beberapa detik berlalu sekedar ingin memperhatikannya.

"Ehmm, Udah selesai milihnya?"

Dia berbalik dan tatapan mata kaget terlihat betapa gugupnya. Padahal andai dia tahu betapa groginya dan begitu kuatnya aku menjaga sikap agar ngak terlihat grogi.

"Bentar ya, aku bayar dulu." terlihat jelas groginya, xixixixxi seneng banget aku liat roman muka, raut wajah dan gerak tubuhmu. hahaha aku seneng sekali
"Mau ke mana nih?" Tanya If.
"Cari makan dulu yuk, kakak belum makan dari pagi"
"Iya itu Solaria ada nasi goreng "
"Boleh-boleh, yuk."

Begitu banyak hal yg ingin ku ceritakan If, tapi tak semudah itu keluar dari mulutku. Hanya mata kita berdua banyak bercerita, betapa rindu belasan tahun itu, kini hadir di depan mata dan kembali rasa sayang, rasa ingin melindungimu, kembali berkobar di dada. Betapa aku sangat menyayangimu. If tataplah mataku, bukalah hatimu, lihatlah diriku, betapa aku sayang kamu.

"Kok nggak di makan nasi gorengnya kak?"
"Kakak lebih seneng liatin kamu If."
"Huh gombal aku makan aja ya?"
"Boleh jadi kayak lagu dangdut ya sepiring berdua, xixixixi."

Mungkin kau bertanya tanya,arti perhatianku kepadamu. Mungkin kau menerka-nerka, apa yang tersirat dalam gerakku. Akulah serpihan kisah masa lalumu,yang sekedar ingin tahu keadaanmu.Tak pernah aku bermaksud mengusikmu, mengganggu sejenak ketentraman hidupmu.

Hanya tak mudah bagiku
lupakanmu dan pergi menjauh.
Beri sedikit waktu agar ku terbiasa bernafas tanpamu.


Lagu itu mengalun syahdu dari tape mobilku, If duduk di samping memandangiku membuat aku salah tingkah.

"Aduh dimana ya tiket parkirnya?" If hanya memperhatikanku terus, aku tak sanggup melihat wajahnya.
"Kakak grogi ya?" Tanyanya.
"Ah siapa bilang "jawabku.
"Itu tiketnya di pegang. "
"Xixixixixi..." Aku mati kutu.
"Kakak boleh ngak aku cium kakak?" What? Gubrakkkk.

Sekejap aku menoleh ke arah If duduk. Kulihat dia dengan wajah serius melihat tepat ke mukaku. Pancaran matanya terlihat kejujuran dan pengharapan kebahagiaan ini janganlah cepat berlalu pikirku.

"Boleh If."Jawabku.
"Maaf ya kak aku lancang."
"Kakak mengerti If."

Dulu waktu perkemahan di gunung bunder, kata-kata itu ingin ku ungkapkan, tapi entahlah aku mungkin lelaki yg kurang berani. Padahal waktu anterin kamu ke toilet itu aku sudah merencanakannya. Suasana dinginnya kabut malam dan posisi ku sebagai kakak kelas jelas, mempunyai kesempatan yang sangat besar, tapi nyali ini yang kurang besar. Terlalu banyak pertimbangan dan takut nggak bisa membahagiakannya, padahal seperti halnya aku dekat dengan kamu saja, sudah bahagia tak perlu berbagai macam hal kemewahan karena kebahagiaan itu tak dapat di beli tapi hadir karena dari hati.

Ahhh, coba keadaan ini terjadi 15 tahun yg lalu saat cinta pertama mulai bersemi, saat saat terindah merajut asa, menjalin mimpi masa depan. Botanical square pagi itu sudah cukup ramai, ku pacu mobil ku telusuri macetnya kota kenangan. Kota dimasa muda menghabiskan waktu menimba ilmu yg semakin hari semakin penuh sesak dengan angkot. Arah darmaga tak seperti dulu yang sepi, sekarang sudah sama saja macet dan berdebu.

Bayangan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), yang adem, sejuk rindang dan bersih, saat dulu kuliah hapus sudah. Memasuki kawasan dramaga, macet menghadang. Lingkungan kampus yang kusam dan tak terawat. Hai, kemana nih para alumni? Pikirku kampus ya kampus jangan dikomersilkan untuk tempat wisata. Waaaah kampus harusnya jadi tolak ukur membangun negri ini jadilah Indonesia kecil. Di sebelah If masih terus memandangiku kemelut dalam pikiranku seakan hilang saat melihat wajahnya.

Ah wajahmu, senyummu, menyejukan hatiku maafkan aku If jika ternyata bukan aku yang sekarang mendampingi hidupmu, bukan aku yang membahagiakan kamu, bukan aku yang melindungimu, bukan aku yg saat pertama kau buka mata, bukan aku yang menjagamu disaat kamu sakit If. Maafkan aku.

Di sudut ruang itu aku duduk memandangi dirinya, dari tadi tak banyak kata terucap hanya rasa memiliki yang meninggi. Aku sayang kamu If. Ku cinta kamu If, sangat mencintaimu aku ingin menjaga rasa itu. If karena kamu cinta pertamaku rasa itu akan selalu ku jaga dan tak akan dapat tergantikan. Seolah syair lagu penjaga hatinya Numata.

Cinta ini takkan terhapus oleh waktu
Begitu adanya dirimu
Masih disini setia tuk menjagamu
Akulah penjaga hatimu


"Kak I Love u."
Ku tatap lagi wajahnya dia makin mendekat dan duduk di pangkuanku "peluk aku kakak ".”
Ku peluk dia dengan penuh cinta ku genggam semua harapannya ku dekatkan hatiku dan hatinya, hembusan nafasku merasuk ke dalam sukma terasa hangat di sekujur tubuh. Kunyanyikan lagu cinta, ku coba untuk melawan hati.

Tapi hampa terasa disini tanpamu
Bagiku semua sangat berarti
Kuingin kau disini tepiskan sepiku bersamamu
Hingga akhir waktu...

Serasa dalam pelukan itu aliran sayang cinta dan kasih mengalir hangat "kakak sayang kamu If" setulus hati ini ingin menjagamu membahagiakanmu. If bibir sudah tak bisa bicara hanya rasa yang semakin nyata. Tatapan mata lebih banyak menceritakan betapa perasaan rindu yang mendalam mengalir tak berhenti.

"Haruskah kita melakukan itu kakak."
"Nggak perlu If, kakak menyayangi kamu setulus hati bukan sekedar nafsu kita tak harus melakukannya karena cinta sejati tak saling menyakiti."
"Serius kak?"
"Iya If, kakak menyayangimu If, kakak ingin menjagamu. membahagiakanmu"

Waktu berlaluterasa berpacu, detik berganti terasa sekedip. Huuh kok cepat sekali ya berlalu. Semakin erat ku peluk tubuhnya tak ingin ku lepaskan lagi aku gak mau kehilangan kamu If. Gak mauuuuu.

Adzan berkumandang pertanda sholat harus didirikan. Ku ajak If berwudhu shalat berjamaah, terasa nikmat yang sesungguhnya, terasa terpatrinya sayang sangat membekas di hati kau cium tanganku setelah shalat "mau kah kau menjadi makmumku If?"

Kulihat matanya berkaca sedih dengan anggukan kepala ia menjawab "iya mau kak seandainya."
"Sudahlah If kita harus bersyukur dengan semua karunia Nya, syukuri karena untuk perpisahaan saat ini kamu tahu apa yang ada dalam hatiku dan akupun tahu apa yang ada dalam hatimu."

"Kakak jaga hatinya ya."

"Iya If, dengan setulus hati. Perlu kamu tahu, seandainya waktu berpihak, aku tidak akan menikah lagi, kecuali dengan kamu If.”

If tampak berkaca-kaca dan sangat bahagia.

Lobi botanical square itu ramai orang taksi keluar masuk menurunkan penumpang. Disampingku berdiri wanita yang telah memberi arti dalam hidupku, kata tak banyak terucap walau dalam hati tak ingin berpisah tapi sang waktu terus berlalu.

"If hati hati ya aku akan sangat merindukan kamu."
"Iya kakak juga ya jaga ya."
"Jangan khawatir nanti kita harus bisa berjanji untuk shalat magrib bersama ya."
"Kakak kenapa gak sekarang..."
"Waktu yang memisahkan kita dan waktu jua yang menyatukan kita If. Sabar ya."
"Hmmm ya sudahlah, Kakak juga hati hati ya. "

Terekam dalam memoriku dengan akurat posisi dia berdiri, di samping senyumnya, tatapan matanya, tatapan penuh harapan tatapan penuh cinta. Ingin rasanya ku peluk kamu If. Tak ingin ku melepaskanmu If, tapi keterbatasan ini.

"If satu yang membuatku tenang sekarang kita berdua sudah tahu yang terpatri di hati ada rasa saling menyayangi dan saling mencinta."
"Iya kakak itu sudah cukup membuat If bahagia"
"‎Ingatlah cinta pertama dibawa oleh adam dan hawa ‎dilanjutkan oleh rama dan shinta
dibawa mati oleh romeo dan juliet, ‎sekarang cinta itu dihidupkan lagi oleh aku dan kamu.”
"Iya kak... Hati hati ya kak If pulang dulu."
Iya If, juga hati hati jaga ya."

Tak ku lepaskan pandangan sejak If naik taksi hingga taksi menjauh dan hilang di antara ribuan kendaraan di jalan raya itu, pandangan mataku masih melekat aku masih kangen If.

Kriiiiing…Hp ku berdering.
"Halo "
"Kakak ini If tau gak kata supir taksi tadi pas kakak anterin naik tadi?"
"Iya, kenapa If?"
"Kok suaminya ngak ikut non? Katanya xixixixxi "
"Hahaha, amiiin, gitu bilang If. "
"If bilang aja, suaminya masih ada tugas kerjaan di bogor xixixixi."
"Ammmmmiiiiin."

Sebait syair lagu the virgyn mengalun dalam hatiku.

Kau kan selalu tersimpan di hatiku
meski ragamu tak dapat ku miliki....
jiwaku khan slalu bersamamu
meski kau tercipta bukan untukku...
tuhan berikan aku hidup satu kali lagi
hanya untuk bersamanya
ku mencintainya
sungguh mencintainya....

Hari ini tanggal 14 hari jumat entah kenapa aku merasa sangat sehat setelah 10 kali kemoteraphy tak seperti biasanya semangat hidup ini datang karena hadirnya harapan janji bertemu denganmu If. Besok semuanya harus tuntas dan jelas kenapa aku harus meninggalkannya kenapa aku tak pernah mengucapkan kata cinta padanya semoga dia masih ingat aku.

"Dokter. Dokter cepat dok di ruang icu pasien anfal dok."
"Beri pertolongan pertama suster, cepat."

Terlihat kesibukan yang luar biasa di ruangan ICU, aku hanya memperhatikan dokter dengan cakapnya menyuntikan obat memberi kejut jantung. Tapi…
"Udah gak ada respon dok...."

"Kita sudah berusaha semampunya tapi Tuhan berkehendak lain coba kasih tahu keluarganya."

If, kenapa kamu terus menangis jangan disesali, syukurilah semua yang terjadi ambil hikmahnya yang pasti cinta itu tulus dan menyatu walau tak harus memiliki.

Ku tatap wajahnya air matanya terus mengalir sesekali dia usap dengan tisue, hmm indahnya.

"Kakak kenapa semua ini cepat berlalu disaat harapan dan rasa mulai terbuka kak?"
"Kenapa kakak?"
"Kak kurasakan betapa besarnya cintamu kak, hingga tanpa jasadmu pun kau tepati janji bertemu aku."

Di samping If, aku nyanyikan lagu :

Kau kan selalu tersimpan di hatiku
meski ragamu tak dapat ku miliki....
jiwaku khan slalu bersamamu
meski kau tercipta bukan untukku...
tuhan berikan aku hidup satu kali lagi
hanya untuk bersamanya
ku mencintainya
sungguh mencintainya....


"Yang terpenting If, kau telah memiliki hatiku. Dan aku bahagia sudah mengetahui semua rasa dalam hatimu."

Ku lihat If bersimpuh di pusara itu, di nisan itu tertulis namaku, orang yang bercita cita menghidupkan kembali cinta.
If, aku mencintaimu…


Untuk setiap insan yang masih menyimpan rasa cinta..Jadikan ia indah dalam hati

Story by Hediramdhanrismawan@yahoo.co.id
Edited by Ila abdulrahman

Comments

Post a Comment

Tinggalkan tanggapan, pertanyaan di sini, kami akan segera meresponnya.