Travel Writing Workshop

Sturday, February 26 · 3:30pm - 8:00pm

Location Buka Cafe, Jl Mujaer Raya, Rawa Bambu (samping SD Al Azhar) Pasar Minggu

Created By

More Info
Buat teman-teman Wildlifer dan rekan-rekan sekalian yang sudah beberapa kali nagih, kali ini kita akan mengadakan workshop penulisan 'Travel Writing".
Workshop akan diadakan di Buka Cafe, mulai jam setengah 4 sore, sekalian malam mingguan di sini.
Buat Wildlifer sekalian, tentu saja acara ini Gratis, tapi makan dan minum bayar sendiri.
Materi workshop, mulai dari bagaimana menyiapkan perjalanan, mengumpulkan informasi, membuat data
...base informasi, mencari kekhasan suatu tempat, bagaimana memulai menulis, mengumpulkan foto pelengkap artikel, dan menjual tulisan ke media. Tempat terbatas, maksimal hanya 20 orang saja yang pertama mendaftar. Acara akan diselingi juga dengan pemutaran foto-foto perjalanan dan foto-foto hidupan liar. Pemateri: Bernard T. Wahyu Wiryanta - Wildlife/Travel Photo Journalist Hadiiswa - Fotografer/Journalist (dalam konfirmasi)
Peserta: 1. Nugroho Budianggoro - Jakarta Selatan 2. Panca Oktawirani - Bogor 3. Wulan Pusparini - Buitenzorg 4. D. Christyadi - Banten 5. Cherry Sitanggang - Jakarta 6. Muhammad Ridwan - Bandung 7. Erry Muharrom - Depok 8. Dedy Istanto - Depok 9. Sandhi Irawan - Jakarta 10. Mariza Melia - Cibubur 11. Dwi Putri Ratnasari - SBY 12. Hafida Meutia - Cilandak 13. Made Wahyuni Jakarta 14. Ayos Purwoajie - Soerabaya 15. Yeni Nur Azizah - Solo 16. Ila Abdulrahman - Surakarta 17. Uswatul Chabibah - Depok 18. Martina Safitry - Pasar Minggu 19. Wahyu Widhi
Persiapan Travel Writing
1. Tujuan : tujuan perjalanan harus sudah di tentukan jauh-jauh hari paling tidak beberapa minggu sebelumnya.
2. Transportasi, How to get there : apakah melalui jalan darat, laut, atau udara, atau gabungan semuanya.
3. Penginapan: dimana mau menginap selama di tempat tujuan, banyak juga tempat menginap gratis www.hospitality.com, www.stayforfree.com, atau tinggal di tempat penduduk.
4. Listing: membuat list tempat-tempat yang mau di tuju, berapa lama waktu untuk mengujungi.
5. Budgeting : setelah di tentukan semua, maka di hitung berapa dana yang di butuhkan
Collecting Information
1. Sebelum melakukan travelling, informasi dapat di peroleh dari : Frens, majalah, search engine, kalender wisata, brosur, pameran, dianas pariwisata dan kebudayaan, dll.
2. Dalam perjalanan : sopir angkutan, Dinas Pariwisata, tokoh masyarakat, penduduk, dukun, pedagang di pasar, terminal, hotel.
Pedagang, sopir mempunyai jaringan yang sangat luas.
3. Setelah Travelling : mengumpulkan kartu nama, nomer telpon, email, fb, brosur, dll. Pada saat menulis terkadang ada informasi yang kita lupa, sehingga kadang perlu bertanya, bisa melalui telpon, email, atau inbok fb.
4. Mencari informasi lain/keunikan wilayah yang belum di ekspos oleh penulis lain. Bisa jadi hal yang sangat sepele atau kecil, tapi ternyata merupakan hal yang informatif dan sangat di butuhkan orang lain.
Setiap daerah mempunyai karakteristik yang unik dan menarik yang berbeda dengan daerah lain, sehingga traveller harus rajin menggali dan menggali informasi ke semua penjuru.
Misal: keindahan dieng sudah biasa di tulis oleh siappaun penulis, namun sedikit yang tahu tentang upacara pemotongan rambut gimbal di dieng.
Upacara Kasodo di gunung bromo juga informasi yang sudah biasa, namun upacara Dukun bromo, hal menarik yang belum di ekspos.
Dalam satu perjalanan, bisa menjadi beberapa artikel dengan sudut/angel pembahasan yang berbeda.
Menggali informasi dengan wawancara
1. Membuat narasumber nyaman dengan kita, amati situasi.
2. Narasumber yang tersita waktunya berhak mendapatkan reward, sebagai pengganti. Dalam wawancara, kenali dulu orang yang akan kita tanya, ada yang suka ada yang tidak. Sebagai antisipasi terhadap yang tidak suka sebaiknya tidak terlihat kalau kita sedang interview, beri kesan ngobrol biasa, dengan alat rekam tersembunyi, misal HP hanya kita kantongi.
3. Berlaku sebagai orang bodoh.
4. Berlaku sebagai orang yang memberi informasi, pastikan informasi yang kita sampaikan sangat berguna meskipun sepele dan berhunbungan dengan daerah tersebut. Misal,kita ada di suatu tempat yang masyarakatnya menanam jagung, tidak bisa menanm padi dan hanya tahu jagung di makan sehingga banyak jagung tersisa sampai panan berikutnya, kita bisa informasikan, bahwa di daerah A membutuhkan jagung untuk keperluan pembuatan makanan dan bisa barter dengan beras.
Mengumpulkan Foto Pelengkap Artikel
1. Abadikan foto apa saja, Human interest, tempat ibadah/bangunan, rumah unik. Taman unik, alat transportasi, gunung, sungai, jembatan, hutan, kebun, bunga dll. Semua foto merupakan dokumen. Ambil foto dari beberapa angel yang berbeda., menggeser sedikit angel bisa menjadi bahan artikel yang berbeda.
2. Siapkan kertas dan pena, untuk mencatat foto yang diambil. Segera beri FOTO CAPTION, untuk menghindari lupa.
Menulis
Menulis bisa di mulai dengan dua cara:
1. Dari foto menjadi artikel, foto merupakan dokumen yang kaya informasi bagi si penulis, dengan melihat foto akan mengingatkan kembali setiap detail kejadian.
2. Artikel/tulisan di dukung foto. Foto sebagai pelengkap tulisan
Bagaimana memulai menulis
1. Bisa di awali dengan menceritakan pengalaman, apa saja yang kita lihat. Tulisan di sesuaikan dengan karakteristik majalah atau koran yang kita tuju, atau bisa juga dengan karakteristik kita sendiri, namun sebagai penulis awal sebaiknya di sesuaikan dengan karakteristik majalah tersebut. Siapkan dengan berberapa angel penulisan sebagai antisipasi tulisan di muat di lebih dari satu majalah.
2. Hindari memaksa orang mengambil kesimpulan, beritahu apa adanya. Indah, menakjubkan atau menariknya sebuah tempat, biarkan pembaca sendiri yang menilai, jangan mereka menilai karena kita menyimpilkan” tempat A sangat menakjubkan”, karena pandangan atau pendapat orang berbeda-beda dalam menilai menarik atau tidaknya suatu tempat.
3. Memilih angel/fokus artikel: Budaya, Human interest, kuliner, arsitektur bangunan, dll, sebaiknya mempersiapkan angelangel yang berbeda. Misal: kunjungan ke pulau komodo, ternyata sampai di sana komodo tidak muncul, akhirnya kita harus bisa menulis artikel yang lain, misal perjalanan menuju pulau komodo dengan viewnya. yang berbeda-beda, hal ini berguna jika tujuan utama tidak tercapai karena satu dan lain hal, sehingga kita masih punya stok artikel dengan
Inilah pentingnya juga di buat listing priority tempat yang mau di kunjungi, jika ada hambatan di lapangan, harus siap dengan plan cadangan.
4. Aksestabilitas, dalam tulisan harus menyertakan informasi bagaimana untuk sampai di tempat tersebut, jangan sampai panjang lebar kita menulis ternyata tidak ada informasi bagaimana untuk sampai ke sana sehingga pembaca kecewa, menarik tapi ke sana nya kok ga ada keterangan ya.
Menjual/Membagi Tulisan
1. Blog, Website, Facebook : sekedar berbagi/sharing
2. Kemana mengirim tulisan? Jangan terjebak mengirim hanya ke majalah/koran Travelling, hampir semua majalah, Koran memiliki tempat untuk artikel travelling, travel place.
3. Mengumpulkan Majalah : mencatat alamat, nomer telpon/fax, email. Artikel sebaiknya di kirim sekaligus dalam 2 cara: email dan fax di ikuti dengan follow up melalui telepon, karena tidak semua majalah langsung membaca email yang masuk, sehingga harus di fax juga yang kemudian kita menelepon memberitahu bahwa kita kirim artikel sudah di email dan di fax. Dan meminta kepastian kapan di beritahu di muat atau tidaknya artikel kita, dan telepon kembali pada waktu yang di janjikan, hal ini untuk mengantisipasi agar kita bisa mengirim ke majalah lain sesegera mungkin.
4. Artikel yang di kirim, sebagai awal mengikuti karakter majalah tersebut. Ada beberapa majalah yang tidak mau menerima artikel yang sudah di muat di blog, website atau fb.
5. Sebaiknya artikel di kirim ke daerah lain, misal kita menulis artikel tentang Tawangmangu, Jawa Tengah, sebaiknya artikel tersebut kita kirim ke majalah yang terbit di Jawa Barat, Kalimantan, atau bahkan majalah luar negeri, karena mereka lebih menyukai artikel yang di tulis oleh orang lokal wilayah tersebut dari pada artikel yang di tulis oleh orang luar yang mereka kirim.
Artikel dengan berbagai angel merupakan tabungan seorang penulis. Honor di muatnya artikel berbeda-beda untuk tiap majalah. Ada majalah tertentu yang honornya di berikan berdasarkan terkenal atau tidaknya penulis, namun ada grup koran yang memberikan honor sama rata,tidak melihat penulisnya, meski presidenpun akan di beri honor yang sama.
Tiket (pesawat, tiket masuk, dll), brosur, merupakan dokumen sumber informasi aksestabilitas, sehingga harus di kumpulkan dan di simpan yang di butuhkan ketika menulis.
Tips Mengirim Naskah
1. Naskah dalam format .doc
2. Foto resolusi rendah, sebagai contoh saja. Hal ini juga sebagai alat untuk mengetahui di muat atau tidaknya artikel kita, karena jika di muat maka redaksi akan menelepon kita untuk mengirimkan foto yang harus di sertakan.
3. Foto sebaiknya di kirim tanpa editing, karena sebagian besar majalah akan mengedit sendiri sesuai dengan kebutuhan.
Yang paling utama dari hal semua di atas adalah bahwa selalu rajin dan tidak patah semangat untuk menulis dan menulis, karena jika sekarang memulai, belum tentu setahun kedepan tulisan kita bisa di muat.
Inti dari Travel Writing antara lain adalah membuat tulisan hingga pembaca bisa merasakan apa yang kita rasakan dalam perjalanan kita (Bernard T. Wahyu wiryanta).
Semoga bermanfaat
Jakarta, 26 februari 2011

Comments

  1. Kemarin saya telat datang gara2 nyasar, hehe... untung udah dirangkumin sama Mbak Ila, salam kenal ya, Mbak...

    -Putri-

    ReplyDelete

Post a Comment

Tinggalkan tanggapan, pertanyaan di sini, kami akan segera meresponnya.