Rumah Pijat Anita


by ila abdulrahman
Ila penasaran dg kehidupan Anita. ini anak kok bisa jadi sangat kaya raya. Termasuk keluarganya. Akhirnya dg seorang teman *lupa namanya* main ke rumahnya. Di sana memang..woowww..luar biasa rumahnya. Ngobrol -ngobrol akhirnya kami pamit, karena kami mesti kerja* ceritanya jadi tukang pijit panggIlan; khusus muslimah*Sama Anita malah di ajarin teknik mijit, bagaimana mereka tetap menggunakan kita dan lain-lain. Bahkan dia bersedia mentraining karyawan kita. Termasuk merubah penampilan, di sesuaikan dg segmentasi pasar dsb. Bahkan dia bersedia supervisi.
Dari situlah akhirnya terungkap, bahwa keluarga Anita mempunyai bisnis rumah pijat. Rumah pijat seperti apa kami tidak tahu. Dan dia bilang: seandainya negara ini dalam keadaan perang, maka keluarga kami berhak lari atau di selamatkan setelah keluarga presiden sby.
Lho, kok bisa.
Iyaa, karena kami sudah diangkat menjadi keluarga presdien, dan presiden juga partner bisnis papi la. Huebat, Bisnis apa? Rumah pijat ini? *gilaaa, kalo udah presiden pasti kliennya kelas dunia*
iyaa, kemarin saja waktu Obama ke sini terapisnya dari kami.* bener2 mimpi deh*
Ternyata papanya Anita ada di rumah. Kami yg waktu itu ngobrol di rumah lain, kaget, di kabarin kalo papanya Anita meninggal. Anita pulang duluan, Ila sama seorang temen menyusul kemudian dan langsung ke rumah/kamar papa Anita.
Anita sedang sibuk menelpon saudara-saudaranyanya. Ila hanya trenyuh dg posisi jenanzah. miring ke kiri terjepit antara tempat tidur'dan tembok. Ila balik, ambil n70 yg Ila taruh di deket meja di kamar papanya Anita. Lha, kok ganti dg nokia 1335 tipis kotak, bagus sama baterai cadangan.
Nita bilang, kamu kerja dg klien yg melihat penampilan. Hp jelekmu itu tak ganti ini. Nit...ga usahhh..gpp...sudah terima..saja. Ila terima..liatinn..terus..nokia model kapan ini,owh paling belum rilis.
Ila pulang sambil terus memandang hp itu, warna dark grey.
Besoknya..jenazah papa Anita di mandiin. Tapi..aneh...ada rebusan lilin malam yg terus di aduk hingga kental. Sedangkan jenazah juga di panasin di atas api , sambil di bawahnya di siapin bungkus..dengan warna hitam keabuan.
Akhirnya cairan lilin malam, yg biasa di gunakan untuk membatik itu dianggap cukup kekentalannya di tuangkan di atas jenazah. Jenazahpun di bungkus. Anita menggunakan baju yg tidak layak utk acara kematian, kaos dengan overall yg hanya di gantungin.
Dia bilang: papila suka banget kalo ila pake baju ini, katanya ila keliatan cantik. Ternyata, jenazah yg sudah di ikat, kakinya tidak bisa lurus, menekuk, juga bagian tangannya. Tempat pembakaran di bawahnya berubah basah menjadi kolam, karena hujan terus turun. Utk mengatasi mayat, lempengan batu besar di tindihkan. namun, tidak berhasil.
Akhirnya keluarga sepakat Anita harus tidur di atas jenazah papanya supaya jenazah bisa lurus. Saat itu Anita sudah memakai gaun warna hijau. Dan, basah semua. karena rembesan dari bawah dan guyuran hujan. Jenazah siap diangkat untuk di sholatkan. Tiba2 tempat menaruh jenazah itu roboh dg Anita di atasnya, juga terpal yg di gunakan utk melindungi roboh.
Mayat tidak bisa di angkat. Jenazah itu bergerak sendiri. Tidak mau ke tempat sholat. Jenazah tak terkendali. Pelayat berlarian ketilatan. Juga Anita dan ibunya. Ila lari ke mobil. Anita menangis berdoa memohon ampun atas kesalahan papanya, Anita bukan anak kandung keluarga itu, dia diangkat dari sebuah panti asuhan, Jenazah itupun tidur kembali.
Dan, akhirnya prosesi di ulang seperti layaknya jenasah seorang muslim. Dalam tangisnya Anita terisak sambil berkata, ''la, aku mohon kepada Allah, untuk mengampuni semua kesalahan yg dilakukan papi, karena tempat pijat ekslusif yg memberi kesempatan kpd hidung belang utk bernego dg terapis melakukan asusila di luar tempat pijat tanpa papiku sadari, dan berjanji aku akan merubah dan menutup yg tidak mungkin di rubah. itu hanya memberi ruang waktu, bagaimana yg menyediakan tempat, Ila? peluk Anita.
Dia berkata, aku tidak tahu, apakah aku masuk anak atau bukan, karena aku hanya anak pungut?. Doaku dianggap sebagai anak sholeh atau bukan, tapi aku ikhlas dan bersungguh2 dengan janjiku.
Setiap anak adalah anak bapak atau ibunya, meski mereka tidak lahir dari perpaduan keduanya Nit. Insyaallah doamu di ijabah Allah.
Jenazah itupun selesai di mandikan, di sholatkan dan siap di berangkatkan. Anita dan ibunya yg mengkafaninya dg di tuntun seorang ustad.
La, mungkin juga karena papiku ingin di perlakukan seperti layaknya muslim, bukan seperti tadi ya?
Tidak ada yg bisa menilai apapun secara kasat mata Nit. Dimata orang lain papamu mungkin jahat dg panti pijatnya, di mata para tukang pijat papamu pahlawan, dimata kalian keluarganya juga, siapa yg tahu penilaian di mata Allah. Sudahlah, semoga papamu tenang di sana dilapangkan kuburnya. Amiin.
Pemakamn berjalan lancar, tidak ada hujan badai lagi, tidak ada terik mentari lagi. Udara sejuk dan langit yg ditutup mendung menghantar kepergian papa Anita. akhirnya Ila berjalan pulang sambil memandangi Nokia 1335 abu2 itu. Anita..Anita. Ada pesan apalagi dg pemberian HP ini *kapan launchingnya yaa*.
selesai, 25 des 2010



Comments