Dana Pendidikan

Pendidikan adalah prioritas utama keluarga dan anak-anak, setidaknya sampai jenjang S1 - S2. Kualitas pendidikan yang baik dan sesuai tuntunan syariah menjadi prasyarat utama Generasi Rabbani. Pendikan selain sebagai akses signifikan kepada dunia kerja dan kemandirian putra-putri di masa depan juga menjadi bekal yang akan mempengaruhi pola pikir dan pola hidup di masa depan akan putr-putri anda. Oleh karena itu harus di persiapkan dana pendidikannya dengan baik.


Berinvestasi demi mempersiapkan dana pendidikan buah hati.

Inflasi membuat kebutuhan dana pendidikan terus meningkat dari tahun ke tahun. Total dana pendidikan di FEUI yang saat ini sekitar Rp 50 juta per semester akan melonjak menjadi lebih dari Rp 1 miliar dalam 10 tahun lagi.
 
Setiap keluarga harus mempersiapkan dana pendidikan buah hati sejak dini. Caranya adalah dengan investasi.

Salah satu pilihan produk investasi yang cocok untuk membiakkan dana pendidikan adalah reksadana. "Reksadana menjadi jalan bagi masyarakat untuk masuk ke pasar modal," kata Putut. Melalui reksadana, masyarakat bisa ikut membeli saham maupun obligasi.

Alhasil, dengan portofolio investasi seperti itu, investor reksadana bisa menikmati keuntungan yang cukup tinggi dari reksadana. Berdasarkan catatan KONTAN, tahun lalu, cukup banyak reksadana yang mampu menghasilkan keuntungan sekitar 20%-30%.

Berapa modal untuk bisa investasi reksadana? Jangan khawatir, di zaman sekarang, investasi reksadana bisa dimulai dengan modal mini. Di Mandiri misalnya, investor bisa membeli reksadana dengan cara mencicil per bulan (installment).

Pilihan nilai cicilannya beragam, mulai dari Rp 100.000 per bulan. "Total ada 47 pilihan produk reksadana yang dijual Mandiri sebagai agen penjual. Kunci keberhasilan investasi adalah disiplin. Anda harus disiplin menyisihkan dana per bulan untuk investasi dana pendidikan anak. Semakin awal memulai semakin baik. 

Dan untuk keluarga Muslim, generasi Rabbani harus di prasaranai oleh instrument investasi yang halal. maka pilihan akan jatuh pada Tabungan syariah, LM, Obligasi Syariah atau Sukuk, Reksadana Syariah dan Pasar Modal Syariah.

Selamat berinvestasi!

Diolah dari Kontan.

Artikel Terkait