Teman Silih Berganti Tapi Keluarga Tempat Kembali

SEGALA sesuatu akan selalu berubah seiring irama kehidupan, kecuali sebuah keluarga. Keluarga merupakan tempat berbagi rasa dan cerita. Menyadari betapa berartinya keluarga bagi hidup setiap individu, disitu pula manusia berperan sebagai mahluk sosial.
Keluarga menjadi bagian terpenting dalam hidup. Tanpa kelurga hidup terasa sayur tanpa garam, mungkin ungkapan itu mewakili pentingnya keluarga dalam kehidupan ini.
Keluarga terbentuk karena ada seorang ayah, ibu dan anak. Namun itu tidak membatasi ruang dan jumlah orang yang akan terhitung. Keluarga bisa saja dikategorikan kedalam dua bagian yang secara umum ini salah satu pembeda pada sisi ikatan di dalam keluarga. Biasanya keluarga besar akan senantiasa meliputi sanak keluarga mulai dari nenek sampai cucu.
Keluarga berbeda dengan teman. Memang betul teman hanyalah seorang yang dapat menghibur, membantu, menemani, dan lain sebagainya peran teman yang banyak dicari untuk memperoleh kesempurnaan bergaul atau bersosial berbeda dengan keluarga yang memiliki ikatan darah yang selamanya tidak akan pernah memisahkan batin, walaupun jarak dan kebencian ada di dalamnya.
Sosok teman agaknya berbeda dengan cara menyampaikan sesuatu dibanding dengan sebuah keluarga. Teman akan mudah marah dan mudah baik, jikalau sudah memiliki kemarahan besar, hati takkan bertaut lagi padanya. Berbeda dengan keluarga walaupun kemarahan itu meluap-luap namun rasa sayang dan kasih masih akan tetap ada di dalam hati kecil sekalipun.
Begitu luar biasanya sebuah keluarga dalam kehidupan ini. Apalagi ditambah dengan kesempurnaan iman Islam yang akan membuat kedamaian dan kesejahteraan mendampingi hidup ini.
Repost dari www.islampos.com