Rujukan Ayat Alquran Tentang Warisan

كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ إِن تَرَكَ خَيْرًا ٱلْوَصِيَّةُ لِلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ بِٱلْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى ٱلْمُتَّقِينَ
Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapa dan karib kerabatnya secara makruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa. QS Al-Baqarah : 180

وَلَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ وَتُدْلُوا۟ بِهَآ إِلَى ٱلْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا۟ فَرِيقًۭا مِّنْ أَمْوَٰلِ ٱلنَّاسِ بِٱلْإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. QS Al-Baqarah : 188

وَٱلْوَٰلِدَٰتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَٰدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ ٱلرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى ٱلْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَآرَّ وَٰلِدَةٌۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌۭ لَّهُۥ بِوَلَدِهِۦ ۚ وَعَلَى ٱلْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍۢ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍۢ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوٓا۟ أَوْلَٰدَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآ ءَاتَيْتُم بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌۭ
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. QS Al-Baqarah : 233.
 
وَقَٰتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ
Dan berperanglah kamu sekalian di jalan Allah, dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. QS Al-Baqarah : 240.
 
لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ ۚ نَصِيبًۭا مَّفْرُوضًۭا
Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan. QS An-Nisaa : 7
 
وَإِذَا حَضَرَ ٱلْقِسْمَةَ أُو۟لُوا۟ ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينُ فَٱرْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُوا۟ لَهُمْ قَوْلًۭا مَّعْرُوفًۭا
Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. 8

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلْيَتَٰمَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِى بُطُونِهِمْ نَارًۭا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًۭا
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara lalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). QS An-Nisaa : 10.
 
يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِىٓ أَوْلَٰدِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۚ فَإِن كُنَّ نِسَآءًۭ فَوْقَ ٱثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِن كَانَتْ وَٰحِدَةًۭ فَلَهَا ٱلنِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَٰحِدٍۢ مِّنْهُمَا ٱلسُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُۥ وَلَدٌۭ ۚ فَإِن لَّمْ يَكُن لَّهُۥ وَلَدٌۭ وَوَرِثَهُۥٓ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ ٱلثُّلُثُ ۚ فَإِن كَانَ لَهُۥٓ إِخْوَةٌۭ فَلِأُمِّهِ ٱلسُّدُسُ ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍۢ يُوصِى بِهَآ أَوْ دَيْنٍ ۗ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًۭا ۚ فَرِيضَةًۭ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًۭا
Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. QS An-Nisaa : 11
 
وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَٰجُكُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّهُنَّ وَلَدٌۭ ۚ فَإِن كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌۭ فَلَكُمُ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍۢ يُوصِينَ بِهَآ أَوْ دَيْنٍۢ ۚ وَلَهُنَّ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّكُمْ وَلَدٌۭ ۚ فَإِن كَانَ لَكُمْ وَلَدٌۭ فَلَهُنَّ ٱلثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُم ۚ مِّنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍۢ تُوصُونَ بِهَآ أَوْ دَيْنٍۢ ۗ وَإِن كَانَ رَجُلٌۭ يُورَثُ كَلَٰلَةً أَوِ ٱمْرَأَةٌۭ وَلَهُۥٓ أَخٌ أَوْ أُخْتٌۭ فَلِكُلِّ وَٰحِدٍۢ مِّنْهُمَا ٱلسُّدُسُ ۚ فَإِن كَانُوٓا۟ أَكْثَرَ مِن ذَٰلِكَ فَهُمْ شُرَكَآءُ فِى ٱلثُّلُثِ ۚ مِنۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍۢ يُوصَىٰ بِهَآ أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَآرٍّۢ ۚ وَصِيَّةًۭ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌۭ
Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. QS An-Nisaa : 12.
 
وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ ۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا ٱكْتَسَبُوا۟ ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌۭ مِّمَّا ٱكْتَسَبْنَ ۚ وَسْـَٔلُوا۟ ٱللَّهَ مِن فَضْلِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًۭا
Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. QS An-Nisaa : 32
 
وَلِكُلٍّۢ جَعَلْنَا مَوَٰلِىَ مِمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ ۚ وَٱلَّذِينَ عَقَدَتْ أَيْمَٰنُكُمْ فَـَٔاتُوهُمْ نَصِيبَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ شَهِيدًا
Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewarisnya. Dan (jika ada) orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah kepada mereka bahagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu. QS An-Nisaa : 33.
 
يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ ٱللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِى ٱلْكَلَٰلَةِ ۚ إِنِ ٱمْرُؤٌا۟ هَلَكَ لَيْسَ لَهُۥ وَلَدٌۭ وَلَهُۥٓ أُخْتٌۭ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ ۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ إِن لَّمْ يَكُن لَّهَا وَلَدٌۭ ۚ فَإِن كَانَتَا ٱثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا ٱلثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ ۚ وَإِن كَانُوٓا۟ إِخْوَةًۭ رِّجَالًۭا وَنِسَآءًۭ فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۗ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ أَن تَضِلُّوا۟ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۢ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. QS An-Nisaa : 176.
 
مَّا جَعَلَ ٱللَّهُ لِرَجُلٍۢ مِّن قَلْبَيْنِ فِى جَوْفِهِۦ ۚ وَمَا جَعَلَ أَزْوَٰجَكُمُ ٱلَّٰٓـِٔى تُظَٰهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَٰتِكُمْ ۚ وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَآءَكُمْ أَبْنَآءَكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ قَوْلُكُم بِأَفْوَٰهِكُمْ ۖ وَٱللَّهُ يَقُولُ ٱلْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِى ٱلسَّبِيلَ. ٱدْعُوهُمْ لِءَابَآئِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِندَ ٱللَّهِ ۚ فَإِن لَّمْ تَعْلَمُوٓا۟ ءَابَآءَهُمْ فَإِخْوَٰنُكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَمَوَٰلِيكُمْ ۚ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌۭ فِيمَآ أَخْطَأْتُم بِهِۦ وَلَٰكِن مَّا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًا
Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar). Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS Al-Ahzab : 4-5.

Merencanakan Keuangan Secara Shariah

Di Indonesia beberapa terkenal sebagai Shariah Financial Planner, ada juga yang tanpa Shariah, namun sebenarnya menguasai sangat akan perencanaan keuangan shariah.
Sebenarnya apa perbedaan anatara perencana keuangan yang shariah dengan yang tidak? 
Perencana Keuangan Shariah mengkhususkan diri membantu nasabah merencanakan keuangan sesuai tuntunan Alqur'an, Al hadist dan ijma ulama.
Difinisi Perencana Keuangan Shariah  menurut IARFC adalah sebuah profesi yang membantu nasabah merencanakan keuangan pribadi serta merancang suatu kehidupan yang lebih baik dengan membantu memberikan solusi :
  1. perencanaan
  2. pemilihan pengelolaan keuangan
  3. kekayaan atau investasi nasabah
agar
  1. kebutuhan keuangan,
  2. non keuangan
  3. serta rohani nasabah
untuk
  1. jangka pendek,
  2. menengah dan
  3. panjang baik saat masih hidup maupun sudah meninggal Insya Allah dapat tercapai, dengan berpedoman kepada Alquran dan Al hadist. 

Dalam perencanaan Keuangan shariah, maka Anda akan disusunkan  Prioritas Kebutuhan Keuangan secara Islami meliputi :
  1. Kewajiban terhadap Allah, berupa : Zakat, Infaq dan sedekah, wakaf secara terus menerus tanpa terhalang kematian.
  2. Kewajiban terhadap Orang/pihak lain : membayar hutang, menghilangkan hutang pribadi
  3. Hak Kita di saat ini dan di masa depan.
    • Kebutuhan Primer saat ini (sandang, pangan, papan)
    • Perlindungan diri dan keluarga
    • Pemenuhan Kebutuhan di masa depan :
      1. Perencanaan Pernikahan (jika masih lajang)
      2. Perencanaan Kehamilan dan kelahiran
      3. Perencanaan Pemenuhan Kewajiban Terhadap Anak
        • Memberi nama yang baik, aqiqah dan kebutuhan dasar lainnya
        • Mendidik, kebutuhan sekolah dan informal lainnya, untuk menjadikan anak yang sholeh, Perencanaan Pendidikan.
        • Kewajiban Menikahkan, membiayai pernikahan anak, Perencanaan Pernikahan Anak.
    • Perencanaan Pensiun
    • Perencanaan Haji
    • Perencanaan Investasi Akherat ( Masjid, panti Asuhan, Pesantren, Toilet umum, dll)
    • Perencanaan Warisan (Faraidh).
    • dll
Hasil akhir dari Perencanaan Keuangan Shariah adalah angka-angka berdasarkan pendapatan masing-masing nasabah dan faktor-faktor lain yang disusun untuk  :
  1. Hak Allah berupa Zakat, Infaq dan Sedekah
  2. hak Orang Lain> Hutang
  3. Hak kita di Masa depan > tabungan
  4. Hak kita di masa sekarang > Biaya Hidup 
    Nah, apakah anda ingin merencanakan Keuangan Secara Shariah? Silakan hubungi SHILA Financial Team di 085747588894, untuk mendapat panduan langkah-langkahnya.
    Selamat Merencanakan Keuangan, Bahagia Dunia, Berkah Akhirat, Insya allah. Aamiin.



    Aperkei : Pemahaman Masyarakat Terhadap Literasi Keuangan Minim

    Solo – Pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan dinilai masih sangat minim. Pasalnya dari survei yang dilakukan Asosiasi Perencana keuangan Indonesia (Aperkei), tingkat pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan hanya berkisar diangka 20 persen.
    “Kurang lebih yang tahu secara umum itu 30 persen. Namun yang paham secara mendalam terhadap literasi keuangan hanya 20 persen,” ujar DPD Aperki Solo, Siti Ruhailah Abdulrahman kepada wartawan, Senin (25/1).
    Dirinya mengatakan, angka tersebut diambil dari sebuah sampel dalam masyarakat perkotaan, khususnya di Jakarta. Sedangkan untuk mendongkrak hal tersebut pemerintah melalui OJK juga sudah mewajibkan lembaga keuangan untuk memberikan edukasi keada masyarakat.
    “Untuk mendorong program pemerintah itu, kita dari Aperkei juga mendorong masyarakat khususnya kalangan menengah ke bawah untuk mengikuti pelatihan yang kita gelar secara gratis setiap minggu kedua hari Sabtu,” jelasnya.
    Ia menyampaikan, pemahaman tentang perencanaan keuangan maupun literasi keuangan bagi masyarakat memang sangat perlu didorong. Hal itu diperlukan agar kualitas masyarakat bisa lebih baik, khususnya dalam merencanakan masa depan.


    Editor : Wahyu Wibowo


    » Timlo.Net http://ow.ly/3z1lug

    Reksadana Terbaik Pilihan Perencana Keuangan APERKEI


    Jakarta, 4 Februari 2016. Salah satu produk keuangan yang mulai dikenal dan mendapat hati di masyarakat adalah produk investasi bernama Reksadana. Produk reksadana ini mencuri perhatian masyarakat karena nilai investasinya yang bisa dimulai dengan nominal yang rendah, yaitu cukup dengan Rp. 100,000 atau Rp. 250,000 saja.

    Seiring berjalan, jumlah produk Reksadana, khususnya Reksadana Saham yang ditawarkan kepada Masyarakat semakin banyak.  Pertanyaan yang kemudian mengusik adalah, Reksadana mana yang cocok untuk sebagian besar kalangan masyarakat di Indonesia. Serta bagaimana cara menilai Reksadana yang terbaik ini?

    Banyak masyarakat awam selama ini salah menilai suatu reksadana hanya berdasarkan jumlah Nilai Dana Kelolaan Investasinya saja, ataupun hasil investasinya per 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan atau bahkan hanya 1 tahun terakhir.  Sementara masyarakat awam tidak banyak yang mengerti bahwa setiap produk investasi, termasuk Reksadana, mengandung resiko, sehingga suatu hasil investasi yang diberikan haruslah juga memperhitungkan resiko pada Investasi tersebut. Oleh sebab itu, melihat, menilai dan mengukur keberhasilan sebuah Reksadana hanya dengan melihat hasil investasinya saja bukanlah tindakan yang tepat bagi mereka yang takut terhadap resiko investasi.

    Setiap manajer investasi juga memiliki strategi investasi yang bermacam-macam. Hal tersebut kemudian tercermin pada tingkat volatilitas dari reksadana-reksadana tersebut berbanding dengan patokannya atau benchmark-nya (IHSG atau LQ45) dan juga perbanding dengan risk free asset yang ada.
    Pertanyaanya adalah, lalu bagaimana cara masyarakat awam bisa melihat dan menilai Reksadana yang tepat untuk mereka? Menjawab kebutuhan ini, Asosiasi Perencana Keuangan Indonesia (APERKEI) meluncurkan hasil Evaluasi Kinerja LitBang mereka untuk menentukan reksadana mana saja yang cocok dipergunakan untuk investasi masyarakat umum.

    Perhitungan ini sudah mengikutsertakan beberapa aspek seperti Jumlah Dana Kelolaan, Real Return dari Reksadana sejak diluncurkan, Faktor Resiko, Risk Free Asset, Benchmark, Risk Adjusted Return (RAR), alpa, beta dan standard deviasi dari masing-masing Reksadana, serta menggunakan rasio-rasio keuangan yang umum dipergunakan di dunia rating secara Internasional yang kemudian membentuk sebuah Daftar Reksadana Terbaik versi APERKEI, dengan menggunakan rasio Internasional seperti Sharpe Ratio, Treynor Ratio dan Jensen Ratio.

    Agar Reksadana ini juga “bertarung” secara fair dikelas yang sama, maka Reksadana ini kemudian dimasukan kedalam beberapa kelompok serta dinilai dengan pembobotan melawan Reksadana sejenis dikelas masing-masing, sehingga didapatkan hasil sebagai berikut:

    TOP 5 REKSADANA SAHAM versi APERKEI per Desember 2015
    Reksadana Saham Usia DIBAWAH 5 Tahun, Dana Kelolaan DIBAWAH Rp. 500 milyar
    1. Mandiri Investa Equity Asean 5 Plus
    2. TRAM Consumption Plus
    3. BNP Paribas STAR
    4. Mandiri Investa Equity Dynamo Factor
    5. Danareksa Mawar Rotasi Sektor Strategis

    Reksadana Saham Usia DIBAWAH 5 Tahun, Dana Kelolaan DIATAS Rp. 500 milyar
    1. Danareksa Mawar Konsumer 10
    2. Manulife Greater Indonesia Fund
    3. Ashmore Dana Progresif Nusantara
    4. Simas Saham Unggulan
    5. Ashmore Dana Ekuitas Nusantara

    Reksadana Saham Usia  5 - 10 Tahun, Dana Kelolaan DIBAWAH Rp. 500 milyar
    1. Dana Ekuitas Prima
    2. TRIM Kapital Plus
    3. Simas Danamas Saham
    4. Batavia Dana Saham Syariah
    5. Danareksa Mawar Fokus 10

    Reksadana Saham Usia  5 - 10 Tahun, Dana Kelolaan DIATAS Rp. 500 milyar
    1. Manulife Syariah Sektoral Amanah
    2. Panin Dana Prima
    3. Schroder 90 Plus Equity Fund
    4. Mandiri Investa UGM
    5. Syailendra Equity Opportunity Fund

    Reksadana Saham Usia DIATAS 10 Tahun, Dana Kelolaan DIBAWAH Rp. 500 milyar
    1. Mandiri Investa Atraktif
    2. Bahana Dana Prima
    3. Danareksa Mawar 
    4. BNI-AM Dana Berkembang
    5. Tidak ada (jumlah Reksadana di Kategori ini hanya 4 Reksadana Saham)

    Reksadana Saham Usia DIATAS 10 Tahun, Dana Kelolaan DIATAS Rp. 500 milyar
    1. Schroder Dana Prestasi Plus
    2. Manulife Dana Saham
    3. BNP Paribas Ekuitas
    4. Panin Dana Maksima
    5. Schroder Dana Istimewa

    Kami dari APERKEI mengucapkan Selamat kepada Reksadana dari Manajer Investasi tersebut diatas.  Kami harapkan penilaian ini dapat memacu Reksadana tersebut dan Reksadana lainnya untuk dapat memberikan performance yang baik kedepannya bagi masyarakat dan investor pada khususnya,” tutur Ketua Umum APERKEI, Deni Lesmana SE, MM dalam acara “Reksadana Terbaik Pilihan Perencana Keuangan di Asosiasi Perencana Keuangan Indonesia (APERKEI)”, yang diadakan oleh APERKEI, Kamis 4 Februari 2016 di Pacific Place.

    Deni mengatakan, penilaian ini akan dinilai ulang setiap 3 bulan sekali (4x per tahun) dan akan kami bagikan kepada teman-teman media sebagai bahan referensi. Kedepannya APERKEI LitBang akan mengeluarkan perhitungan lainnya yang dapat berguna bagi masyarkat dan investor Indonesia.

    "Selama ini masyarakat dibingungkan memilih produk apa yang cocok, Evaluasi Kinerja seperti inilah yang bisa membantu masyarakat belajar dan menentukan produk investasi yang tepat",  ucap Haryajid Ramlan, Ketua dari Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSPPM) yang juga hadir di acara tersebut.
    Hal yang sama juga dikatakan oleh Abi Hurairah Mochdie, Ketua dari Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia (APPMI) bahwa APPMI bersama praktisi profesi di pasar modal dan masyarakat umum sangat menyambut positif inisiatif Evaluasi Kinerja Reksadana Saham ini. “Ini merupakan terobosan informasi baru untuk masyarakat, apalagi diberikan oleh Perencana Keuangan yang tergabung didalam Asosiasi Perencana Keuangan Indonesia" ujarnya.

    Sekilas Mengenai APERKEI?
    Asosiasi Perencana Keuangan Indonesia atau disingkat APERKEI adalah Organisasi Perkumpulan Perencana Keuangan yang didirikan pada tanggal 10 Oktober 2013 dan telah memiliki Akta Pendirian dihadapan notaris Romeo Yanto Esyam, S.H., Nomor 03 pada tanggal 25 April 2014.  Maksud dan tujuan didirikan APERKEI ini adalah untuk menjadi wadah bagi bernaungnya seluruh Profesional Profesi Perencana Keuangan di Indonesia TANPA DISKRIMINASI latar belakang, gelar, ataupun tempat bekerja  (apakah berdiri sendiri (Independen) maupun bekerja di perusahaan keuangan (dependen) atau berstatus keduanya (hybrid), sehingga mempunyai satu tujuan yang sama yaitu memajukan Profesi Perencana Keuangan di Indonesia.

    Anggota dari APERKEI juga akan menjadi anggota dari Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia (APPMI), yang nantinya akan mengikuti seluruh ujian yang diperlukan dan dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSP-PM) yang telah mendapatkan pengakuan dan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kedepannya APERKEI akan secara terus menerus melakukan pemantauan produk keuangan dan investasi yang dilakukan secara Independen, agar masyarakat dan investor awam dapat melakukan pemilihan produk keuangan dengan lebih tepat.

    Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi :
    Ila Abdulrahman, APERKEI Solo
    085 747588894
    email : ila.abdulrahman@gmail.com

    Disclaimer
    Reksadana adalah salah satu produk Investasi, dan produk investasi selalu mengandung resiko, baik resiko pasar, resiko investasi, maupun resiko-resiko lainnya yang dapat mempengaruhi kinerja dari Reksadana tersebut.  Hasil investasi dimasa lalu tidak menjamin dan bukan merupakan jaminan terhadap hasil investasi dimasa yang akan datang.  Hasil pemantauan dan penilaian ini hanya dapat dipergunakan sebagai informasi tambahan saja, bukan merupakan bentuk penawaran ataupun suatu bentuk rekomendasi  untuk membeli produk tersebut. Investor yang akan berinvestasi diwajibkan untuk membaca dan mengerti isi dari Prospektus Reksadana masing-masing, melakukan tes asesmen profil resiko, menyesuaikan produk keuangan yang dibeli dengan jangka waktu dan profil resiko masing-masing, serta memahami resiko dari masing-masing produk.
    Perwakilan Schroder, menerima penghargaan Best Reksadana untuk semua kategori

    Perencanaan Keuangan Tak Hanya Bagi yang Berkantong Tebal


    Tak banyak masyarakat perkotaan di Indonesia menggunakan perencanaan untuk pemanfaatan uang miliknya.

    Menurut konsultan perencana keuangan “SHILA Financial" Siti Ruhaillah Abdulrahman, perencanaan keuangan tidak melulu bagi mereka yang berkantong tebal atau bergaji tinggi. Ila, begitu dia akrab disapa, mengaku pernah menerima konsultasi dari klien yang hanya bergaji Rp 1,6 juta per bulan.
    “Kebutuhan makan itu hanya sekitar 40 persen dari pendapatan, sisanya untuk kebutuhan lain. Kalau kebutuhan makan lebih dari itu berarti ada yang salah,” kata dia memberi contoh. Selasa (26/1).
    Lebih lanjut dia mengatakan, sekitar 80 persen masyarakat perkotaan di Indonesia belum begitu menyadari pentingnya perencanaan keuangan. Dari hasil survai, dari sekitar 50 persen masyarakat perkotaan yang mengetahui perencanaan keuangan, hanya sekitar 20 persen yang benar-benar paham.
    Karena itu, pihaknya akan melakukan edukasi dan mensosialisasikan pentingnya perencanaan keuangan itu pada masyarakat. Baik melalui lembaga konsultasi perencanaan keuangan miliknya atau melalui Asosiasi Perencana Keuangan Indonesia (APERKEI) 

    “Selain komersial, setiap bulan sekali kami juga membuka konsultasi gratis perencanaan keuangan bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya

    .



    http://berita.suaramerdeka.com/bisnis/perencanaan-keuangan-tak-hanya-bagi-yang-berkantong-tebal/

    Recent

    PROFIL FINANCIAL PLANNER - ILA ABDULRAHMAN

    ILA ABDULRAHMAN, S.Pt., RIFA, RFC Siti Ruhailah Abdulrahman, S.Pt., RPP, RFA,   RIFA, RFC atau yang dikenal dengan Ila Abdulrahman, ad...

    Baca Juga