MENYIASATI KEUANGAN SAAT RAMADHAN



SEKILAS KONDISI KEUANGAN SAAT INI
 
Pandemic Covid menghentikan beberapa sektor ekonomi, yang menyebabkan gelombang PHK. Paling terdampak adalah pekerja nonsektoral/informal, pendapatan turun, bahkan hilang sama sekali. Karyawan tetap yang mengalami PHK, masih beruntung, karena mendapat pesangon,untuk bertahan hidup hingga perusahan-perusahaan beroperasi dan meng-hire kembali. Prediksi  ini sekitar 3-6 bulan setelah pandemic berakhir. Karyawan yang unpaid leave masih alhamdulillah, lentera hanya padam sesaat. Berbeda dengan karyawan kontrak, di PHK, tidak ada pesangon. 

Kondisi ekonomi akan berangsur membaik, setelah angka sembuh  lebih besar dari angka meninggal. Per hari ini (17 april) jam 15:50, Positif 5.516, sembuh 548, MD (meninggal dunia) 496. Semoga ini akan terus membaik.

Rupiah terpuruk, hampir semua mata uang dunia terpuruk, akibat pandemic ini. Rupiah kita, tidak ada kejadian apapun melemah terhadap dollar sekitar3%-4% per tahun (hubungannya sama neraca devisa, ga usah dibahas ya, Panjang).

Bagi umat islam, dengan income tdak tetap, non PNS non karyawan tetap, kondisi ini menjadi luar biasa dari sisi keuangan maupun personal. Sisi keuangan, harus mengatur sedemikian rupa agar cukup hingga dapat income kembali seperti sebelum pandemic, di sisi lain ramadhan sebentar lagi datang, ada pengeluaran yang bersifat tradisi dan missed. Ramadhan, puasa ramadhan yang sebenarnya hanya menggeser jam makan, menjadi pembengkakak pengeluaran karena menu balas dendam.  So, atur nafas, cek keuangan, lalu atur startegi.

   KEBUTUHAN RAMADHAN

   Daftar Kebutuhan Ramadhan
 
    MENYIASATI KEBUTUHAN RAMADHAN


  • CEK DAN HITUNG KONDISI KEUANGAN
Hitung berapa dana yang masih ada saat ini, dan bagi dengan masa krisis yang masih akan dihadapi. Terburuknya sampai juli 2020, atau sampai mendapat pekerjaan kembali (bergajian kembali). Misal Total Rp62.500, asumsi bergajian kembali 5 bulan yang akan datang, maka cukup, dicukup-cukupkan Rp5 jutaan perbulan. 

Bagaimana dengan cicilan , premi asuransi? Premi asuransi boleh cuti, cicilan boleh di mundurkan (pengajuan) khusus cicilan kartu kredit, bayar minimal dahulu, 10%, atau 5%, sebagaimana rilis terbaru dari BI.

  • BAYAR ZAKAT
Hal pertama adalah mengalokasikan dana zakat fitrah, meski pembayarannya akan dilakukan diakhir ramadhan. Ramadhan juga momen yang tepat untuk membayar zakat maal atas harta yang dimiliki, maupun zakat profesi yang belum dikeluarkan secara bulanan.

  • MEMBUAT RENCANA ANGGARAN BELANJA DAN DAFTAR BARANG YANG DIBUTUHKAN, TERMASUK MEMBUAT MENU SELAMA RAMADHAN
Apa saja dan berapa alokasinya baiknya sudah di persiapkan masing-masing, dengan total anggaran Rp4juta tadi.
Jika membuat daftar belanja Ini hal yang jarang kita lakukan, mulai sekarang disiplinkan diri. Buat list barangnya dan alokasi anggarannya dan disiplin pada listYang sering terjadi adalah kita belanja “kalap” ketika bertemu diskon dan tak jarang apa yang dibutuhkan tidak dibeli, dan keranjang belanja penuh dengan barang yang tidak ada di daftar.


  • MUDIK
Skip dulu ya, mudiknya, demi kemaslahatan Bersama. Jika terpaksa dan ada dananya, patuhi protocol c=Covid. Atau alihkan dana mudik untuk social, seperti donasi covid atau donasi Ramadhan seperti sebelumya.


  • THR DAN ANGPAO
Pastikan dananya ada lalu buat daftar siapa saja yang hendak diberi dan diberi apa, barang atau uang. Pilih yang paling effisien. Barang perlu ongkir?
Buat list jumlah saudara, saat lebaran nanti siapa yang hendak dibagi amplop (ada isinya tentunya) dan siapa yang dikasih parcel, dan siapa yang dikasih keduanya. Jangan lupa budgetnya. Misal ponakan 500 atau 50 ribuan, anak tetangga dekat 200 atau 20ribuan, ortu kue ramadhan, mukena/sarung dan amplop 1 juta berisi 5 ribuan, karena orang tua biasanya akan digunakan untuk bagi-bagi lagi. Jika budget tidak cukup, buat skala prioritas, siapa saja yang diberi parcel/angpao
Ketika ternyata budget tidak cukup bisa dilakukan 2 hal : mengurangi budget per orang yang diberikan, misal dari 500 ribu ke 300 ribu, atau mengurangi jumlah orang yang diberi, misal anak tetangga tidak usah.

  • BELANJA JAUH-JAUH HARI
Khusus untuk belanja kebutuhan lebaran, baik baju, kue, parcel lakukan jauh-jauh hari, selain rajin menulis (membuat daftar) juga rajin membaca, membaca brosur, informasi, merchant atau toko mana yang menggelar diskon untuk barang yang kita butuhkan. Khusus untuk kue atau sejenisnya, jeli melihat tanggal kadaluarsa.


  • HINDARI BERUTANG
Hindari mengambil utang baru disaat ini. Cukupkan dana yang ada.


  • PELUANG PENDAPATAN SAAT RAMADHAN
Ramadhan dan lebaran kali ini, tidak ada mudik, sehingga kemungkinan besar silaturahmi, anjangsana berubah bentuk menjadi parcel yang dikirimkan. Peluang terbesar adalah di jasa pembuatan parcel dan jasa pengiriman.

Agar *tidak membunuh kehidupan ekonomi mikro*, dapat berkolabrasi dengan pelaku mikro yang sudah ada, dengan mengambil barang mereka untuk dibuat parcel. Jika belum memenuhi standar kulaitas yang ditetapkan, dapat dilakukan pembinaan dahulu, bahkan diberikan modal dengan system bagi hasil.

Bagi Sebagian orang mungkin tidak mudah, tapi sesungguhnya jika kita hanya *BUTUH*, hidup akan lebih mudah., Karena ada banyak *INGIN* yang harus dicapai setelah keadaan membaik.

Jadikan ramadhan tahun ini sebagai metode untuk menghadapi ramadhan ataupun kondisi krisis yang mungkin akan datang lagi.

Terima kasih.

Ikuti terus kegiatan SHILA FINANCIAL  dengan tema-tema sharing dan diskusi yang menarik, antara lain :
21 April                 :  Pajak dalam Perencanaan Keuangan
28 April                 :  Keuangan Pra Nikah
5 Mei                      : Dilema dan  Keunggulan Karyawan
12 Mei                   : THR di masa Pandemic


Ila Abdulrahman manage by Kencomm Indonesia

SHILA FINANCIAL
Empowering Your Financial
SERVICES:
KONSULTASI | COMPREHENSIVE FINANCIAL PLANNING | MINIPLAN | CASE BY CASE
WORKSHOP | TALKSHOW | SEMINAR & OTHERS SHARING SESSIONS

AAM & PARTNERS
Jl D laut Tawar No 61A, 3rd Fl.
Jakarta Pusat, 10210

Jl.Arya Saloka
Komplek Abello Residence No.30, Purbayan
Sukaharjo, Surakarta, Jawa Tengah,57556
085747588894, 08881851225

FACEBOOK | TWITTER | INSTAGRAM:
@shila_financial
www.shilafinancial.com

*Tulisan ini adalah Materi Sharing online (Shareoline) WhatsApp grup SHILA FINANCIAL, l 17 April 2020.

Q and A, akan ditulis dalam artikel berikutnya.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan tanggapan, pertanyaan di sini, kami akan segera meresponnya.

Baca Juga