Perencanaan Nikah

Tanya.

Salam mba,,, Saya pria lajang 25 thn bekerja di swasta (memasuki thn pertama) dg penghasilan take home pay per bulan 2,3 jt (blm termasuk lembur, biaya kos tiap bln dll yg difasilitasi kantor) dlm waktu 1 thn ke depan saya dan pasangan saya merencanakan utk menikah tp sampai skrg saya blm punya tabungan dikarenakan masih menikmati masa awal2 nyari uang sendiri (istilah umunya: kalap hehehe...). Bagaimanakah solusinya? Apa yg mesti direncanakan?
Rizal, S.St

Jawab.

Sebelumnya  :
  • cari tahu Berapa biaya nikahnya saat ini (Present Value), gedung, konsumsi, akad nikah (biaya nikah) dll. Misal di dapat total biaya (jika menikahnya saat ini) adalah Rp 30 jt.
  • Hitung Berapa biaya saat nanti (Future Value), 
         FV = PV (1+i)^n
         FV : Nilai /BiayaNanti
         PV : Nilai /biaya Saat ini
         i    : Kenaikan harga, misal 10%
         n   : Waktu

maka jika anda menikah 1 tahun yang akan datang biayanya menjadi
         
        FV = 30jt (1+0.01)^1 , yaitu sebesar Rp 33jt
  • Anda akan menikah 1 tahun mendatang, maka instrument investasi yang aman dalam jangka waktu tersebut adalah : deposito dan Logam Mulia
  • Dengan Target Investasi Rp 33jt maka, investasi anda  adalah sebesar : Rp 2,7jt/bulan, padahal THP anda 2,3jt/bulan.
Hitungan di atas adalah dengan asumsi biaya menikah 30 jt, jika biaya jauh di bawah itu, atau misal anda hanya perlu membeli mahar dan biaya nikah saja, maka tentunya juga invest per bulan akan mengecil. Silahkan di hitung dengan menggunakan Rumus di atas.

Idealnya, mulai saat ini, anda sudah membiasakan mengelola pendapatan, seperti tips yang sudah sering saya sampaikan yaitu dengan rasio : 10 20 30 dan 40
  1. 10% pendapatan untuk Zakat Infaq dan Sedekah. Jika zakat di wajibkan 2.5%, maka sisanya masuk dalam infaq dan sedekah sebagai pancingan REJEKI TAK DI DUGA.
  2. Minimal 20% pendapatan untuk investasi rencana pembelian rumah, naik haji, menikah, sekolah dll.
  3. Maksimal 30% (sebagian Financial planner dan BI checking toleran di angka 35%) adalah untuk angsuran atau cicilan, cicilan kendaraan, KPR, KPA, Kartu Kredit, dll.
  4. Maksimal 40% adalah untuk biaya hidup sehari-hari, Konsumsi, Transportasi, Komunikasi, hiburan, beli baju, traktir teman dll.
Jika Anda belum memiliki cicilan, maka dana di alokasikan ke Investasi.

Pengelolaan sederhana ini bisa di aplikasikan secara general, baik saat ini masih single, atau nanti sudah berpasangan atau menikah.

Demikian mas rizal, semoga membantu.

Jika Anda ingin di buatkan COMPREHENSIVE FINANCIAL PLANNING, silahkan hubungi kami DI SINI.

Artikel Terkait
Perencanaan Pendidikan
Perencanaan Pensiun



Comments