Skip to main content

Memilih Proteksi Asuransi dalam Unit Link

T : Beberapa waktu yang lalu saya di datangi seorang agen asuransi, dan menawarkan produknya *****Link. Dengan menabung sekian ribu per bulan, maka selain proteksi asuransi jiwa juga akan dapat 5 proteksi lain dan nilai tunai yang bisa di ambil di akhir masa perjanjian. Saya tidak tahu apakah perlu proteksi tersebut untuk saya? Mr X – Colomadu.
J : Perlu di ketahui, bahwa jenis proteksi yang di butuhkan setiap orang adalah TAYLOR MADE, atau berbeda antara satu orang dengan orang lainnya, berhubungan dengan jenis pekerjaan, gaya hidup dan riwayat kesehatan keluarga, serta asuransi yang sudah di miliki.  
Kenali kondisi diri anda sendiri, karena mungkin anda hanya butuh proteksi Asuransi Jiwa saja, ATAU asuransi jiwa dan kesehatan saja, berikut beberapa proteksi dalam Unit Link dan kondisi beserta proteksiyang dibutuhkan yang bisa di jadikan pertimbangan.
Proteksi 
  1. Santunan meninggal  atau biasa di sebut Uang Pertanggungan (UP) (wajib)
  2. Santunan Kecelakaan (meninggal karena kecelakaan)
  3. Santunan Cacat Tetap Total (Total Permanent Dissability), akan sekian persen, jika tetap sebagian, missal jempol, lengan, atau kaki saja. 
  4. Santunan Harian Rawat Inap (Cash Plan), bisa doble/triple klaim atau lebih, berlaku legalisir. 
  5. Hospital Rider (Biaya Rawat Inap/Asuransi Kesehatan), single klaim, berlaku dokumen Asli. Hanya di cover (diganti) oleh salah satu asuransi, jika memiliki lebih dari 1, maka tidak bisa di klaim ke yang lain, kecuali kekurangannya. Misal, rawat inap habis 30 jt, sudah di cover semua oleh Asuransi A, maka Asuransi B, tidak akan membayar, kecuali, asuransi A hanya mengcover 20 jt atau berapa, maka asuransi B akan membayar kekurangannya. , jika sudah memiliki cover , tidak perlu membeli manfaat ini.
  6.  Santunan Penyakit Kritis  (Criticall Illness), harus anda baca detail dalam polis, kapan di covernya, apakah begitu dokter menyatakan terdeteksi, atau setelah stadium sekian atau pada kondisi tertentu, sehingga tidak terjadi salah persepsi, salah Klaim
  7.  Payor (waver Premium) TPD/DD : pembebasan kontribusi jika cacat tetap total krn kecelakaan.
  8. Payor CI : pembebasan premi jika sakit kritis, harus di baca detail syarat dan ketentuan , seperti no 6.
  9. Payor Term : pembebasan premi jika Pemegang Polis/Penanggung Tutup Usia.

Dari ke 9 proteksi tersebut, mana yang harus anda ambil?
  1. Jika anda bekerja dalam lingkungan dengan resiko kecelakaan kerja tinggi :     1,2,3,7, atau 1,3,7 atau 1,7.
  2.   Jika history keluarga  (kakek/nenek/ayah/ibu/kakak/adik/istri/suami) ada riwayat penyakit kritis : 1,6,8 atau 1,8.
  3.  Jika polis tertanggung/peserta anak, dan anda berada dalam kondisi poin 1 : 1, 7,9 atau 1,9.>>>NOT RECOMENDED (Tidak sesuai dengan tujuan Asuransi)
  4.  Jika polis tertanggung/peserta anak, dan anda berada dalam kondisi poin 2 : 1, 8,9 atau 1, 9.>>>NOT REKOMENDED (Tidak sesuai dengan tujuan Asuransi)
  5.   Cash Plan boleh anda beli jika memang mengalami kondisi sering rawat inap.
  6.   Hospital Rider, anda beli jika belum memiliki proteksi biaya Rawat inap (asuransi Kesehatan), jika bisa di beli terpisah, sebaiknya beli secara terpisah, untuk rawat inap saja, atau Term Life (Asuransi Jiwa) dan Asuransi Kesehatan.
Berdasarkan Data yang Bapak, lampirkan, bapak hanya membutuhkan proteksi Asuransi Jiwa sebesar Rp 5 M, bisa di beli dengan 2 cara : 
  • Membeli Asuransi Jiwa berjangka (Term Life Insurance) atau 
  • Unit Link dengan proteksi Uang Pertanggungan saja. Sebelumnya bandingkan besaran premi dengan cara yang sudah di muat di edisi ini tgl 6 Juli 2013 kemarin.
Untuk Keperluan Asuransi, Investasi Pensiun, Investasi Pendidikan , silahkan email di ila.abdulrahman@gmail.com, twitter @ilarahman atau baca di www.ilaabdulrahman-perencanakeuangan.blogspot.com.

Anda memiliki persoalan yang sama dengan bapak yang satu ini, beliau sedang terbelit masalah hutang. Simak di  edisi 20 Juli 2013, “Manajemen Hutang Kartu Kredit”.

Tulisan ini telah di publikasi di harian Joglosemar, 13 juli 2013, dalam rubrik "Bijak Kelola Uang", juga dalam webnya resminya.

Artikel Terkait

Popular posts from this blog

6 CIRI HIDUP MAPAN, KAMU TERMASUK NGGAK ?

Hidup mapan adalah dambaan dan kewajiban setiap orang. Karena kita diberi Allah kekayaan dan kecukupan, bukan kekayaan dan kemiskinan. Jadi siapa yang menjadikan kita miskin, adalah diri kita sendiri, akibat tidak merencanakan keuangan dengan baik, sehingga timpang dan tidak proporsional dalam membagi pos-pos keuangan. Beberapa contohnya karena tidak mengeluarkan hak Allah, pelit dalam berinfak sedekah, boros, dan banyak mengeluarkan harta secara sia-sia. Rejeki memang Allah yang memberi, namun manusialah yang seharusnya pandai mengatur agar cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan baik di dunia dan akherat kelak, sehingga kemapanan dapat dicapai. Aidil Akbar Madjid dalam kata-kata mutiaranya menulis, jika hidupmu mapan, maka wajahmu (yang tak tampan) akan termaafkan. ” Sepakat, karena setelah mapan, ketampanan itu bisa diusahakan. So, jika hidupmu mapan, pasangan rupawanpun bukan sekedar impian. Ya kan? Banyak orang mengasosiasikan hidup mapan dengan aset yang dimili

SHILA FINANCIAL

Shila Financial is a trusted financial consultancy brand committed to providing easy-to-implement, affordable, and professional financial solutions to the public. We recognize that many people struggle with managing their finances, and therefore we have Certified Financial Planners and internationally licensed professionals to help them better plan their finances and achieve a more empowered life and financial position. We have two business units: Shila Consulting and Shila Institute. Shila Consulting focuses on providing financial planning services, tax services, transfer pricing, mental health, branding, media planning and legal services to our clients. Shila Institute offers short classes on financial planning and related matters that are affordable and accessible to the general public, both for individuals and companies. We always prioritize high ethical and professional values in providing our services. We are committed to providing quality and trustworthy services to our clients

Mahar, Bisakah di Gugat Sebagai Harta Warisan?

T : Saya, menikah dengan mahar rumah yang kami tinggali saat ini.   Enam (6) bulan yang lalu suami meninggal. Kemudian anak-anak tiri saya menghendaki rumah tersebut di bagi karena menganggapnya sebagai harta warisan. Saya bukan karena tidak mau membagi, tetapi berdasarkan syariah, harta tersebut bukan termasuk sebagai harta peninggalan suami saya. Nah, bagaimana, apakah mahar tersebut bisa di gugat sebagai harta warisan dan harus di bagi?   Ardina – Solo. J: Harta, sedikit ataupun banyak, menjadi salah satu sumber pertikaian, jika tidak di antisipasi sejak awal. Inilah pentingnya Perencanaan Warisan/wasiat atau “Estate Planning”. Harta ini utk siapa, tanah sana untuk siapa? Atau jika anda muslim berwasiatlah minimal “ bagilah Harta saya secara Islam”, mengingat di Indonesia ada 3 cara pembagian warisan yaitu : berdasarkan Agama, Undang-Undang dan Hukum Adat. Dalam hal kesulitan perencaan waris, anda bisa menyewa jasa seorang Perencana Keuangan (Financial Planner) untuk memban