KISAH PANGLIMA PERANG YANG DIPECAT KARENA TAK PERNAH BERBUAT KESALAHAN

Pada zaman pemerintahan #Khalifah  #UmarBinKhatab, ada seorang panglima perang yang disegani lawan dan dicintai kawan. Panglima perang yang tak pernah kalah sepanjang karirnya memimpin tentara di medan perang. Baik pada saat beliau masih menjadi panglima Quraish, maupun setelah beliau masuk Islam dan menjadi panglima perang umat muslim. Beliau adalah #Jenderal #KhalidBinWalid. 

Namanya harum dimana-mana. Semua orang memujinya dan mengelu-elukannya. Kemana beliau pergi selalu disambut dengan teriakan, "Hidup Khalid, hidup Jenderal, hidup Panglima Perang, hidup Pedang Allah yang Terhunus." Ya! .. beliau mendapat gelar langsung dari Rasulullah yang menyebutnya sebagai Pedang Allah yang Terhunus. 

Dalam suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pasukan tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Padahal pasukan muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000 orang. Dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkannya dengan mudah. Pasukan musuh lari terbirit-birit. 

Itulah Khalid bin Walid, beliau bahkan tak gentar sedikitpun menghadapi lawan yang jauh lebih banyak.
Ada satu kisah menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sangat sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas. 

Pada suatu ketika, di saat beliau sedang berada di garis depan, memimpin peperangan, tiba-tiba datang seorang utusan dari Amirul mukminin, Umar bin Khatab, yang mengantarkan sebuah surat. Di dalam surat tersebut tertulis pesan singkat, "Dengan ini saya nyatakan Jenderal Khalid bin Walid di pecat sebagai panglima perang. Segera menghadap!"

Menerima khabar tersebut tentu saja sang jenderal sangat gusar hingga tak bisa tidur. Beliau terus-menerus memikirkan alasan pemecatannya. Kesalahan apa yang telah saya lakukan? Kira-kira begitulah yang berkecamuk di dalam pikiran beliau kala itu. 

Sebagai prajurit yang baik, taat pada atasan, beliaupun segera bersiap menghadap Khalifah Umar Bin Khatab. Sebelum berangkat beliau menyerahkan komando perang kepada penggantinya. 

Sesampai di depan Umar beliau memberikan salam, "Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?"

"Waalaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!" Jawab Khalifah. 

"Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?"

"Kamu tidak punya kesalahan."

"Kalau tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?"

"Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik."

"Lalu kenapa saya dipecat?" tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya. 

Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, "Khalid, engkau jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah kau pimpin, dan tak pernah satu kalipun kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjungmu. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan. Tapi, ingat Khalid, kau juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong''. 

''Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini kau saya pecat. Supaya engkau tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja kau tak bisa berbuat apa-apa!" 

Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar. 

Sambil menangis beliau berbisik, "Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku"



Hebatnya lagi, setelah dipecat beliau balik lagi ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima perang. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemarin. 

Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat. Lalu, ada diantara mereka yang bertanya, "Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat." 

Dengan tenang Khalid bin Walid menjawab, "Saya berperang bukan karena jabatan, popularitas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Allah."

MAHALNYA HIDAYAH, (MUNGKIN) KISAH ANNEMARIE SCHIMMEL


Tidaklah cukup hafal Al-Qur'an dan hadist.

°~ Kisah nyata ini pernah dituturkan oleh Habib Quraisy bin Qosim Baharun Cirebon, dari kisah perjalanannya tahun 1996 silam.
Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita, betapa berharganya iman dan Islam bagi kita.

Kala itu sebuah pesawat melintasi daratan benua Afrika, atmosfer dan lautannya beserta biosfernya yang rumit. Sayap pesawat nan kokoh melibas setiap awan yang ada dihadapannya. Penumpang pesawat duduk tenang di kursi empuk sambil menikmati sesuatu yang nyaman baginya sembari menunggu pesawat itu lending pada bandara tujuan selanjutnya.

Diantara penumpang pesawat itu ialah Habib Quraisy serta seorang ibu Tua berpakaian penutup jilbab disebelahnya. Usia ibu Tua itu berkisar sekitar 65 atau 70 tahun.Di dalam perjalanan ibu Tua itu menyapa Habib Quraisy dan menanyakan tempat tujuannya dengan berbahasa arab yang fasih.

“Kemana Anda akan pergi ?” Tanya Ibu Tua itu.

“Saya akan transit ke Yordan kemudian melanjutkan perjalanan ke Yaman”. Jawab Habib.

“Dimana asal Anda ?” Tanya ibu Tua itu kembali juga dengan bahasa arab yang sangat fasih. 

Habib jawab “Saya berasal dari Indonesia”..

Mengetahui Habib Quraisy orang Indonesia, sejurus ibu Tua mentranslate bahasanya dengan bahasa Indonesia. Padahal dari perbincangannya Ia mengetahui bahwa ibu Tua itu sendiri adalah wanita kelahiran Jerman dan warga Negara Jerman. Pada gilirannya ibu Tua itu lantas berbahasa Indonesia yang amat fasih pula. Lalu bertanya lagi..

“Adik di Indonesia dimana?”. Habib Quraisy katakan ; “Saya di Jawa”.

Tak ubahnya seperti mengetahui sesuatu, Ibu itu lantas merubah dialognya dengan menggunakan bahasa Jawa yang dialegnya sangat halus dan hampir-hampir Habib Quraisy tidak paham dan Ia katakan pada Ibu itu “Luar biasa, Ibunda begitu banyak menguasai bahasa sampai bahasa Indonesia dan Jawa sekalipun, padahal Anda orang Barat”.
Ibu Tua itu hanya tersenyum bijak sambil berkata “Saya ‘Alhamdulillah’ menguasai sebelas bahasa dan duapuluh bahasa daerah”.

Silih waktu dari perbincangan Habib Quraisy bersama Ibu Tua itu mengarah kepada hal-hal yang berkaitan dengan agama.

Wanita Tua itu mulai mengupas pembahasan Al Qur’an dengan indah dan mahirnya.

Habib pun penasaran atas kehebatannya menjelaskan Al Qur’an dan bertanya “Apakah Ibunda hafal Al Qur’an ?”

Beliau menjawab “Ya, saya telah menghafal Al Qur’an dan saya rasa tidak cukup hanya menghafal Al Quran sehingga saya berusaha menghapal Tafsir Jalalain dan saya pun hafal”.

Tidak sampai disitu saja, Ibu Tua itu melanjutkan bicaranya “Namun Al Qur’an harus bergandengan dengan hadist. Sehingga saya kemudian berupaya lagi menghafal hadist tentang hukum sehingga saya hafal kitab hadist Bulughul Marom di luar kepala”.

“Lantas saya masih belum merasa cukup, karena di dalam Islam bukan hanya ada halal dan haram tapi harus ada fadhailul amal, maka saya pilih kitab Riyadhus Sholihin untuk saya hafal dan saya hafal”. Kata Ibu itu menuturkan pendalamannya tentang Islam kepada Habib Quraisy.

Dan lagi Ibu itu kembali bertutur “Di sisi agama ada namanya tasawuf, maka saya cendrung pada tasawuf sehingga saya memilih kitab Ihya Ulumuddin dan sampai saat ini saya sudah 50 kali mengkhatamkan membacanya.
Saking seringnya saya membaca Ihya Ulumuddin sampai-sampai Bab Ajaibul Qulub saya hafal di luar kepala”.

Habib Quraisy terperangah melihat kehebatan dan luar biasanya Ibu Tua itu. Namun karena tidak mau percaya begitu saja, Habib pun akhirnya mencoba mentest kebenaran perkataannya. Apakah benar Ia telah hafal Al Qur’an? Apakah benar Ia menguasai Tafsir Jalalain tentang asbabunnuzul dan qaul Ibnu Abbas? 

Setelah melalui beberapa pertanyaan. Ternyata memang benar Ibu itu hafal Al Qur’an bahkan Ia mampu menjawab tafsirnya dengan mahir dan piawai.

Ketika Habib mengangkat permasalahan ihya mawat yang ada di dalam kitab Bulughul Maram Ibu Tua itu pun menjabarkannya cukup jelas.

Ketika Habib membahas tentang hadist Riyadhus Sholihin maka Ibu Tua itu menyebutka sesuai apa yang disebutkan dalam kitab Dalailul Falihin sebagai syarah kitab hadist tersebut.

Dan lagi Ia menjelaskan masalah hati psikologi berbasis kitab Ihya Ulumuddin pada pasal ajaibul qulub.

Kembali Habib dibuat heran akan kehebatan Ibu Tua itu dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Menurutnya, sejauh ini selain gurunya Habib belum pernah menemukan orang sekaliber Ibu yang ada duduk di sampingnya.

Pesawat mendarat landing di airport.

Ketika pesawat itu sudah benar-benar berhenti para penumpang semuanya menyiapkan diri termasuk barangnya bawaannya menuruni pesawat.

Begitu pula Ibu itu mengambil tasnya yang di ada di kabin, karena sudah merasa kenal Habib mencoba bantu mengambilkan tas itu dan menurunkan tiga tas ke lantai pesawat.

Subhanallah… ketika Ibu itu menunduk untuk mengambil tas itu ternyata keluar dari bilik jilbabnya seutas kalung yang bertanda palang salib.

Seperti petir menyambar di siang bolong,

Habib Quraisy menunduk dengan lemah.

Ibu itu hanya tersenyum dan mengatakan “Akan saya jelaskan kepadamu nanti di hotel”.

Seperti katanya Habib akan transit dulu selama satu hari satu malam, pun Ibu Tua itu.

Maka di ruang receptioner (ruang tunggu) Ia tunjukkan nomor kamarnya kepada Habib dan kemudian berjanji untuk bertemu di ruang lobi restaurant.

Sesuai kesepakatan keduanya akhirnya bertemu.

Kepada Habib Quraisy Ibu itu mengatakan “Saya bukan orang Kristen, saya keluar dari Kristen. Dan kalung ini bukan berarti saya Kristen, tapi kalung ini adalah pemberian almarhumah ibu saya”.

Ibu Tua itu pun mengatakan bahwa Ia telah mempelajari beberapa agama, Kristen, Hindu juga Islam.

Ia juga sempat mengungkapkan ketertarikannya mengenai keagungan yang ada di bilik wahyu Allah Swt dan hadits Nabi Muhammad SAW.

“Ibu apa agamanya sekarang ?” Habib bertanya.

Dia katakan “Saya tidak beragama”

“Seandainya Ibu masuk agama Islam, begitu membaca syahadat, ibu akan langsung mendapat titel kiyai haji”. Karena demikian luas ilmu yang ia miliki kata Habib.

Ia menjawab “Mungkin karena saya belum dapat hidayah dari Allah”

Habib Quraisy sempat menetaskan air mata bersyukur kepada Allah SWT, bagaimana orang seperti dia yang sudah hafal Al Qur’an dan lain sebagainya belum Allah izinkan untuk beriman kepada-NYA.

Sementara kita tanpa usaha apapun, telah dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi seorang yang muslim.

Demikian kisah ajib ini.

Semoga yg membaca dan yang turut merilis kisah ini, dapat mengambil iktibar betapa bersyukurnya kita telah dianugrahkan iman.

Semoga Iman, Islam kita semakin bertambah kuat sampai ajal menjemput, sehingga kita termasuk orang yang husnul khotimah.

Tulisan 'Mahalnya Hidayah'.., yg dituturkan Hbb Quraisy b Qosim Baharun ...mungkin orang yg dimaksud  namanya Ann Marie Schimmel seorang ahli terkemuka dalam literature Islam & mistisisme (tasawuf), sebagai professor mengajar di 3 Universitas terkenal di 3 Negara berbeda,  dikenal memiliki ingatan fotografis.  
Wafat Pada tahun 2003 usia 80 tahun, entah bagaimana tentang keimanannya pada akhir umur nya...wallahu alam...

★ ANNEMARIE SCHIMMEL 

Mari bicara sedikit tentang Annemarie SCHIMMEL, filosof, budayawan, dan penulis kenamaan Jerman.

Ketika mengomentari doa-doa Islam khususnya "Shahifah Sajjadiyah" (Kumpulan Munajatnya Imam Ali Zainal Abidin as Sajjad as), Annemarie mengutarakan:

“Saya selalu membaca doa-doa, hadis, dan sejarah Islam dari Bahasa Arab dan tidak pernah merujuk ke terjemahan apapun," katanya.

"Saya pernah menerjemahkan dan menerbitkan sebagian "Shahifah Sajjadiyah" ke dalam Bahasa Jerman."

Sekitar 70 tahun lalu, ketika sedang menerjemahkan salah satu doa, ibu Annemarie sedang terbaring di rumah sakit.

"Saya menemaninya. Setelah ibuku tertidur, saya duduk di pojok kamar dan menulis ulang terjemahan yang telah saya lakukan. Kamar ibuku memiliki dua ranjang. Di ranjang yang lain terbaring seorang wanita penganut Kristen Katholik yang sangat fanatik dan kuat akidahnya.

Ketika melihat saya sedang menerjemahkan doa-doa Islam, ia serta merta memprotes saya: 'Memangnya kita memiliki kekurangan doa di agama Kristen dan Kitab Suci, sehingga kamu memilih doa-doa Islam?'

Setelah buku itu dicetak, saya mengirimkan satu naskah kepada wanita itu."

Walhasil, sekitar sebulan setelah itu, wanita itu menelpon Annemarie, seraya berkata:

“Saya sangat berterimah kasih atas hadiah buku itu. Setiap hari saya membaca buku itu sebagai ganti dari doa-doa (yang biasa) saya (baca). Ali Zainal Abidin (as) bisa membuat solusi bagi mayoritas masyarakat Barat.”

Dan yang sangat menarik, di atas batu nisan Annemarie Schimmel tertulis hadis Imam Ali bin Abi Thalib as (kakek Zainal Abidin as) dengan khat Nasta’liq yang sangat indah (lihat foto di atas):

ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻧﻴﺎﻡ ﻓﺈﺫﺍ ﻣﺎﺗﻮﺍ ﺍﻧﺘﺒﻬﻮﺍ

“Seluruh manusia tertidur pulas. Ketika ajal tiba, mereka baru sadar”.

★✩★

Berapa Kebutuhan Dana Darurat Saya?

Dana darurat atau emergency fund sangat penting dalam keuangan keluarga, menempati urutan kedua setelah melunasi utang-utang jahat alias utang konsumtif, terutama untuk mengantisipasi kebutuhan dana dalam kondisi yang darurat.

Seperti apa kondisi darurat itu? Jika sedang jalan-jalan di pusat perbelanjaan lalu ada diskon dan ingin beli, padahal tidak ada budget, ini bukan kondisi darurat. Atau sedang servis mobil melihat ada aksesoris baru, ini juga bukan kondisi darurat.

Kondisi darurat seperti sakit dan tidak punya asuransi, ada keluarga (orang tua) yang sakit atau meninggal, PHK, kecelakaan, pernikahan yang dilaksanakan satu tahun mendatang, atap rumah roboh, menabrak pagar tetangga dan lain-lain.

Besaran Kebutuhan Dana Darurat

Dana darurat antara single dengan yang sudah berkeluarga akan membutuhkan jumlah yang berbeda. Pasangan pengantin baru dengan pasangan yang sudah memiliki anak juga akan berbeda kebutuhan dana daruratnya. Tergantung dari jumlah tanggungan, jenis pekerjaan, dan tingkat kenyamanan yang diinginkan. Bisa jadi Anda single hanya butuh dana darurat tiga kali gaji, namun Anda nyaman dengan lima kali gaji maka tidak menjadi masalah.

Contoh lain, keluarga dengan tiga orang anak, dua yang masih menjadi tanggungan. Dana darurat yang direkomendasikan adalah sembilan kali pendapatan karena jika terjadi PHK, memerlukan cukup waktu lama sekitar 6-9 bulan untuk memperoleh pekerjaan kembali. Ada juga yang secara teori membutuhkan dana darurat enam bulan gaji, namun karena jenis pekerjaannya sangat langka maka boleh membentuk dana darurat sebesar tiga bulan gaji.

Secara sederhana berikut besaran dana darurat disarankan
1. Single: tiga kali pendapatan
2. Menikah memiliki 1-2 anak: 4-6 kali pendapatan
3. Menikah (3 anak atau lebih):  enam kali pendapatan
atau tergantung kenyamanan Anda masing-masing.

Kapan Dana Darurat Dibentuk?

Seperti sudah disinggung di awal, dana darurat dibentuk setelah Anda melunasi utang konsumtif atau utang jahat, yaitu utang yang tidak ada asetnya, atau ada asetnya tapi nilainya menurun, atau utang yang tidak menunjang produktivitas atau penghasilan, seperti KTA, kredit perlengkapan makan, kredit tas, kredit baju, bahkan dalam beberapa kondisi, arisan juga dapat dimasukkan dalam kategori ini.
Setidaknya sisihkan di awal gajian miinimal 10% dari pendapatan untuk membentuk dana darurat hingga minimal terbentuk 40% dari kebutuhan, Anda boleh melangkah ke step rencana keuangan selanjutnya.

Untuk kebutuhan rencana keuangan Anda secara tepat dan komprehensif baiknya konsultasikan dengan perencana keuangan Anda. Sekali salah langkah, masa depan yang Anda pertaruhkan.

Tag: AZ Consulting, Ila Abdulrahman
Penulis: Ila Abdulrahman, Financial Planner
Editor: Cahyo Prayogo
Foto: AZ Consulting

Kenapa Pengajuan KPR Saya Ditolak?

Seorang ibu mengeluhkan pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR)-nya ditolak. Kemudian si ibu ini berpindah bank untuk mengajukan kredit yang sama. Walhasil, jumlah yang disetujui hanya 40% dari yang diajukan. Pernahkah Anda mengalami?

Ibu itu tidak sendiri karena banyak nasabah yang KPR-nya ditolak. Jika KPR ditolak Anda bisa menanyakannya ke pihak developer atau pihak bank langsung untuk mengetahui alasan pasti penolakannya. 
Kemungkinan penolakan ada beberapa hal seperti

Income

Income atau join income (pendapatan gabungan) tidak mencukupi jika diambil porsi cicilannya (35%-40% dari pendapatan). Misal, join income atau income Rp6 juta, KPR yang bisa disetujui adalah pinjaman dengan cicilan maksimal Rp1,8 juta sampai Rp2 juta per bulan dengan catatan belum memiliki tanggungan cicilan lain.

Jika Anda sudah memiliki cicilan lain, misal sebesar Rp500ribu per bulan maka kredit yang disetujui selanjutnya adalah yang cicilannya Rp1,3 juta sampai Rp1,5juta per bulan.

Verifikasi Pendapatan

Verifikasi pendapatan tidak sesuai dengan yang dilampirkan (lebih kecil) berakibat jumlah plafon yang disetujui menurun dari yang diajukan.

BI Checking

Selanjutnya adalah apa yang biasa disebut dengan BI checking. Penolakan juga diakibatkan oleh BI checking yang tidak bagus. Ada catatan pernah terlambat membayar cicilan atau masih memiliki tunggakan di tempat lain.

Mungkin Anda pernah memiliki cicilan atau tagihan kartu kredit? Terkadang meski sudah lunas, sudah ditutup, di BI masih tercatat memiliki tunggakan. Bagaimana jika ini yang terjadi? Mudah.

1. datang ke bank penerbit kartu kredit;
2. minta surat keterangan lunas atau penutupan;
3. lalu sertakan surat keterangan tersebut dalam pengajuan KPR;
4. atau bawa surat tersebut ke BI beserta KTP. Minta clearing atau pembersihan maka BI checking Anda akan kembali putih.

Artikel sudah diterbitkan di m.wartaekonomi.co.id

Merasa Gaji Kurang? Bukan Gaji Yang Kurang, Ini Penyebabnya

ESQ-NEWS.com -
Ila Abdulrahman, RIFA, RFC® – Financial Planner

Banyak dari kita yang mengeluh uang saku tidak cukup, gaji kurang, tidak bisa bersedekah banyak, zakatpun kadang kelewat, tidak punya tabungan, tidak punya dana darurat dan asuransi, tidak punya investasi,  kenaikan gaji tidak berasa. Mungkin bukan gaji yang kurang, tapi salah satunya mungkin Anda belum mengetahui pembagian cash flow secara tepat.

Sebenarnya pos pembagian pendapatan itu apa saja dan berapa porsi masing-masing. Agar berapapun pendapatan, gaji, keuntungan bisnis cukup untuk memenuhi biaya hidup hari ini, ada yang disiapkan untuk besok, serta  untuk kebutuhan-kebutuhan yang akan datang?

Berikut pembagian pendapatan untuk masing-masing pos keuangan:

1. Kewajiban Terhadap Tuhan

Begitu Anda terima gaji, hal pertama yang harus Anda bayar adalah kewajiban terhadap Tuhan, terdiri dari pengeluaran yang bersifat sosial seperti, zakat, perpuluhan, derma, kebutuhan sesaji, disusul dengan sedekah, infaq, atau hadiah. Porsi  pos ini minimal 2,5% untuk memenuhi kewajiban zakat untuk Muslim. Atau untuk yang beragama lain, sesuaikan dengan ketentuan agama masing-masing. Secara rata-rata pos ini perlu dialokasikan minimal 10%.

2. Kewajiban Terhadap Orang Lain

Kewajiban terhadap orang lain ini biasanya berbentuk hutang. Hal kedua yang harus Anda bayar setelah menerima gaji adalah membayar (cicilan) hutang. Cicilan hutang produktif, maksimal 30% dari pendapatan. Ingat, hutang produktif, yaitu hutang yang ada asetnya seperti KPR atau hutang yang menambah produktifitas atau penghasilan dan  bukan hutang konsumtif, seperti KTA, kredit perlengkapan dapur yang hanya menghiasi rak. Jika Anda tidak memiliki hutang, budget pos ini direkomendasikan dialihkan ke pos investasi.

3. Hak Kita di Masa Depan

Hak kita di masa depan adalah pengeluaran untuk pos berinvestasi seperti untuk dana pendidikan anak, dana pensiun, perjalanan rohani (Umroh, Haji, dll), wakaf (sedekah jariyah untuk Muslim), membeli asset, dll, minimal 20% dari pendapatan. Jika belum memiliki dana darurat (DD), maka membentuk DD menjadi prioritas terlebih dahulu, kemudian berinvestasi, setelah DD terbentuk.
Jika dahulu kita diajarkan : Pendapatan dikurangi pengurangan sama dengan nol, saat ini sudah harus diubah. Bahwa pendapatan dikurangi investasi adalah pengeluaran. Jadi yang harus Anda lakukan pertama kali ketika menerima gaji adalah, mengeluarkan kewajiban, berzakat, dan sejenisnya atau memberi ke orang tua, dilanjutkan dengan membayar kewajiban kepada orang lain alias membayar cicilan hutang, lanjut dengan berinvestasi.

Investasi bisa diartikan sebagai menunda konsumsi di saat ini untuk memenuhi kebutuhan keuangan di masa depan yang lebih besar.

4. Hak Kita Saat Ini

Hak kita di saat ini atau biasa di sebut dengan living cost atau biaya hidup seperti makan, listrik, transport, komunikasi, uang jajan anak, jalan-jalan, dll. Porsi yang dikatakan sehat jika besarannya maksimal 40% dari penghasilan bulanan Anda, atau menurut OJK boleh diangka maksimal 60%. Hati-hati dengan porsi 60%, bisa jadi Anda tidak memiliki investasi sesuai kebutuhan.
Mulailah menghitung jumlah tiap pos, apakah sesuai koridor ataukah ada yang melebihi? Lakukan penyesuaian, agar sejahtera di kehidupan saat ini dan nanti dengan pahala yang terus mengalir.

Secara sederhana pembagian pendapatan adalah :
  1. Sosial minimal 10%
  2. Membayar cicilan Hutang, maksimal 30%
  3. Berinvestasi minimal 20%
  4. Biaya hidup maksimal 40%
Dalam hal perencanaan keuangan  cukup :
  • Hidup secukupnya
  • Penuhi kebutuhan, manajemen keinginan
  • Milki uang cadangan
  • Lindungi diri dan keluarga dengan membeli asuransi, bagi yang tidak setuju asuransi, silakan tambahkan dalam dana darurat
  • Investasikan agar uang bisa ‘bekerja keras’
  • Belanjakan lebih sedikit daripada uang yang dihasilkan
Bagi Anda yang berpenghasilan tidak tetap, gunakan penghasilan rata-rata, penghasilan satu tahun dibagi 12 bulan, atau gunakan penghasilan terendah dalam 1 tahun.

Salam Financial !

FB | IG|Twitter : @shilafinancial
 

Mudah Loh Mengatur Gaji Anda

Banyak ibu-ibu pusing karena gaji suami cuma lima juta koma alias tanggal 5 sudah koma. Bagaimana cukup? Belum bayar SPP, belum makan, belum transport.

Padahal, banyak orang awam telah melakukan perencanaan keuangan jauh sebelum ilmu perencanaan keuangan mulai membumi seperti saat ini. Hanya saja mereka melakukan hal tersebut dengan cara dan komposisi yang berbeda. Contohnya, orang tua zaman dahulu mengajarkan anak-anaknya melakukan perencanaan lebaran dengan nyelengi atau menabung dalam bumbung bambu tiang rumah, sehari Rp300. Itu salah satu bentuk perencanaan keuangan.

Sebenarnya, berapa komposisi dan posnya apa saja agar berapapun pendapatan, gaji, keuntungan bisnis cukup untuk memenuhi biaya hidup hari ini, untuk besok, serta untuk kebutuhan-kebutuhan yang akan datang?

Dalam tulisan ini, saya akan mengulas khusus untuk direktur keuangan dalam rumah tangga dalam hal ini biasanya "sang ibu". Siapkan catatan, termasuk catatan keuangan setidaknya selama tiga bulan terakhir.

Pada dasarnya, pengeluaran rumah tangga itu "hanya" ada :
1. mengeluaran sosial, zakat minimal 2,5%; perpuluhan (10%), derma, dan lain-lain secara rata-rata minimal 10% dari pendapatan.
2. membayar kewajiban (cicilan utang produktif, seperti KPR) maksimal 30% dari pendapatan. Jika Anda tidak memiliki utang budget pos ini direkomendasikan dialihkan ke pos investasi;
3. berinvestasi untuk dana pendidikan anak, dana pensiun, perjalanan rohani, membeli aset, dan lain-lain miinimal 20% dari pendapatan;
4. living cost atau biaya hidup, makan, listrik, transport, jalan-jalan, dan lain-lain maksimal 40% dari pendapatan.

Nah sekarang, kelompokkan segala macam pengeluaran sesuai kategori di atas, mendekatkah komposisinya? Selamat jika iya dan jika belum lakukan penyesuaian agar setidaknya mendekati batas aman tiap pos pengeluaran. Mudah bukan?

Artyikel telah diterbitkan di http://m.wartaekonomi.co.id

Akhir Tahun, Saatnya Review Kesehatan Keuangan

Akhir tahun, yang identik dengan diskon, sale, garage sale alias cuci gudang, sangat bisa jadi menggoda mata dan menguras dompet. Apalagi bersamaan dengan liburan sekolah dan tahun baru, keluar masuk tempat wisata dan perbelanjaan, mau tidak mau isi dompet ludes.

Yang ada pasca liburan terkaget-kaget melihat saldo tabungan mencapai titik kritis bahkan minus karena gesek kartu kredit melebihi dana tersedia, bahkan dana darurat juga terpakai.

Tenang, semua sah-sah saja, sudah terlanjur ini, mau di apakan lagi. Penyesalan tidak ada guna tanpa perbaikan.

Nah, untuk menghindari kejadian berulang di tahun depan, mumpung tahun baru, ini saatnya review cash flow bulanan, tahunan, atau membuat RAPBK (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Keluarga) dan NKK (Neraca Keuangan Keluarga), bagi yang belum memiliki pembukuan.

1. Cash Flow Atau Arus Kas
Sesuaikan cash flow, mana yang harus di tambah, mana yang harus dikurangi anggarannya. Pengeluaran konsumtif yang mengganggu keuangan hendaknya disesuaikan.

Misal, jika tadinya hampir seminggu 3 kali nongkrong dan minum kopi seharga Rp 80 ribu per cangkir, bisa disesuaikan cukup 1 minggu sekali tau bisa tetap seminggu sekali tetapi dengan kopi seharga Rp 25 ribu per cangkir.

Saldo bisa dialokasikan untuk memenuhi pos lain yang belum terpenuhi, misalnya pos investasi pendidikan, pensiun atau investasi lainnya.

2. Menambah Anggaran Investasi
Anggaran nvestasi hendaknya ditambah setiap tahunnya, misal sebesar 20% setiap tahun, untuk mengejar inflasi, agar dana investasi minimal 'cukup' pada saat dibutuhkan.

Jadi misal tahun ini alokasi investasi sebesar Rp 500 ribu per bulan, tahun depan naik minimal menjadi Rp 550 ribu per bulan.

3. Review Jumlah Tanggungan
Apakah tahun depan tanggungan keluarga bertambah? Ataukah tahun ini tanggungan keluarga berkurang, misal ada anggota keluarga yang menjadi tanggungan telah berpulang, atau bertambah anak, atau ada keluarga ayah, atau ibu akan tinggal bersama?

Ini juga mempengaruhi keuangan. Bisa saja berkata, rejeki Tuhan yang atur. Benar, tetapi manusia berkewajiban mengaturnya dengan baik, agar amanah yang diberikan terpelihara dengan baik.

Bertambah atau berkurangnya anggota keluarga memerlukan penyesuaian keuangan, konsumsi, transportasi, komunikasi dan lain-lain. Pada prinsipnya sesuaikan dengan anggaran keuangan 40% dari income.

4. Asuransi
Review apakah proteksi asuransi jiwa perlu dinaikkan atau diturunkan atau tetap Uang Pertanggungannya (UP). UP tidak perlu berubah, jika tidak ada perubahan pendapatan, jumlah tanggungan dan risiko pekerjaan.

UP perlu dinaikkan jika pendapatan naik, jumlah tanggungan bertambah, dan risiko pekerjaan semakin naik.. Dalam membeli asuransi jiwa tetaplah harus jeli hingga tidak terjadi salah beli.

5. Membuat RAPBK dan NKK
Ini di lakukan bagi keluarga yang belum memiliki pembukuan sama sekali, dan baru mau memulainya. Momentum akhir tahun atau tahun baru sangat pas, mempermudah mengingat untuk review dan revisi tiap tahun.

RAPBK dimulai berdasarkan riwayat keuangan minimal 3 bulan ke belakang, jika lupa ambil rata-rata tertinggi untuk pengeluaran konsumsi dan terendah untuk simpanan/investasi. Kolom RPBK hampir sama dengan pembukuan pendapatan, pengeluaran.

Jika dahulu diajarkan pendapatan dikurangi pengeluaran sama dengan nol, maka dalam RAPBK ini Pendapatan dikurangi pengeluaran harus ada sisa, atau bahkan lebih baik Pendapatan dikurangi simpanan atau investasi, sisanya untuk pengeluaran lainnya.

Secara sederhana, 10% pendapatan untuk dana sosial, 20% untuk investasi, 30% untuk angsuran-angsuran, dan 40% sisanya untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Pos liburan akhir tahun termasuk belanja sale alias diskonan bisa dianggarkan dari kebutuhan rumah tangga dengan menyimpan setiap bulan.

NKK atau neraca keuangan keluarga, merupakan pembukuan antara kekayaan atau aset yang dimiliki dengan kewajiban atau utang, sehingga akan diketahui berapa kekayaan bersih yang dimiliki.

Nah, beberapa review ini bisa dijadikan tips untuk menyelamatkan keuangan di tahun berikutnya. Dalam perencanaan keuangan pada prinsipnya, 'pisahkan antara kebutuhan dan keinginan, kebutuhan harus dipenuhi, keinginan harus diatur'.

Makan itu kebutuhan, tapi mau makan apa itu keinginan. Dalam hal kesulitan membuat Perencanaan Keuangan sendiri, anda bisa menggunakan bantuan profesional, Financial Planner, atau ikut kelas-kelas pelatihan yang diselenggarakan.

Selamat merencanakan keuangan dengan lebih baik.

 Artikel sudah diterbitkan di detiik.com, desember 2016

Tipe Investor yang Manakah Saya?

Orientasi investasi keuangan setiap orang berbeda-beda. Hal ini bergantung pada kondisi ekonomi dan tingkat pemahaman, tujuan keuangan serta pengetahuan seseorang terhadap masalah-masalah yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan. Perbedaan ini akan berpengaruh kepada keputusan seseorang dalam memilih jenis investasi yang akan ia gunakan untuk mengelola kelebihan dana yang dimilikinya.

Secara umum orang yang berinvestasi (investor) ada 5 tipe yaitu:
  1. Sangat Konservatif: Anda menghindari risiko dan tidak ingin kehilangan uang sama sekali
  2. Konservatif: Anda tidak suka mengambil risiko dan selalu ingin melindungi nilai pokok investasi
  3. Seimbang: Anda berani mengambil risiko, lebih menyukai Investasi yang berimbang yang dapat memberikan hasil secara reguler. Merasa nyaman mengambil resiko untuk hasil yang lebih
  4. Berkembang: Berani mengambil risiko tinggi untuk mendapatkan hasil yang tinggi
  5. Agresif: Disebut juga dengan Risk Taker. Tipe ini sangat berani menghadapi risiko. Risk Taker merasa tidak nyaman apabila berinvestasi pada jenis investasi yang memberikan hasil (return) kecil. Ia sangat percaya bahwa berinvestasi pada instrumen yang berisiko tinggi berarti ia berpotensi mendapatkan hasil yang tinggi (high risk - high return). Atau berani mengambil risiko lebih tinggi untuk mendapatkan hasil yang lebih tinggi.
Tipe Konservatif akan memilih jenis investasi berpendapatan tetap misalnya deposito, pasar uang, reksa dana pendapatan tetap dan obligasi.

Tipe Moderat (seimbang dan berimbang) akan menempatkan dananya pada jenis investasi pasar modal (ekuitas), reksa dana campuran dan jenis investasi berpendapatan tetap dan dan sebagian kecil saham, dengan komposisi yang berbeda.

Tipe Agresif akan menempatkan dananya pada jenis investasi dominan ke saham (ekuitas)

Termasuk yang manakah Anda? Untuk mengetahuinya Anda bisa berkonsultasi dengan Financial Planner untuk mendapatkan diagnosa tipe investor yang mana, sehingga tepat berinvestasi.

Termasuk yang mana pun, terkadang pada akhirnya pilihan investasi akan disesuaikan dengan tujuan investasi tersebut. Meski Anda seorang yang konservatif, dalam hal perencanaan keuangan jangka panjang, sangat mungkin Anda akan dipaksa untuk menjadi agresif, untuk mengejar tujuan, namun bukan berarti Anda tidak bebas menolak ataupun memilih alternatif pilihan yang disediakan. Selamat Berinvestasi.
 
 
Artikel telah diterbitkan di detik.com

Keuangan dan Pernikahan

Keuangan baik banyak atau pun sedikit jumlahnya, menjadi salah satu penyebab perselisihan dalam keluarga, bahkan masalah ekonomi (suami tidak bisa menafkahi) adalah penyebab utama perceraian.

Data Kementerian Agama, dari 2 juta pernikahan setiap tahun, ada 200 ribuan yang bercerai. Oleh karena itu pemahaman masing-masing pasangan akan pengelolaan, kesepakatan dalam ekonomi rumah tangga sangat penting untuk disepakati dari awal.

Sedikitnya isu terkait keuangan dapat menjadi gangguan dalam pernikahan antara lain:

1. Beban Utang Masa Lalu
 
Kebanyakan orang menikah mempunyai beban keuangan bawaan seperti kredit mobil, kartu kredit atau beban keuangan lain, seperti memberi tunjangan keuangan kepada keluarga, atau bahkan beban hutang untuk biaya pernikahan.

Kasus yang sering terjadi, utang untuk biaya pernikahan ini, hingga sudah memiliki 2 orang anak, belum juga lunas. Biasanya ini dialami oleh pasangan pria. Jika satu pihak memiliki utang lebih banyak dari yang lain, atau lebih buruk lagi jika pasangannya bebas utang. Kewajiban membayar utang dapat menjadi lahan subur perselisihan. Oleh karena itu keterbukaan di awal sebelum menikah tentang kondisi utang ini sangat penting, termasuk bagaimana angsurannya, apakah menjadi beban/tanggungan masing-masing, atau bersama.

Jangan sampai istri syok, bengong dan menangis di depan Financial Plannernya, karena baru mengetahui dan merasa bersalah, bahwa pernikahan yang sudah berlangsung hampir 7 tahun tersebut biayanya belum lunas, sedang si istri merasa, 'suamiku bergaji cukup', sehingga minta dibelikan motor atau mobil baru.

2. Kepribadian Keuangan
 
Pasangan suami istri (pasutri) tanpa utang bisa berselisih soal uang. Penyebabnya adalah perbedaan kepribadian keuangan, yang dapat dikelompokkan menjadi 5 tipe: big spender (suka membeli barang mewah), saver (orang hemat), shopper (orang yang suka berbelanja), debtor (orang yang berani berutang) dan investor.

Pembelian barang bermerek oleh big spender dan hobi belanja oleh shopper, sering menjadi sumber keluhan pasangannya. Untuk menanganinya, semasa belum memasuki jenjang pernikahan, jujurlah tentang kepribadian Anda sehingga pasangan hidup mengetahui sejak dini sehingga dapat membantu mengatasi kecenderungan negatif dari kepribadian keuangan, misal membuat rekening tersendiri untuk alokasi budget barang mewah atu shoppingnya.

3. Pekerjaan dan Penghasilan
 
Suami bekerja, istri tidak. Atau suami menganggur dan istri tetap bekerja. Atau suami-istri bekerja tetapi salah satunya memiliki penghasilan lebih besar dari yang lain. Orang tua si istri memiliki banyak uang dan orang tua si suami miskin. Berbagai ketimpangan di atas sering memunculkan permainan kekuasaan.

Penghasil uang lebih banyak cenderung ingin mendiktekan prioritas pengeluaran. Salah satu solusinya: mempercayakan keputusan pengeluaran ke pasangan berpenghasilan lebih rendah.

4. Pengelolaan Keuangan
 
Suami atau istri saja yang bekerja, atau keduanya sama-sama bekerja, perlu disepakati pengelolaan keuangan yang dipakai. Pada prinsipnya ada 3 pilihan, yaitu :
  • 'Suami: Semua uang milik istri'. Suami menanggung semua pengeluaran, penghasilan istri terserah istri, hendak digunakan untuk apa.
  • Sistem 1 keranjang 'uangmu dan uangku'. Penghasilan suami ditambah (sebagian) penghasilan istri disetor ke dalam rekening bersama, kemudian digunakan untuk membayar pengeluaran.
  • Sistem 2 keranjang 'uangku-uangku, uangmu-uangmu'. Masing-masing membayar beban, suami membayar beban pengeluaran a,b,c,d, istri membayar pengeluaran e,f,g,h misalnya.

5. Keluarga Besar
 
Keluarga besar dapat menjadi sumber perselisihan. Sebuah keluarga sudah menabung untuk membeli kendaraanl baru. Pada saat yang sama, ibu si istri ingin ingin mengadakan hajatan, orang tua suami memerlukan dana tambahan untuk berobat. Kakak si istri, yang dulu turut membiayai sekolah si istri, kehilangan pekerjaan dan membutuhkan bantuan.

Kakak si suami tidak dapat membayar uang kuliah anaknya. Kebutuhan keluarga sering berdampak langsung ke dompet sebuah keluarga. Bagaimana keluarga tersebut harus menangani masalah ini? Memiliki kebijakan yang disepakati di muka dapat membantu mencegah atau meminimalisasi masalah. Bahwa saudara adalah lingkaran terdekat yang berhak mendapatkan bantuan, maka prioritaskan mana yang akan dibantu, terkecuali ada dana yang bisa digunakan untuk membantu semua. Dalam hal ini sebenarnya pos sosial bisa digunakan.

6. Anak-anak
 
Anak-anak sering menjadi sumber persoalan. Memiliki atau tidak memiliki anak (dan berapa?) adalah satu persoalan. Setelah memiliki anak, persoalannya adalah bagaimana memenuhi kebutuhan mereka yang ragam dan nilainya terus meningkat, mulai dari biaya pemeriksaan saat kehamilan, kelahiran, kesehatan, biaya pendidikan, pernikahannya kelak, dll. Pastikan Amanah anak ini terdidik dan terpenuhi kebutuhannya dengan baik.

7. Kondisi Keuangan Sedang Ketat
 
Perselisihan pasangan suami istri soal keuangan umumnya terjadi ketika kondisi keuangan sedang ketat. Namun keberadaan aset/harta, khususnya tentang cara memanfaatkan aset yang ada, juga dapat menjadi sumber perselisihan, misalnya apakah hendak menjual aset atau cukup dengan menyewakan.

Beberapa masalah keuangan ini jika tidak disepakati dan diantisipasi dari awal sebelum menikah, akan berdampak fatal yang dapat berakhir dengan perceraian. Apa nikmatnya pernikahan jika tidak ada kesepakatan? Yang terjadi adalah saling menuntut hak dan kewajiban, bukan lagi tentang cinta dan kasih sayang. Ada baiknya berkonsultasi ke Perencana Keuangan Anda untuk kehidupan berumah tangga yang harmonis. Salam finansial! 

Artikel telah dimuat di detik.com 23 desember 2016 
https://goo.gl/LQuh5C

Recent

PROFIL FINANCIAL PLANNER - ILA ABDULRAHMAN

ILA ABDULRAHMAN, S.Pt., RIFA, RFC Siti Ruhailah Abdulrahman, S.Pt., RPP, RFA,   RIFA, RFC atau yang dikenal dengan Ila Abdulrahman, ad...

Baca Juga