Divorce Planning

Selalu menarik berbicara  "Divorce Planning". Rata-rata planning ini dibuat setelah salah satu atau kedua pihak merasa sudah tidak bisa lagi mempertahankan keutuhan rumah tangga. 

Planning ini  bukan plan yang besok mau divorce hari ini dibuat, tetapi kategori plan jangka menengah. Eksekusi sekitar 3-5 tahun lagi, dengan harapan masih ada perubahan dan batal terjadi, namun jika terjadi, beban psikologis tidak bertambah berat dengan adanya permasalahan financial. 

Semua hal yang berhubungan dengan divorce di selesaikan sebelum masuk ke meja hijau, anak, harta bersama, tunjangan, pendampingan  psikolog, lawyer, Ustad/dzah  dll. Persiapan Dana Darurat, budget "me time", biaya hidup tahun-tahun awal, alokasi atau penempatan dana, dll. 

Termasuk yang paling berat adalah mempersiapkan mental menghadapi pandangan sosial, dan cukup bekal, jika ada yang kepo, berpandangan negatif, dan menjadikan status "Single Again" alais Janda/Duda sebagai olok-olok. Dalam islam "Perceraian adalah perkara yang di benci Allah, namun Allah tidak pernah mengharamkannya." So Stop siapapun yang menjadikan status "Single Again" ini menjadi bahan olok-olok, karena ini bisa menimpa siapa saja. Jangan sampai kalimat " MAU ANDA SAYA DOAKAN SEPERTI SAYA?" dari para Lajang lagi ini menohok Anda.
 

Popular posts from this blog

Beban Hutang Pra Nikah