Merencanakan Keuangan Secara Shariah

Di Indonesia beberapa terkenal sebagai Shariah Financial Planner, ada juga yang tanpa Shariah, namun sebenarnya menguasai sangat akan perencanaan keuangan shariah.
Sebenarnya apa perbedaan anatara perencana keuangan yang shariah dengan yang tidak? 
Perencana Keuangan Shariah mengkhususkan diri membantu nasabah merencanakan keuangan sesuai tuntunan Alqur'an, Al hadist dan ijma ulama.
Difinisi Perencana Keuangan Shariah  menurut IARFC adalah sebuah profesi yang membantu nasabah merencanakan keuangan pribadi serta merancang suatu kehidupan yang lebih baik dengan membantu memberikan solusi :
  1. perencanaan
  2. pemilihan pengelolaan keuangan
  3. kekayaan atau investasi nasabah
agar
  1. kebutuhan keuangan,
  2. non keuangan
  3. serta rohani nasabah
untuk
  1. jangka pendek,
  2. menengah dan
  3. panjang baik saat masih hidup maupun sudah meninggal Insya Allah dapat tercapai, dengan berpedoman kepada Alquran dan Al hadist. 

Dalam perencanaan Keuangan shariah, maka Anda akan disusunkan  Prioritas Kebutuhan Keuangan secara Islami meliputi :
  1. Kewajiban terhadap Allah, berupa : Zakat, Infaq dan sedekah, wakaf secara terus menerus tanpa terhalang kematian.
  2. Kewajiban terhadap Orang/pihak lain : membayar hutang, menghilangkan hutang pribadi
  3. Hak Kita di saat ini dan di masa depan.
    • Kebutuhan Primer saat ini (sandang, pangan, papan)
    • Perlindungan diri dan keluarga
    • Pemenuhan Kebutuhan di masa depan :
      1. Perencanaan Pernikahan (jika masih lajang)
      2. Perencanaan Kehamilan dan kelahiran
      3. Perencanaan Pemenuhan Kewajiban Terhadap Anak
        • Memberi nama yang baik, aqiqah dan kebutuhan dasar lainnya
        • Mendidik, kebutuhan sekolah dan informal lainnya, untuk menjadikan anak yang sholeh, Perencanaan Pendidikan.
        • Kewajiban Menikahkan, membiayai pernikahan anak, Perencanaan Pernikahan Anak.
    • Perencanaan Pensiun
    • Perencanaan Haji
    • Perencanaan Investasi Akherat ( Masjid, panti Asuhan, Pesantren, Toilet umum, dll)
    • Perencanaan Warisan (Faraidh).
    • dll
Hasil akhir dari Perencanaan Keuangan Shariah adalah angka-angka berdasarkan pendapatan masing-masing nasabah dan faktor-faktor lain yang disusun untuk  :
  1. Hak Allah berupa Zakat, Infaq dan Sedekah
  2. hak Orang Lain> Hutang
  3. Hak kita di Masa depan > tabungan
  4. Hak kita di masa sekarang > Biaya Hidup 
    Nah, apakah anda ingin merencanakan Keuangan Secara Shariah? Silakan hubungi SHILA Financial Team di 085747588894, untuk mendapat panduan langkah-langkahnya.
    Selamat Merencanakan Keuangan, Bahagia Dunia, Berkah Akhirat, Insya allah. Aamiin.



    Comments

    Popular posts from this blog

    Beban Hutang Pra Nikah