Search This Blog

6 Tips Merdeka Finansial Bagi Generasi Roti Lapis



Ila Abdulrahman, RIFA®, RFC® - Aidil Akbar Madjid & Partner

 

Bagai roti sandwich, generasi ini “terhimpit” oleh dua kewajiban, menanggung orang tua, saudara juga kebutuhan keluarga sendiri. Kondisi tersebut sebetulnya bukan hal yang aneh, apalagi mayoritas masyarakat meyakini bahwa berkontribusi terhadap hidup orang tua secara finansial adalah kewajiban tiap anak ketika dewasa, sebagai salah satu bentuk bakti. Mengapa terjadi atau ada generasi sandwich? Salah satunya tidak mempersiapkan biaya hidup setelah pensiun saat masih bekerja.

Dalam kondisi finansial yang berkecukupan, tentu menjadi sandwich generation bukanlah masalah. Tapi, bagaimana jika tidak? Tentu harus dicari solusinya.

Generasi sandwich adalah pasangan suami istri yang terhimpit secara finansial harus membiayai atau merawat orang tua dan menghidupi, membesarkan anak-anaknya. Biasanya, orang tua tidak menyiapkan dana pensiun atau menyiapkan tetapi jumlahnya tidak mencukupi, sehingga bergantung pada anak-anak. Selain itu, orang tua tidak memiliki benefit asuransi atau memiliki tetapi tidak memadai. Bagi anak tunggal, pasangan sandwich salah satu atau salah duanya tidak banyak memiliki saudar, sehingga beban ditanggung sendiri. Ingat, besar jika dibagi banyak akan menjadi ringan. Namun tidak, jika diambil sendiri. Salah satu ujung pangkal posisi anak sebagai generasi sandwich adalah karena kondisi finansial yang tidak longgar, sehingga menjadi beban Ketika mengeluarkan biaya sehari-hari, biaya rumah sakit, biaya perawat (pendamping), dan lain-lain. Jika semua hal sebelumnya bukan masalah, tetapi memiliki hati yang sempit, jiwa yang miskin, kelonggaran finansial, waktu dan tenagapun akan menjadi beban.

 

FINANCIAL MANAGEMENT FOR SANDWICH GENERATION

a.      1.  Kalkulasi Kebutuhan Finansial Orang Tua

Membuat daftar kebutuhan orang tua, beserta rincian biayanya, mulai dari makanan jika harus khusus, perawatan dan obat-obatan, silaturahmi ke teman-teman atau saudara.

Ingat orang tua juga butuh bertemu dengan teman-temannya, ke tempat ibadah, dan lain-lain.

b.       2. Hutang Aset & Income Orang Tua

Berapa income rutin orang tua, boleh dalam rata-rata per bulan. Hitung nilai asset yang dimiliki orang tua. Dari sini akan diketahui ketersediaan dana bulanan untuk memenuhi kebutuhan dan asset yang sewaktu-waktu jika mendesak diuangkan.

c.       3. Hitung Kebutuhan Asuransi Kesehatan

Orang tua adalah orang dengan usia yang rawan akan sakit. Butuh biaya besar yang harus dipersiapkan. Beli proteksi Kesehatan, baik baru atau tambahan jika sudah punya dan tidak mencukupi. Cari bandingkan benefit dari beberapa perusahaan asuransi.

d.       4. Buat Perencanaan Keuangan Pribadai/Keluarga Anda secara Komprehensif

Membuat perencanaan keuangan komprehensif untuk mengetahui besaran sisa cash flow yang dapat digunakan untuk menyokong kebutuhan orang tua. Buat dalam 3 standar: tinggi, menengah, dan rendah, sehingga didapatkan besaran angka yang berbeda-beda.

e.      5. Saldo dan Pos Sosial

Ketika sudah mengetahui besaran kebutuhan bulanan, asuransi dan income orang tua, maka saldo dan pos sosial selain zakat bagi muslim dari perencanaan keuangan pribadi, dapat digunakan untuk menyokong kehidupan orang tua. Skenarionya adalah menggunakan adjustment pengeluaran untuk saldo besar, ataupun menambah sumber penghasilan atau dana sokongan, untuk keseimbangan sebagai orang tua dan sebagai anak yang berbakti finansial.

f.        6. Ask Family For Help

Jika anda bukan anak tunggal, pastinya anda bergotong-royong bersama saudara yang lain untuk bersama-sama berkontribusi dalam “bakti finansial” ataupun bakti yang dalam benruk waktu dan tenaga, misalnya untuk bergantian menjaga, merawat, dan menemani.

Kontribusi bisa dilakukan dengan membagi rata atau proporsional. Dalam hal kontribusi non finansial, bagi yang tidak sempat bisa mengirimkan pengganti. Namun perlu dipahami dan dimengerti bahwa orang tua akan selalu berharap akan kehadiran anak-anaknya, meski “maklum” akan selalu ada.

 

Menjadi sandwich generation tak semua orang bisa menerima, terkadang bahkan menyalahkan orang tua, “Mengapa harus membebaniku?” Aku, si anakmu, yang tak pernah minta untuk dilahirkan.

Sebagian yang lain menerima dengan Bahagia dan menganggap sebagai bentuk berbakti, dan rasa syukur karena telah melahirkan mereka.

Dalam setiap hal, 2 sisi yang saling bertolak belakang nisacaya ada.

-ILA ABDULRAHMAN-

 

Salam Semangat, Stay Safe, Stay Healthy Life and Money.

Ila Abdulrahman- Aidil Akbar Madjid & Partner, Perencana Keuangan Anda.

 





No comments:

Post a Comment

Tinggalkan tanggapan, pertanyaan di sini, kami akan segera meresponnya.

HYPE

5 ALASAN MENGAPA DANA DARURAT HARUS DIUPDATE BERKALA

Dana Darurat atau Emergency Fund biasa juga disebut, penting dalam keuangan keluarga, menempati urutan kedua setelah melunasi hutang-h...