Skip to main content

Divorce Planning

Selalu menarik berbicara  "Divorce Planning". Rata-rata planning ini dibuat setelah salah satu atau kedua pihak merasa sudah tidak bisa lagi mempertahankan keutuhan rumah tangga. 

Planning ini  bukan plan yang besok mau divorce hari ini dibuat, tetapi kategori plan jangka menengah. Eksekusi sekitar 3-5 tahun lagi, dengan harapan masih ada perubahan dan batal terjadi, namun jika terjadi, beban psikologis tidak bertambah berat dengan adanya permasalahan financial. 

Semua hal yang berhubungan dengan divorce di selesaikan sebelum masuk ke meja hijau, anak, harta bersama, tunjangan, pendampingan  psikolog, lawyer, Ustad/dzah  dll. Persiapan Dana Darurat, budget "me time", biaya hidup tahun-tahun awal, alokasi atau penempatan dana, dll. 

Termasuk yang paling berat adalah mempersiapkan mental menghadapi pandangan sosial, dan cukup bekal, jika ada yang kepo, berpandangan negatif, dan menjadikan status "Single Again" alais Janda/Duda sebagai olok-olok. Dalam islam "Perceraian adalah perkara yang di benci Allah, namun Allah tidak pernah mengharamkannya." So Stop siapapun yang menjadikan status "Single Again" ini menjadi bahan olok-olok, karena ini bisa menimpa siapa saja. Jangan sampai kalimat " MAU ANDA SAYA DOAKAN SEPERTI SAYA?" dari para Lajang lagi ini menohok Anda.
 

Popular posts from this blog

6 CIRI HIDUP MAPAN, KAMU TERMASUK NGGAK ?

Hidup mapan adalah dambaan dan kewajiban setiap orang. Karena kita diberi Allah kekayaan dan kecukupan, bukan kekayaan dan kemiskinan. Jadi siapa yang menjadikan kita miskin, adalah diri kita sendiri, akibat tidak merencanakan keuangan dengan baik, sehingga timpang dan tidak proporsional dalam membagi pos-pos keuangan. Beberapa contohnya karena tidak mengeluarkan hak Allah, pelit dalam berinfak sedekah, boros, dan banyak mengeluarkan harta secara sia-sia. Rejeki memang Allah yang memberi, namun manusialah yang seharusnya pandai mengatur agar cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan baik di dunia dan akherat kelak, sehingga kemapanan dapat dicapai. Aidil Akbar Madjid dalam kata-kata mutiaranya menulis, jika hidupmu mapan, maka wajahmu (yang tak tampan) akan termaafkan. ” Sepakat, karena setelah mapan, ketampanan itu bisa diusahakan. So, jika hidupmu mapan, pasangan rupawanpun bukan sekedar impian. Ya kan? Banyak orang mengasosiasikan hidup mapan dengan aset yang dimili

SHILA FINANCIAL

Shila Financial is a trusted financial consultancy brand committed to providing easy-to-implement, affordable, and professional financial solutions to the public. We recognize that many people struggle with managing their finances, and therefore we have Certified Financial Planners and internationally licensed professionals to help them better plan their finances and achieve a more empowered life and financial position. We have two business units: Shila Consulting and Shila Institute. Shila Consulting focuses on providing financial planning services, tax services, transfer pricing, mental health, branding, media planning and legal services to our clients. Shila Institute offers short classes on financial planning and related matters that are affordable and accessible to the general public, both for individuals and companies. We always prioritize high ethical and professional values in providing our services. We are committed to providing quality and trustworthy services to our clients

Mahar, Bisakah di Gugat Sebagai Harta Warisan?

T : Saya, menikah dengan mahar rumah yang kami tinggali saat ini.   Enam (6) bulan yang lalu suami meninggal. Kemudian anak-anak tiri saya menghendaki rumah tersebut di bagi karena menganggapnya sebagai harta warisan. Saya bukan karena tidak mau membagi, tetapi berdasarkan syariah, harta tersebut bukan termasuk sebagai harta peninggalan suami saya. Nah, bagaimana, apakah mahar tersebut bisa di gugat sebagai harta warisan dan harus di bagi?   Ardina – Solo. J: Harta, sedikit ataupun banyak, menjadi salah satu sumber pertikaian, jika tidak di antisipasi sejak awal. Inilah pentingnya Perencanaan Warisan/wasiat atau “Estate Planning”. Harta ini utk siapa, tanah sana untuk siapa? Atau jika anda muslim berwasiatlah minimal “ bagilah Harta saya secara Islam”, mengingat di Indonesia ada 3 cara pembagian warisan yaitu : berdasarkan Agama, Undang-Undang dan Hukum Adat. Dalam hal kesulitan perencaan waris, anda bisa menyewa jasa seorang Perencana Keuangan (Financial Planner) untuk memban