Skip to main content

Ciri Investasi Bodong

#InvestasiBodong

Selalu menjadi wabah rutin, berulang setiap tahun, terbaru  Investasi Tisu dilaporkan oleh para membernya ke kepolisian.
Beberapa ciri berikut bisa digunakan sebagai screening awal, apakah tawaran investasi tsbt bodong atau tidak.

1. Menggunakan public figure, sebagai bahan promosi spt artis, ulama.
2. Tidak di tawarkan melalui media resmi, cenderung dari mulut ke mulut.
3. Menawarkan margin/keuntungan yang bombastis. Return investasi di indonesia : Tabungan ±3%, deposito, RDPU ±8%, RDC ±15%, RDS± 20-25%. Dalam hal investasi, sederhananya ada rule 72, yaitu selama brp lama uang yang di investasikan akan mjd 2 kali lipat. Misal dg margin 12%/tahun, maka uang akan mjd 2x selama 6 tahun (72/12).
4. Kantor virtual "virtual office". Tidak memiliki kantor offline, kalopun ada sewa dan usianya sangat prematur, misal 6 bulan.
5. Perekrutan dari hub persaudaraan, atau pertemanan.
6. " Dana di investasikan di luar negeri"
7. Pemberian "bonus"
8. Seringkali juga dikaitkan dengan charity (sosial/amal).
9. MEMBERIKAN KESAN "TIDAK ADA RESIKO". Semua investasi ada resikonya.
10. Seolah-olah berafiliasi dengan perusahaan besar.
11. Tidak memiliki badan hukum, atau tidak terdaftar di OJK. Tracking perusahaan di web resmi ojk atau tanya ke @satgasinvestasi.

Mari aware peduli dg uang dan harta kita. Salam Financial ! #SHILAtips

Popular posts from this blog

6 CIRI HIDUP MAPAN, KAMU TERMASUK NGGAK ?

Hidup mapan adalah dambaan dan kewajiban setiap orang. Karena kita diberi Allah kekayaan dan kecukupan, bukan kekayaan dan kemiskinan. Jadi siapa yang menjadikan kita miskin, adalah diri kita sendiri, akibat tidak merencanakan keuangan dengan baik, sehingga timpang dan tidak proporsional dalam membagi pos-pos keuangan. Beberapa contohnya karena tidak mengeluarkan hak Allah, pelit dalam berinfak sedekah, boros, dan banyak mengeluarkan harta secara sia-sia. Rejeki memang Allah yang memberi, namun manusialah yang seharusnya pandai mengatur agar cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan baik di dunia dan akherat kelak, sehingga kemapanan dapat dicapai. Aidil Akbar Madjid dalam kata-kata mutiaranya menulis, jika hidupmu mapan, maka wajahmu (yang tak tampan) akan termaafkan. ” Sepakat, karena setelah mapan, ketampanan itu bisa diusahakan. So, jika hidupmu mapan, pasangan rupawanpun bukan sekedar impian. Ya kan? Banyak orang mengasosiasikan hidup mapan dengan aset yang dimili

SHILA FINANCIAL

Shila Financial is a trusted financial consultancy brand committed to providing easy-to-implement, affordable, and professional financial solutions to the public. We recognize that many people struggle with managing their finances, and therefore we have Certified Financial Planners and internationally licensed professionals to help them better plan their finances and achieve a more empowered life and financial position. We have two business units: Shila Consulting and Shila Institute. Shila Consulting focuses on providing financial planning services, tax services, transfer pricing, mental health, branding, media planning and legal services to our clients. Shila Institute offers short classes on financial planning and related matters that are affordable and accessible to the general public, both for individuals and companies. We always prioritize high ethical and professional values in providing our services. We are committed to providing quality and trustworthy services to our clients

NAFKAH ANAK PASCA BERCERAI, TANGGUNGJAWAB SIAPA ?

Sering sekali, pasca cerai, mantan istri banting tulang bak roller coaster demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Suami? Kan kita sudah cerai, dan kamu udah nikah lagi. Pernah dengar yang begini?  Lalu, sebenarnya kewajiban siapakah?  1. Secara syariah  Setiap manusia – selain Adam, Hawa, dan Isa–, tercipta dari satu ayah dan satu ibu. Karena itu, dalam aturan agama apapun, tidak ada istilah mantan anak, atau mantan bapak, atau mantan ibu. Karena hubungan anak dan orang tua, tidak akan pernah putus, sekalipun berpisah karena perceraian atau kematian. Berbeda dengan hubungan karena pernikahan. Hubungan ini bisa dibatalkan atau dipisahkan. Baik karena keputusan hakim, perceraian, atau kematian. Di sinilah kita mengenal istilah mantan suami, atau mantan istri. Dalam islam, kewajiban memberi nafkah dibebankan kepada ayah, dan bukan ibunya. Karena kepada keluarga, wajib menanggung semua kebutuhan anggota keluarganya, istri dan anak-anaknya. Keterangan selengkapny