Skip to main content

THE POWER OF RECEHAN (2)


RECEHANMU UANG BELANJA SEHARI KLIENKU

Sebagai financial planner, menghadapi klien dengan berbagai besaran pendapatan. Dari yang M-M-an, hingga yang dibawah satu juta per bulannya. Salah satu yang paling menantang adalah menghadapi klien dengan anggaran uang bulanan Rp 50ribu/minggu atau Rp 7 ribuan per hari di tahun 2013, untuk satu keluarga, yang terdiri dari pasangan suami istri dan 2 orang anak, untuk kebutuhan infaq, cicilan baju, uang saku sekolah, dan uang makan keluarga. Dengan inflasi 12% saat ini setara dengan Rp 12 ribuan per hari. Kebayang kan bisa dapat apa jika kita yang belanja? Dua gelas starling, Starb*** keliling, alias kopi instan seduh dalam gelas plastik, yang banyak dijual abang-abang di sekitaran Monas. Ahh, mana kalian tahu starling, ya kan? Ternyata Rp 7 ribu adalah sumber kehidupan untuk 1 keluarga inti. Its the power of recehan !

BENDA KOLEKSI

Benda koleksi dapat menjadi benda investasi bernilai tinggi. Termasuk uang pecahan kecil tersebut, jika disimpan maka akan menjadi bernilai tinggi di masa mendatang, menjadi barang klasik atau benda antik akibat kelangkaannya.

MENGUMPULKAN UANG KECIL SARANA MENABUNG DAN INVESTASI UNTUK TUJUAN KEUANGAN TANPA SADAR

Tabungan tidak melulu berbentuk rekening di bank, simpanan dalam bentuk emas, reksadana ataupun saham. Namun Tabungan dapat dimulai dari recehan yang kita anggap kecil, remeh temeh tak berguna. Dari recehan bisa berubah menjadi tabungan di bank,   emas, reksadana atau saham.

Tentunya kita semua familiar dengan peribahasa, : sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.Nah dari recehan yang dikumpulkan, dari nilai ratusan rupiah lama-lama menjadi ratusan ribu, selanjutnya tinggal disetorin ke bank, dibelikan reksadana atau saham. Ingat investasi reksadana atau saham bisa mulai dari Rp 100 ribuan. Bayangkan jika sehari ada recehan Rp 2000 saja, bisa dimanfaatkan sebagai dana darurat. Jangka 2 atau 3 tahun bisa untuk membeli kambing kurban.

MENGHINDARI KEBOCORAN DANA

Harga-harga di supermarket seringkali tidak bulat,jika pembayaran yang kita lakukan dengan gesek kartu, baik debit ataupun kartu kredit, akan dibayar sesuai jumlah nominal pecahan yang tidak genap itu. Namun jika membayar tunai, ada 2 kemungkinan, pembulatan baik ke atas atau ke bawah, atau kita diminta belanja lagi agar jumlahnya genap. Bocor dan menjadi boros kan?

Misalnya belanja habis Rp 17.750,- maka jika menggunakan debit atau kredi, akan di debet sejumlah nominal diatas, jika membayar tunai akan menjadi Rp 17.700 atau menjadi Rp 18.000,- sisanya ditawarkan untuk di donasikan atau kita diminta belanja lagi sehingga jumlahnya total Rp 20 ribu.


SARANA MENGAJARKAN ANAK-ANAK MENABUNG

Uang recehan bisa dimanfaatkan untuk mengajarkan anak-anak kebiasaan menabung.  Beri contoh dan ajak anak untuk memasukkan uang recehan ke dalam celengan, dengan begitu, anak-anak mengenal menyimpan uang, menghargai hal kecil dan memiliki kebiasaan keuangan yang baik sejak dini. Belikan celengan dengan bentuk-bentuk yang lucu yang disukai anak-anak.

Kita juga dapat mengajak membongkar celengan secara periodik, lalu mengajaknya untuk membuka tabungan di bank. Namun perlu diperhatikan beban biaya, pilih tabungan yang tanpa biaya, yang dikhususkan untuk anak-anak atau pelajar.

Itu beberapa kekuatan uang receh, selain manfaat diluar bidang keuangan, seperti untuk meredakan sakit melalui kerokan, sarana bermain tebak-tebakan, pengganti suit (gunting, batu, kertas) dengan lempar koin atau lainnya seperti untuk menyerap panas dari notebook, agar tidak cepat rusak.

Nah, sangat berharga bukan? Ingat tidak ada uang besar tanpa uang kecil, bahkan Rp 1 jutapun nggak akan menjadi Rp 1 juta jika tidak ada Rp 100,-. Hargai yang kecil untuk hasil yang besar.

Semoga bermanfaat dan Salam finansial !

Artikel sudah ditayangkan di detik.com

Popular posts from this blog

6 CIRI HIDUP MAPAN, KAMU TERMASUK NGGAK ?

Hidup mapan adalah dambaan dan kewajiban setiap orang. Karena kita diberi Allah kekayaan dan kecukupan, bukan kekayaan dan kemiskinan. Jadi siapa yang menjadikan kita miskin, adalah diri kita sendiri, akibat tidak merencanakan keuangan dengan baik, sehingga timpang dan tidak proporsional dalam membagi pos-pos keuangan. Beberapa contohnya karena tidak mengeluarkan hak Allah, pelit dalam berinfak sedekah, boros, dan banyak mengeluarkan harta secara sia-sia. Rejeki memang Allah yang memberi, namun manusialah yang seharusnya pandai mengatur agar cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan baik di dunia dan akherat kelak, sehingga kemapanan dapat dicapai. Aidil Akbar Madjid dalam kata-kata mutiaranya menulis, jika hidupmu mapan, maka wajahmu (yang tak tampan) akan termaafkan. ” Sepakat, karena setelah mapan, ketampanan itu bisa diusahakan. So, jika hidupmu mapan, pasangan rupawanpun bukan sekedar impian. Ya kan? Banyak orang mengasosiasikan hidup mapan dengan aset yang dimili

SHILA FINANCIAL

Shila Financial is a trusted financial consultancy brand committed to providing easy-to-implement, affordable, and professional financial solutions to the public. We recognize that many people struggle with managing their finances, and therefore we have Certified Financial Planners and internationally licensed professionals to help them better plan their finances and achieve a more empowered life and financial position. We have two business units: Shila Consulting and Shila Institute. Shila Consulting focuses on providing financial planning services, tax services, transfer pricing, mental health, branding, media planning and legal services to our clients. Shila Institute offers short classes on financial planning and related matters that are affordable and accessible to the general public, both for individuals and companies. We always prioritize high ethical and professional values in providing our services. We are committed to providing quality and trustworthy services to our clients

NAFKAH ANAK PASCA BERCERAI, TANGGUNGJAWAB SIAPA ?

Sering sekali, pasca cerai, mantan istri banting tulang bak roller coaster demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Suami? Kan kita sudah cerai, dan kamu udah nikah lagi. Pernah dengar yang begini?  Lalu, sebenarnya kewajiban siapakah?  1. Secara syariah  Setiap manusia – selain Adam, Hawa, dan Isa–, tercipta dari satu ayah dan satu ibu. Karena itu, dalam aturan agama apapun, tidak ada istilah mantan anak, atau mantan bapak, atau mantan ibu. Karena hubungan anak dan orang tua, tidak akan pernah putus, sekalipun berpisah karena perceraian atau kematian. Berbeda dengan hubungan karena pernikahan. Hubungan ini bisa dibatalkan atau dipisahkan. Baik karena keputusan hakim, perceraian, atau kematian. Di sinilah kita mengenal istilah mantan suami, atau mantan istri. Dalam islam, kewajiban memberi nafkah dibebankan kepada ayah, dan bukan ibunya. Karena kepada keluarga, wajib menanggung semua kebutuhan anggota keluarganya, istri dan anak-anaknya. Keterangan selengkapny