Skip to main content

Mengapa anda memerlukan sebuah perencana keuangan?

 Membimbing dalam mengelola keuangan anda.

 

Sudah merupakan pengalaman kita bersama, sebagai seorang professional dalam pekerjaan kita yang sangat menyita waktu, kita tidak mempunyai waktu untuk mengawasi dan mengelola keuangan kita secara efektif, meskipun kita mempunyai pengetahuan untuk itu.

 

Saat ini, hampir semua orang cukup sibuk untuk meng-update pengetahuan mereka sesuai dengan bidang dan spesialis masing-masing. Sementara itu untuk dapat melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan perencana keuangan, anda memerlukan waktu yang sangat panjang. Hal ini dapat menyita waktu anda yang sebenarnya dapat anda pergunakan untuk kehidupan pribadi anda, keluarga, pekerjaan, bisnis atau bersosialisasi dengan rekan-rekan bisnis lainnya.

 

Dengan menggunakan jasa perencana keuangan, anda dapat yakin bahwa keuangan anda akan lebih teratur. Anda dapat memusatkan waktu dan perhatian anda secara lebih efektif untuk mengelola bisnis anda dalam mencapai tujuan-tujuan hidup anda.

 

 

Memenuhi tujuan keuangan anda

 

Banyak orang sekarang ini mulai memakai beberapa penasehat/perencana yang  memang ahli dalam bidang mereka masing-masing. Sebagai contoh adalah broker yang memang pandai memilih saham dan obligasi. Akan tetapi mereka meberikan saran tersebut tanpa mengetahui situasi keuagan anda sehingga mereka tidak dapat memberikan saran yang tepat dengan kebutuhan anda.

 

Perencana Keuangan bukan dimaksudkan untuk mengganti seluruh hubungan professional yang telah anda punya. Akan tetapi, dengan mempelajari situasi keuangan anda, Perencana Keuangan dapat mengatur strategi yang tidak akan mengganggu rencana keuangan anda. Dengan melihat permasalahan secara keseluruhan, bukan dengan sepotong-potong, Perencana Keuangan dapat memberikan rekomendasi yang sesuai dengan rencana keuangan anda.

 

Memantau penerapan perencanaan keuangan anda

 

Sebuah rencana keuangan sebaiknya diterapkan atau dikerjakan. Rencana keuangan yang tidak diterapkan adalah suatu hal yang buruk, karena anda telah mengetahui masalah keuangan anda, akan tetapi anda tidak melakukan tindakan apapun untuk memecah masalah tersebut. Seluruh keinginan dan tujuan anda tidak akan tercapai tanpa anda benar-benar melakukan atau menerapkan rencana keuangan anda. Penerapan adalah suatu hal yang sangat kritikal. Perencanaan keuangan yang baik akan membantu anda memastikan penerapan rencana keuangan anda.

 

Meninjau rencana anda untuk memastikan seluruh rencana tepat waktu

 

Perencanaan keuangan adalah suatu proses yang dinamis sehingga memantau dari waktu ke waktu merupakan suatu keharusan untuk menjaga agar anda tetap dalam jalur (on track) tujuan investasi anda. Dalam hidup, anda akan mengalami banyak perubahan-perubahan, yang tentu saja hal tersebut akan mempengaruhi perencanaan keuangan anda.

 

Meskipun sebagai individu, kita berusaha untuk tetap sama dalam mengatur kehidupan kita, situasi ekonomi dan keuangan disekitar kita akan berubah seperti pergantian pemerintah, regulasi pajak, perubahan ekonomi dan lain-lain sehingga dibutuhkan peninjauan dan pemantauan secara berkala, yaitu setiap 3 (tiga) bulan, 6 (enam) bulan atau minimum 1 (satu) tahun sekali.

 

Memberikan anda ketenangan

 

Banyak orang telah merasakan manfaat dengan mempunyai atau membuat rencana keuangan. Kekhawatiran serta pertanyaan yang meliputi masalah keuangan mereka di masa yang akan datang sebagian besar telah terbantu dan terjawab dengan menggunakan Perencana Keuangan.

 

Berhubungan dengan Perencana Keuangan akan memberikan anda ketenangan, karena anda telah mengetahui bahwa keadaan keuangan anda telah dibantu oleh orang-orang profesional untuk mencapai tujuan keuangan anda.

Popular posts from this blog

6 CIRI HIDUP MAPAN, KAMU TERMASUK NGGAK ?

Hidup mapan adalah dambaan dan kewajiban setiap orang. Karena kita diberi Allah kekayaan dan kecukupan, bukan kekayaan dan kemiskinan. Jadi siapa yang menjadikan kita miskin, adalah diri kita sendiri, akibat tidak merencanakan keuangan dengan baik, sehingga timpang dan tidak proporsional dalam membagi pos-pos keuangan. Beberapa contohnya karena tidak mengeluarkan hak Allah, pelit dalam berinfak sedekah, boros, dan banyak mengeluarkan harta secara sia-sia. Rejeki memang Allah yang memberi, namun manusialah yang seharusnya pandai mengatur agar cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan baik di dunia dan akherat kelak, sehingga kemapanan dapat dicapai. Aidil Akbar Madjid dalam kata-kata mutiaranya menulis, jika hidupmu mapan, maka wajahmu (yang tak tampan) akan termaafkan. ” Sepakat, karena setelah mapan, ketampanan itu bisa diusahakan. So, jika hidupmu mapan, pasangan rupawanpun bukan sekedar impian. Ya kan? Banyak orang mengasosiasikan hidup mapan dengan aset yang dimili

SHILA FINANCIAL

Shila Financial is a trusted financial consultancy brand committed to providing easy-to-implement, affordable, and professional financial solutions to the public. We recognize that many people struggle with managing their finances, and therefore we have Certified Financial Planners and internationally licensed professionals to help them better plan their finances and achieve a more empowered life and financial position. We have two business units: Shila Consulting and Shila Institute. Shila Consulting focuses on providing financial planning services, tax services, transfer pricing, mental health, branding, media planning and legal services to our clients. Shila Institute offers short classes on financial planning and related matters that are affordable and accessible to the general public, both for individuals and companies. We always prioritize high ethical and professional values in providing our services. We are committed to providing quality and trustworthy services to our clients

NAFKAH ANAK PASCA BERCERAI, TANGGUNGJAWAB SIAPA ?

Sering sekali, pasca cerai, mantan istri banting tulang bak roller coaster demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Suami? Kan kita sudah cerai, dan kamu udah nikah lagi. Pernah dengar yang begini?  Lalu, sebenarnya kewajiban siapakah?  1. Secara syariah  Setiap manusia – selain Adam, Hawa, dan Isa–, tercipta dari satu ayah dan satu ibu. Karena itu, dalam aturan agama apapun, tidak ada istilah mantan anak, atau mantan bapak, atau mantan ibu. Karena hubungan anak dan orang tua, tidak akan pernah putus, sekalipun berpisah karena perceraian atau kematian. Berbeda dengan hubungan karena pernikahan. Hubungan ini bisa dibatalkan atau dipisahkan. Baik karena keputusan hakim, perceraian, atau kematian. Di sinilah kita mengenal istilah mantan suami, atau mantan istri. Dalam islam, kewajiban memberi nafkah dibebankan kepada ayah, dan bukan ibunya. Karena kepada keluarga, wajib menanggung semua kebutuhan anggota keluarganya, istri dan anak-anaknya. Keterangan selengkapny