Skip to main content

Pengen Punya #KartuKredit, Tapi……



Pingin punya kartu kredit tapi takut "terjebak"? Berikut tips agar membuat kartu kredit menjadi menguntungkan. 


Kegunaan Kartu Kredit

Kartu kredit sebenarnya bisa menjadi menguntungkan tergantung lifestyle kita termasuk hobi, dan pekerjaan. Punya Kartu Kredit harus hati-hati karena banyak "jebakan" seperti diskon yang bisa membuat pemakaian kartu kredit berlebihan. Kartu Kredit menjadi penting bila tuntutan pekerjaan mengharuskan kita untuk sering travelling, boleh punya lebih dari 1 (satu). 


Kartu Kredit untuk travelling misalnya untuk bayar booking fee hotel atau tiket untuk transportasi. Kalau kita nggak terlalu sering travelling untuk pekerjaan, sebaiknya punya 1 kartu kredit udah cukup. 


Hal lain yang kita harus waspada adalah untuk tidak gampang terpengaruh dengan cicilan tetap 0% atau penawaran diskon di toko-toko. Jika benar-benar dibutuhkan & dipakai pastikan cicilan kartu kredit tersebut diperhitungkan dengan cicilan bulanan yang lainnya. 


Pengajuan (Apply) Kartu Kredit

Ketika apply/membuka kartu kredit, sebaiknya sesuaikan besar total limit kartu kredit dengan penghasilan kita. Total limit yang sebaiknya diminta/dimiliki bagi pengguna kartu kredit yaitu maksimal tiga bulan gaji. Contoh: jika gaji kamu Rp.5 juta per bulan, maka jumlah limit yang dimiliki dalam kartu kredit sebaiknya maxRp.15juta. Tapi kalau kamu cenderung boros berbelanja, maka sebaiknya limit kartu kredit hanya 1-2x gaji aja. Bahkan kalau kondisinya sudah parah, dimana keuangan bulanan minus dan terbelit, kartu kredit wajib dipotong/nggak punya. 


“Terjebak” Kartu Kredit

Saat kejebak kredit macet di kartu kredit,kamu bisa datang ke bank bagian kartu kredit dan lapor kalau kamu masalah bayar cicilan. Kalau masalah dengan KARTU KREDIT, Kita bisa mohon ke bank untuk : 

1. Menonaktifkan kartu kredit untuk sementara, 

2. Minta penjadwalan pembayaran. Ketika bermasalah dengan KARTU KREDIT, Kita bisa memohon agar bunga KARTU KREDIT dihentikan dan pembayaran diubah menjadi cicilan tetap. 

3. Beban administrasi kartu kredit seperti Annual Fee bisa dihilangkan dengan negosisasi apabila kredit kamu bagus. Annual Fee Kartu Kredit juga bisa dihilangkan dengan meng-konversikan 'point reward' Kita, coba cek ada nggak di Kartu Kredit kamu? 

4. Umumnya, setiap bank penerbit kartu kredit punya beban bunga yang relatif berbeda, ini bisa kita manfaatkan. Beban bunga kartu kredit terkecil di Indonesia saat ini mulai dari 1.2% hingga 1.5%/bulan. Bunga ini bunga efektif. Sedangkan, beban bunga kartu kredit terbesar berkisar mulai dari 3.50% hingga mencapai 4% per bulan. 


Bunga efektif: perhitungan bunga dihitung dr saldo hutang yang tidak dibayar penuh dibulan sebelumnya yang ada di tagihan. Informasi beban bunga kartu kredit tersebut harus diketahui setiap pengguna untuk memilih kartu kredit yang tepat untuk digunakan. 


Banyak yang bilang kartu kredit merugikan,justru sebaliknya apabila kamu tahu triknya bisa menguntungkan. Mau tahu? Simak di bagian ke- 2.Dan..Bagaimana Islam memandang #KartuKredit, simak di bagian ke -3.

Sumber: Klik Disini...

Popular posts from this blog

6 CIRI HIDUP MAPAN, KAMU TERMASUK NGGAK ?

Hidup mapan adalah dambaan dan kewajiban setiap orang. Karena kita diberi Allah kekayaan dan kecukupan, bukan kekayaan dan kemiskinan. Jadi siapa yang menjadikan kita miskin, adalah diri kita sendiri, akibat tidak merencanakan keuangan dengan baik, sehingga timpang dan tidak proporsional dalam membagi pos-pos keuangan. Beberapa contohnya karena tidak mengeluarkan hak Allah, pelit dalam berinfak sedekah, boros, dan banyak mengeluarkan harta secara sia-sia. Rejeki memang Allah yang memberi, namun manusialah yang seharusnya pandai mengatur agar cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan baik di dunia dan akherat kelak, sehingga kemapanan dapat dicapai. Aidil Akbar Madjid dalam kata-kata mutiaranya menulis, jika hidupmu mapan, maka wajahmu (yang tak tampan) akan termaafkan. ” Sepakat, karena setelah mapan, ketampanan itu bisa diusahakan. So, jika hidupmu mapan, pasangan rupawanpun bukan sekedar impian. Ya kan? Banyak orang mengasosiasikan hidup mapan dengan aset yang dimili

SHILA FINANCIAL

Shila Financial is a trusted financial consultancy brand committed to providing easy-to-implement, affordable, and professional financial solutions to the public. We recognize that many people struggle with managing their finances, and therefore we have Certified Financial Planners and internationally licensed professionals to help them better plan their finances and achieve a more empowered life and financial position. We have two business units: Shila Consulting and Shila Institute. Shila Consulting focuses on providing financial planning services, tax services, transfer pricing, mental health, branding, media planning and legal services to our clients. Shila Institute offers short classes on financial planning and related matters that are affordable and accessible to the general public, both for individuals and companies. We always prioritize high ethical and professional values in providing our services. We are committed to providing quality and trustworthy services to our clients

NAFKAH ANAK PASCA BERCERAI, TANGGUNGJAWAB SIAPA ?

Sering sekali, pasca cerai, mantan istri banting tulang bak roller coaster demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Suami? Kan kita sudah cerai, dan kamu udah nikah lagi. Pernah dengar yang begini?  Lalu, sebenarnya kewajiban siapakah?  1. Secara syariah  Setiap manusia – selain Adam, Hawa, dan Isa–, tercipta dari satu ayah dan satu ibu. Karena itu, dalam aturan agama apapun, tidak ada istilah mantan anak, atau mantan bapak, atau mantan ibu. Karena hubungan anak dan orang tua, tidak akan pernah putus, sekalipun berpisah karena perceraian atau kematian. Berbeda dengan hubungan karena pernikahan. Hubungan ini bisa dibatalkan atau dipisahkan. Baik karena keputusan hakim, perceraian, atau kematian. Di sinilah kita mengenal istilah mantan suami, atau mantan istri. Dalam islam, kewajiban memberi nafkah dibebankan kepada ayah, dan bukan ibunya. Karena kepada keluarga, wajib menanggung semua kebutuhan anggota keluarganya, istri dan anak-anaknya. Keterangan selengkapny