Skip to main content

SUDAH MENIKAH? INI RENCANA KEUANGAN YANG HARUS DIMILIKI

Setiap kita pasti memiliki rencana hidup, entah sekedar angan-angan atau  baru dalam bentuk tertulis, A, B, C, D atau sudah selangkah lebih maju dalam bentuk buku perencanaan keuangan, hasil menghitung sendiri atau berkonsultasi dan meng-hire jasa Financial Planner. Namun, fakta dari riset ditahun 2013 oleh Kadence International terhadap, 80% penghasilan masyarakat indonesia dihabiskan untuk biaya hidup sehari-hari, sehingga tidak memiliki tabungan atau investasi, 8% untuk sosial, hanya 6% untuk cicilan dan asuransi, dan 6% untuk lainnya.  Padahal setelah menikah, berbagai kewajiban harus dipenuhi, baik kewajiban terhadap diri sendiri maupun kewajiban sebagai orang tua yang harus dipenuhi dengan berinvestasi.

Seorang perencana keuangan yang Anda sewa sudah mengetahui kebutuhan perencanaan keuangan yang tepat, disesuaikan dengan cash flow, status pernikahan, jumlah tanggungan, gaya hidup, tujuan keuangan dan lain-lain. Rencana keuangan yang bersifat kebutuhan dan keinginan dipenuhi sesuai dengan pendapatan Anda.

Rencana keuangan berbeda-beda antara single, menikah, single kedua karena  cerai atau pasangan meninggal, poligami. Nah, apa saja rencana keuangan yang harus dimiliki buat yang sudah menikah?

Selain dana darurat dan asuransi, yang sudah anda miliki masing-masing sejak belum menikah, maka selanjutnya adalah :

1.   Perencanaan Kepemilikan Rumah

2.   Perencanaan Pernikahan (skip, karena sudah menikah kan?)

3.   Perencanaan memiliki anak.

Perencanaan memiliki anak meliputi : kehamilan, kelahiran, pemberian nama termasuk didalamnya aqiqahan untuk yang beragama islam, dan khitan jika anak yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki.  Termasuk disini adalah berapa anak rencananya.

4.   Dana Pendidikan Anak

Dana pendidikan anak yang disiapkan adalah dana mulai dari pendidikan di dalam maupun di luar rumah, dari pra sekolah, hingga PT atau sampai strasta berapa Anda ingin membiayainya, apakah hingga S2, S3.

5.   Dana Perjalanan Rohani (Dana Haji/Umroh/Roma)

Untuk yang beragama islam, haji merupakan kewajiban (jika mampu). Setiap muslim akan mampu, jika biayanya disiapkan jauh-jauh tahun, apalagi masa tunggu haji di Indonesia mencapai puluhan tahun. Setelah Anda mendaftar berhaji, boleh Anda melakukan ibadah umroh, sembari menunggu giliran berhaji tiba. Untuk biaya haji/umroh ini perlu Anda pilih yang reguler atau yang plus, masing-masing biayanya berbeda.

6.   Perencanaan Pensiun

Ingin menjalani sisa hidup seperti apa, apakah seperti saat ini, atau..? Penting merencanakan pensiun sejak dini, agar tidak terjadi pensiun, menunggu tambahan duit dari anak, sakit juga (merepotkan) anak dan lain-lain.

7.   Dana Pernikahan Anak

Dana pernikahan anak mulai dari mahar atau mas kawin jika anak Anda laki-laki, Biaya Nikah dan biaya resepsi, jika diperlukan

8.   Perencanaan Warisan,

Berguna menghindari sengkarut pembagian warisan, ketika anda berpulang. Di Indonesia ada 3 hukum pembagian warisan, Adat, KUH Perdata dan hukum islam.pembagian warisan

Minimal perencanaan-perencanaan keuangan tersebut baiknya anda miliki, untuk kesejahteraan hidup, kelangsungan generasi dan pahala meski Anda telah tiada. Kumpulkan data biaya masing-masing, kemudian “future value”kan sesuai dengan inflasi, dan hitung investasi yang harus dilakukan.

Sebagai contoh biaya pensiun 30 tahun yang akan datang membutuhkan sekitar antara Rp. 20 - 60 milyar? Dana pendidikan untuk biaya kuliah saja 18 tahun lagi (asumsi anak saat ini usia 0 tahun) membutuhkan sekitar antara Rp. 2 - 6 milyar. Itu baru dana pensiun dan pendidikan, belum dana yang lain. Maka semua harus disiapkan, direncanakan sejak awal agar terpenuhi.

Penempatan investasi, disesuaikan dengan profil resiko anda, apakah Konservatif, berkembang, seimbang atau agresif, dan jangka waktu, apakah ditempatkan di deposito, reksadana, logam mulia, saham, properti atau lainnya.

Nah, bagaimana membuat perencanaan keuangan? Dapat Anda lakukan dengan 2 cara yaitu : cara pertama membayar jasa profesional, perencana keuangan, yang ke-2 self doing dengan belajar dari buku, internet atau melalui kelas-kelas pelatihan. Mudah bukan?

Salam Finansial !


Ila Abdulrahman, RPP, RFA, RIFA, RFC.
Islamic Financial Advisor
Comprehensive  Financial Planning Xpert

*Artikel telah ditayangkan di detik finance.

 


 

Popular posts from this blog

6 CIRI HIDUP MAPAN, KAMU TERMASUK NGGAK ?

Hidup mapan adalah dambaan dan kewajiban setiap orang. Karena kita diberi Allah kekayaan dan kecukupan, bukan kekayaan dan kemiskinan. Jadi siapa yang menjadikan kita miskin, adalah diri kita sendiri, akibat tidak merencanakan keuangan dengan baik, sehingga timpang dan tidak proporsional dalam membagi pos-pos keuangan. Beberapa contohnya karena tidak mengeluarkan hak Allah, pelit dalam berinfak sedekah, boros, dan banyak mengeluarkan harta secara sia-sia. Rejeki memang Allah yang memberi, namun manusialah yang seharusnya pandai mengatur agar cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan baik di dunia dan akherat kelak, sehingga kemapanan dapat dicapai. Aidil Akbar Madjid dalam kata-kata mutiaranya menulis, jika hidupmu mapan, maka wajahmu (yang tak tampan) akan termaafkan. ” Sepakat, karena setelah mapan, ketampanan itu bisa diusahakan. So, jika hidupmu mapan, pasangan rupawanpun bukan sekedar impian. Ya kan? Banyak orang mengasosiasikan hidup mapan dengan aset yang dimili

SHILA FINANCIAL

Shila Financial is a trusted financial consultancy brand committed to providing easy-to-implement, affordable, and professional financial solutions to the public. We recognize that many people struggle with managing their finances, and therefore we have Certified Financial Planners and internationally licensed professionals to help them better plan their finances and achieve a more empowered life and financial position. We have two business units: Shila Consulting and Shila Institute. Shila Consulting focuses on providing financial planning services, tax services, transfer pricing, mental health, branding, media planning and legal services to our clients. Shila Institute offers short classes on financial planning and related matters that are affordable and accessible to the general public, both for individuals and companies. We always prioritize high ethical and professional values in providing our services. We are committed to providing quality and trustworthy services to our clients

Mahar, Bisakah di Gugat Sebagai Harta Warisan?

T : Saya, menikah dengan mahar rumah yang kami tinggali saat ini.   Enam (6) bulan yang lalu suami meninggal. Kemudian anak-anak tiri saya menghendaki rumah tersebut di bagi karena menganggapnya sebagai harta warisan. Saya bukan karena tidak mau membagi, tetapi berdasarkan syariah, harta tersebut bukan termasuk sebagai harta peninggalan suami saya. Nah, bagaimana, apakah mahar tersebut bisa di gugat sebagai harta warisan dan harus di bagi?   Ardina – Solo. J: Harta, sedikit ataupun banyak, menjadi salah satu sumber pertikaian, jika tidak di antisipasi sejak awal. Inilah pentingnya Perencanaan Warisan/wasiat atau “Estate Planning”. Harta ini utk siapa, tanah sana untuk siapa? Atau jika anda muslim berwasiatlah minimal “ bagilah Harta saya secara Islam”, mengingat di Indonesia ada 3 cara pembagian warisan yaitu : berdasarkan Agama, Undang-Undang dan Hukum Adat. Dalam hal kesulitan perencaan waris, anda bisa menyewa jasa seorang Perencana Keuangan (Financial Planner) untuk memban